Soal Penanaman Pancasila, Wiranto Minta Kementerian Terapkan "Total Football"

Kompas.com - 06/08/2019, 20:01 WIB
Menko Polhukam Wiranto memberikan arahan saat memimpin rapat koordinasi kesiapan akhir pengamanan tahapan pemungutan dan perhitungan suara Pileg dan Pilpres Tahun 2019 di Jakarta, Senin (15/4/2019). ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/ama. ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDIMenko Polhukam Wiranto memberikan arahan saat memimpin rapat koordinasi kesiapan akhir pengamanan tahapan pemungutan dan perhitungan suara Pileg dan Pilpres Tahun 2019 di Jakarta, Senin (15/4/2019). ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/ama.
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto meminta setiap kementerian dan lembaga bersikap total dalam menanamkan ideologi Pancasila kepada masyarakat.

Hal itu disampaikan Wiranto setelah menerima audiensi dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila di kantornya, Selasa (6/8/2019).

"Saya tadi menyarankan supaya kita mencontoh gaya total football ya. Jadi semua kementerian lembaga supaya bersama-sama melakukan sosialisasi untuk menanamkan kembali ideologi Pancasila," kata Wiranto kepada wartawan.

Baca juga: Caleg PKS Tandatangani Komitmen Bela Pancasila hingga Haramkan Korupsi


Total football adalah strategi sepakbola yang diterapkan tim nasional Belanda di era 80 dan 90'an. Strategi ini mengharuskan seluruh pemain bergerak, maju saat menyerang atau mundur ketika bertahan. 

Wiranto mengatakan, penanaman ideologi Pancasila itu mesti dilakukan total di seluruh lini, terutama di lingkungan masing-masing.

Sebab, setiap kelompok masyarakat memiliki aplikasi atau cara pengamalan nilai-nilai Pancasila yang berbeda-beda.

"Cara memberikan pemahaman pun juga bisa berbeda. Jadi dengan total football itu kan seakan-akan semua lini (bekerja) kan akhirnya satu membuat gol kan gitu kan. Membuat gol artinya apa, kembali membumikan Pancasila dalam kehidupan masyarakat Indonesia," kata Wiranto.

Wiranto menambahkan, penanaman ideologi Pancasila juga mesti dilakukan dengan cara-cara yang kaku sebagaimana dilakukan pada masa Orde Baru.

Baca juga: BPIP Temui Wiranto Bahas Pengarusutamaan Pancasila

"Sekarang kan sudah berbeda, masyarakatnya berbeda, generasi mudanya juga berbeda, lingkungannya berbeda, kemudian sistem informasinya juga sangat-sangat canggih sekarang sehingga banyak tawaran-tawaran ideologi lain yang juga masuk ke Indonesia," ujar Wiranto.

Diberitakan sebelumnya, pejabat BPIP bertemu dengan Wiranto untuk membahas sinergi antatlembaga dalam menjalankan program pengarusutamaan Pancasila.

Koordinasi kelembagaan bagaimana program-program BPIP itu sinkron dan saling sinergi dengan Menko Polhukam sehingga enggak ada kesan antarlembaga negara itu saling bersalip-salipan," kata Plt Kepala BPIP Hariyono.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X