Jaksa KPK Hadirkan Dosen Universitas Trisakti sebagai Ahli di Sidang Sofyan Basir

Kompas.com - 26/08/2019, 14:53 WIB
Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan Pakar hukum pidana Universitas Trisakti Abdul Fickar Hadjar dalam persidangan mantan Direktur Utama PT PLN Sofyan Basir di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (26/8/2019). KOMPAS.com/DYLAN APRIALDO RACHMANJaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan Pakar hukum pidana Universitas Trisakti Abdul Fickar Hadjar dalam persidangan mantan Direktur Utama PT PLN Sofyan Basir di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (26/8/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) menghadirkan Pakar hukum pidana dari Universitas Trisakti Abdul Fickar Hadjar dalam persidangan mantan Direktur Utama PT PLN Sofyan Basir di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (26/8/2019).

"Kami awalnya memanggil dua ahli, Yang Mulia. Ahli pidana atas nama Agustinus Pohan dan kedua Abdul Fickar Hadjar. Tapi yang mengonfirmasi dan hadir Abdul Fickar Hadjar saja, yang mulia," kata jaksa Budhi Sarumpaet kepada majelis hakim saat persidangan akan dimulai.

Jaksa Budhi pun mempersilakan Fickar untuk menghadap ke majelis hakim.

Baca juga: Jadi Saksi Sofyan Basir, Setya Novanto Tampil dengan Kumis dan Brewok

Dalam kasus ini, Sofyan Basir didakwa membantu transaksi dugaan suap dalam proyek pembangunan PLTU Riau-1.

Sofyan dinilai memfasilitasi kesepakatan proyek hingga mengetahui adanya pemberian uang.

Adapun transaksi suap tersebut berupa pemberian uang Rp 4,7 miliar kepada Eni Maulani Saragih dan mantan Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Idrus Marham.

Uang tersebut diberikan oleh pengusaha Johannes Budisutrisno Kotjo.

Menurut jaksa, Sofyan memfasilitasi pertemuan antara Eni, Idrus, dan Kotjo selaku pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited dengan jajaran direksi PT PLN.

Baca juga: Novanto Mengaku Tak Pernah Kenalkan Pengusaha Johannes Kotjo ke Sofyan Basir

Adapun transaksi suap tersebut berupa pemberian uang Rp 4,7 miliar kepada Eni Maulani Saragih dan mantan Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Idrus Marham.

Uang tersebut diberikan oleh pengusaha Johannes Budisutrisno Kotjo.

Menurut jaksa, Sofyan memfasilitasi pertemuan antara Eni, Idrus, dan Kotjo selaku pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited dengan jajaran direksi PT PLN.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X