Bincang-bincang Fadjroel dan Jokowi dengan Sajian Tahu di Istana

Kompas.com - 21/10/2019, 21:28 WIB
Komisaris Utama Adhi Karya Fadjroel Rachman meninggalkan Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10/2019). Menurut rencana Presiden Joko Widodo akan memperkenalkan jajaran kabinet barunya untuk periode tahun 2019-2024. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/foc. WAHYU PUTRO AKomisaris Utama Adhi Karya Fadjroel Rachman meninggalkan Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10/2019). Menurut rencana Presiden Joko Widodo akan memperkenalkan jajaran kabinet barunya untuk periode tahun 2019-2024. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/foc.
Penulis Dani Prabowo
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisaris Utama PT Adhi Karya (Persero) Tbk Fadjroel Rachman menemui Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10/2019).

Fadjroel tak datang sendiri. Dengan mengenakan kemeja putih lengan panjang, ada mantan Mensesneg Pratikno dan peneliti Populi Center, Nico Harjanto yang mendampinginya masuk Istana.

"Tadi diundang makan siang oleh Pak Presiden. Makan siangnya enak. Ada tahu, makanan siang biasa dan saya pikir menarik," ungkap Fadjroel kepada awak media.

Baca juga: Dapat Tugas dari Jokowi, Fadjroel Belum Mau Mundur dari Adhi Karya


Kedatangan 1998 itu, bertepatan dengan jadwal Jokowi memanggil kandidat menteri yang akan mengisi Kabinet Kerja Jilid 2.

Sebelum Fadjroel, ada tujuh tokoh lain yang sudah terlebih dulu menemui Jokowi. Mereka adalah mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD, Bupati Minahasa Selatan Christiany Eugenia Paruntu, dan Bos Gojek Indonesia Nadiem Makarim.

Kemudian, Bos NET TV Wishnutama, mantan Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Erick Thohir dan Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian.

Sembari menikmati makanan yang terbuat dari bahan dasar kacang kedelai itu, Fadjroel mengaku, ada tugas yang diberikan Jokowi kepadanya.

"Ada diskusi lebih banyak tadi. Beliau mendiskusikan tentang pidato yang disampaikan kemarin, mengenai apa saja poin-poin yang terpenting, apakah itu bisa ditangkap secara langsung oleh publik," kata dia.

Fadjroel menilai, lima hal yang disampaikan Jokowi benar-benar menggambarkan situasi dan persoalan yang tengah dihadapi negara ini.

Baca juga: Fadjroel Rachman Beri Sinyal Masuk Kabinet, Ini Profil Singkatnya...

Mulai dari sumber daya manusia, pembangunan infrastruktur, debirokratisasi, deregulasi dan transformasi ekonomi. Menurut dia, bila kelima persoalan ini bisa diselesaikan dengan baik, maka akan menjadi sebuah peninggalan besar yang berarti bagi negara ini.

Fadjroel mengaku, ada tugas yang akan diberikan Jokowi kepadanya di Kabinet Kerja Jilid 2. Meski demikian, ia belum mengetahui secara pasti tugas apa yang dimaksud.

"Saya mengatakan kepada Pak Jokowi bahwa saya bersedia menerima apapaun yang diperintahkan kepada saya untuk membantu beliau," pungkasnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kejagung Periksa 15 Nasabah Jiwasraya yang Komplain Rekening Efeknya Diblokir

Kejagung Periksa 15 Nasabah Jiwasraya yang Komplain Rekening Efeknya Diblokir

Nasional
Kasus Jiwasraya, Kejagung Kembali Periksa Presdir PT TRAM Heru Hidayat

Kasus Jiwasraya, Kejagung Kembali Periksa Presdir PT TRAM Heru Hidayat

Nasional
RUU Cipta Kerja Atur Pers, IJTI Khawatir Pemerintah Berlaku Otoriter

RUU Cipta Kerja Atur Pers, IJTI Khawatir Pemerintah Berlaku Otoriter

Nasional
Langkah Pemerintah Mendata Terduga Teroris Pelintas Batas Dinilai Tepat

Langkah Pemerintah Mendata Terduga Teroris Pelintas Batas Dinilai Tepat

Nasional
Kejagung Teliti Berkas Kasus Paniai, Bakal Beri Jawaban dalam 1-2 Hari

Kejagung Teliti Berkas Kasus Paniai, Bakal Beri Jawaban dalam 1-2 Hari

Nasional
Mahfud: RUU Cipta Kerja Belum Final, Silakan Beri Masukan

Mahfud: RUU Cipta Kerja Belum Final, Silakan Beri Masukan

Nasional
Desak RUU Penyiaran Segera Disahkan, KPI Minta Komitmen Seluruh Pihak

Desak RUU Penyiaran Segera Disahkan, KPI Minta Komitmen Seluruh Pihak

Nasional
Bantah Haris Azhar, KPK Sebut Penetapan DPO Nurhadi Bukan Formalitas

Bantah Haris Azhar, KPK Sebut Penetapan DPO Nurhadi Bukan Formalitas

Nasional
Mahfud Tegaskan Pasal 170 RUU Cipta Kerja Akan Diperbaiki di DPR

Mahfud Tegaskan Pasal 170 RUU Cipta Kerja Akan Diperbaiki di DPR

Nasional
Pengamat: Tak Heran jika RUU Cipta Kerja Lebih Berpihak pada Pengusaha

Pengamat: Tak Heran jika RUU Cipta Kerja Lebih Berpihak pada Pengusaha

Nasional
Mahfud MD: Omnibus Law Bukan Istilah Resmi, tapi RUU Cipta Kerja

Mahfud MD: Omnibus Law Bukan Istilah Resmi, tapi RUU Cipta Kerja

Nasional
Omnibus Law RUU Cipta Kerja Seret Dua Pasal Tentang Pers, AJI: Lawan!

Omnibus Law RUU Cipta Kerja Seret Dua Pasal Tentang Pers, AJI: Lawan!

Nasional
Periksa Anggota Keluarga Wahyu Setiawan, KPK Dalami Aliran Uang

Periksa Anggota Keluarga Wahyu Setiawan, KPK Dalami Aliran Uang

Nasional
Anggota Komisi III Sebut Pasal 170 RUU Cipta Kerja Bertentangan dengan UU PPP

Anggota Komisi III Sebut Pasal 170 RUU Cipta Kerja Bertentangan dengan UU PPP

Nasional
Diminta Stop Bicara ke Media, Kepala BPIP Akan Bentuk Tim Humas

Diminta Stop Bicara ke Media, Kepala BPIP Akan Bentuk Tim Humas

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X