Emak-Emak Pendukung Ingin Prabowo Jadi Oposisi

Kompas.com - 05/07/2019, 16:34 WIB
Puluhan emak-emak yang tergabung dalam komunitas pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno meminta Prabowo tetap menjadi oposisi pemerintahan Presiden Joko Widodo selama lima tahun ke depan.  Hal itu mereka sampaikan saat menggelar aksi unjuk rasa di depan kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Jumat (5/7/2019). KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTOPuluhan emak-emak yang tergabung dalam komunitas pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno meminta Prabowo tetap menjadi oposisi pemerintahan Presiden Joko Widodo selama lima tahun ke depan. Hal itu mereka sampaikan saat menggelar aksi unjuk rasa di depan kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Jumat (5/7/2019).
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Puluhan emak-emak yang tergabung dalam komunitas pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno meminta Prabowo menjadi oposisi pemerintahan Presiden Joko Widodo selama lima tahun ke depan.

Hal itu mereka sampaikan saat menggelar aksi unjuk rasa di depan rumah orangtua Prabowo, di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Jumat (5/7/2019). Rumah di Kertanegara ini kerap dijadikan tempat rapat Badan Nasional Pemenangan (BPN) Prabowo-Sandiaga pada Pilpres 2019. 

"Jangan khianati hati nurani sendiri. Prabowo-Sandi jadilah oposisi," ujar Koordinator aksi Nurdiati Akma saat berorasi.

Baca juga: Moeldoko: Pertemuan Jokowi dan Prabowo Bukan Lagi Agenda Prioritas


Nurdiati menuturkan bahwa para pendukung Prabowo tidak ingin ketua umum Partai Gerindra itu bergabung dengan koalisi pendukung pemerintah.

Ia juga menolak adanya wacana rekonsiliasi antara Presiden Jokowi dan Prabowo. Bahkan mereka menolak apabila keduanya bertemu.

Nurdiati menilai dengan adanya rekonsiliasi akan menghilangkan kasus-kasus yang terjadi selama pemilu.

Ia mencontohkan peristiwa ratusan anggota KPPS yang meninggal saat proses rekapitulasi perolehan suara.

Kemudian Ketua Umum Badan Koordinator Majelis Taklim juga menyinggung masyarakat yang meninggal dunia saat kerusuhan 21-22 Mei 2019.

Menurut Nurdiati, rekonsiliasi artinya Prabowo berkompromi atas kasus-kasus yang hingga kini belum diselesaikan.

"Maka jangan bapak terima rekonsiliasi atau apapun namanya. Kami tidak rela. Kami merasakan rekonsiliasi ini terminologi kompromi. Sedangkan kami tak bisa kompromi," kata Nurdiati.

Mereka memulai aksinya sekitar pukul 14.13 WIB dengan membawa spanduk dan poster bertuliskan tuntutan yang ingin disampaikan ke Prabowo.

Baca juga: Emak-emak Gelar Aksi di Depan Rumah Prabowo, Tolak Wacana Rekonsiliasi

Kemudian, sekitar pukul 15.30 WIB, emak-emak mulai menghentikan aksinya. Mereka terlihat duduk di sekitar rumah Prabowo. Ada pula yang memanfaatkan momen tersebut untuk berswafoto dan merekam video.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang diterima Kompas.com, Prabowo tidak berada di Kertanegara. Ketua Umum Partai Gerindra itu tengah berada di kediamannya di Hambalang, Bogor.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X