Kompas.com - 29/08/2019, 15:50 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Politikus Partai Golkar Yorrys Raweyai yakin Musyawarah Nasional (Munas) partainya dipercepat menjadi September 2019.

Yorrys mengatakan, ia dan sejumlah kader Golkar memiliki strategi dan skenario untuk mengupayakan percepatan Munas sehingga tidak mesti dilaksanakan sesuai rencana pada Desember 2019.

"Kami yakin (Munas Golkar digelar September 2019) karena kita punya strategi untuk itu," ujar Yorrys di Jalan HOS Cokroaminoto, Menteng, Jakarta, Rabu (28/8/2019).

Meski demikian, Yorrys enggan membeberkan strateginya tersebut.

Baca juga: Jelang Munas Golkar, Airlangga Minta Pendukung Solid dan Tak Tergoda

Ia hanya menegaskan bahwa Golkar bukan hanya milik ketua umum saat ini, yakni Airlangga Hartarto. Pengambilan keputusan juga bukan hanya bergantung pada ketua umum.

"Partai ini bukan Airlangga yang punya. Keputusan ketua umum itu bersifat kolektif kolegial. Ini bukan perusahaan. Inilah kebesaran Golkar," ujar Yorrys.

Ia mengingatkan, apabila Munas jadi dipercepat, maka namanya menjadi Munaslub.

Diketahui, salah satu agenda Munas Golkar, yakni pemilihan ketua umum.

Setidaknya sudah ada empat orang telah menyatakan siap maju sebagai caketum Partai Golkar periode mendatang.

Baca juga: Pendukung Bamsoet Ingin Munas Golkar Sebelum Oktober, Ini Alasannya

Mereka adalah Bambang Soesatyo, Ali Yahya, Ulla Nuchrawatty dan Marlinda Irwanti.

Bambang Soesatyo saat ini menjabat sebagai ketua DPR. Di partai, dia menjabat sebagai wakil koordinator bidang pratama.

Ali Yahya merupakan Ketua Umum Satuan Karya Ulama Partai Golkar.

Sementara itu, Ulla Nuchrawatty adalah mantan Ketua Umum Kesatuan Perempuan Partai Golkar. 

 

Kompas TV Kisruh Partai Golkar semakin panjang. Upaya perebutan Kantor DPP Golkar oleh kubu pendukung Bambang Susatyo dan Airlangga Hartarto nyaris ricuh. Hingga kini, Kantor DPP Partai Golkar pun masih dijaga ketat aparat kepolisian.<br /> <br /> Upaya perebutan kantor DPP Partai Golkar terus terjadi. Kericuhan nyaris terjadi setelah upaya penggembokan paksa di pintu gerbang dan upaya mediasi dua pimpinan AMPG didepan Kantor DPP Partai Golkar.<br /> <br /> Adu mulut sempat terjadi karena AMPG pendukung Bambang Soesatyo tak terima dengan pernyataan kubu AMPG pendukung Airlangga yang secara sepihak menyatakan pemecatan terhadap wakil Ketua Umum AMPG, Novel Saleh
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.