Kenangan Wapres Kalla, Pernah Dijewer Saat Main di Masjid

Kompas.com - 03/10/2019, 17:04 WIB
Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla menyampaikan pidato pada United Nations Climate Action Summit 2019 dalam rangkaian Sidang Umum PBB ke-74 di markas besar PBB,  New York, Amerika Serikat, Senin (23/9/2019) waktu setempat. ANTARA FOTO/Reuters/Carlo Allegri/hp/wsj. *** Local Caption *** Indonesias Vice-President Jusuf Kalla speaks during the 2019 United Nations Climate Action Summit at U.N. headquarters in New York City, New York, U.S., September 23, 2019. REUTERS/Carlo Allegri ANTARA FOTO/CARLO ALLEGRIWakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla menyampaikan pidato pada United Nations Climate Action Summit 2019 dalam rangkaian Sidang Umum PBB ke-74 di markas besar PBB, New York, Amerika Serikat, Senin (23/9/2019) waktu setempat. ANTARA FOTO/Reuters/Carlo Allegri/hp/wsj. *** Local Caption *** Indonesias Vice-President Jusuf Kalla speaks during the 2019 United Nations Climate Action Summit at U.N. headquarters in New York City, New York, U.S., September 23, 2019. REUTERS/Carlo Allegri
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengenang masa kecilnya saat hendak bermain di masjid.

Ketika itu, ia pernah dijewer saat bermain di masjid. Menurut dia, hal itu tak boleh lagi terjadi agar anak mengenal masjid sejak usia dini.

"Saya ingat wakut kecil main di masjid dijewer sama oleh pengurus masjid. Itu menurut saya diubah. Karena itulah maka diisi. Agar anak-anak diajarkan dimulai dari situ enggak apa-apa," ujar Wapres dalam acara pelantikan pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI) Wilayah Jawa Timur di Islamic Center Surabaya, Kamis (3/10/2019).

Baca juga: Soal Kerusuhan di Papua, Kalla: Tentu Ada yang Mengompori


Kalla pun meminta Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy untuk menyediakan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan kelompok bermain bagi anak di masjid.

Kalla menilai, masjid menyediakan kebutuhan yang lengkap bagi PAUD dan kelompok bermain sebab memiliki halaman yang luas.

Selain itu, masjid cenderung kosong di pagi hingga siang hari sehingga bisa digunakan untuk aktivitas PAUD dan kelompok bermain.

Baca juga: Wapres Sebut Penerbitan Perppu KPK Belum Tentu Redakan Emosi Massa

"Saya sampaikan kepada Ibu Gubernur, dan Mendikbud bahwa PAUD pendidikan usia dini itu paling tepat di ruang ibadah. Apakah itu masjid atau gereja. Kenapa? Karena ada ruangannya, ada halamannya dan kalau pagi itu kosong masjid. Kecuali hari Sabtu dan hari Ahad," ujar Kalla lagi.

"Nah dari konteks itu kita membangun masjid bukan hanya untuk sujud, beribadah, tapi bagaimana kita semua membangun masjid itu memajukan masyarakatnya supaya seimbang. Itulah selalu menjadi tugas dewan masjid apakah pusat dan daerah," lanjut Kalla.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X