Silaturahmi Lebaran AHY, Pesan Rekonsiliasi dan Kolaborasi Bangsa

Kompas.com - 13/06/2019, 19:37 WIB
Suasana silaturahim Agus Harimurti Yudhoyono dan Edhie Baskoro Yudhoyono bersama istri masing-masing dengan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka Jakarta, Rabu (5/6/2019).KOMPAS.com/FABIANUS JANUARIUS KUWADO Suasana silaturahim Agus Harimurti Yudhoyono dan Edhie Baskoro Yudhoyono bersama istri masing-masing dengan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka Jakarta, Rabu (5/6/2019).

SILATURAHMI Agus Harimurti Yudhoyono yang sedang berduka karena baru saja ditinggal wafat ibunya, Ani Yudhoyono, ke kediaman para presiden Republik Indonesia pada dua hari pertama Lebaran, memenuhi tajuk berita berbagai media online utama dan lini masa media-media sosial.

Safari Lebaran sosok yang biasa dipanggil AHY ini merebut atensi publik karena berturut-turut mengunjungi Presiden ketujuh RI Joko Widodo, Presiden ketiga RI BJ Habibie, dan Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri pada hari pertama. Kunjungan berikutnya kepada Sinta Nuriyah Wahid, istri almarhum Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, pada hari kedua.

Belum pernah tercatat sebelumnya silaturahmi Lebaran antarkeluarga presiden seperti dilakukan oleh AHY tahun ini. Pertanyaan pun mengemuka mengenai tujuan silaturahmi Lebaran yang dilakukan oleh AHY.

Semangat meneduhkan

Dalam konteks kultural, masyarakat Indonesia belajar solidaritas dan kesetiakawanan sosial dari bulan puasa.


Bagi masyarakat Indonesia, Lebaran identik dengan semangat kekeluargaan, ukhuwah, kebersamaan. Lebaran juga merekatkan hubungan yang mungkin kurang sempurna ataupun bahkan tak terjalin dengan baik sebelumnya serta momentum memulai hubungan baru dalam keadaan suci, dengan saling memaafkan segala kesalahan sebelumnya.

Denton dan Woodward (1990) menyampaikan bahwa faktor penting yang menjadikan komunikasi bersifat politis adalah isi dan tujuannya.

AHY mengambil momentum semangat Lebaran ini secara sadar untuk membangun relasi antarkeluarga para presiden Indonesia dan sebagai bentuk komunikasi politik kepada publik.

Pemakaman Ani Yudhoyono, ibunda dari AHY, dihadiri hampir semua para presiden Republik Indonesia yang masih hidup (Habibie, Megawati, dan Jokowi yang masih aktif sebagai presiden saat ini), dan perwakilan dari presiden Republik Indonesia yang telah meninggal (keluarga almarhum Gus Dur), menjadi pemicunya.

AHY pun memiliki alasan yang sangat kuat untuk melakukan kunjungan balasan kepada mereka sebagai bentuk sopan santun kenegarawanan.

Langkah AHY ini terbilang berani dan merupakan terobosan luar biasa dalam kancah perpolitikan Indonesia.

Pelajaran pertama dan terutama adalah AHY ingin menyampaikan kepada publik bahwa para elite politik, apalagi keluarga para presiden yang pernah memimpin Indonesia atau menggunakan istilah anak "zaman now" adalah "core of the core" alias inti dari segala inti dari kekuatan-kekuatan politik era terkini, memang memiliki perbedaan pandangan dalam mengelola bangsa ini di tiap eranya.

Namun, perbedaan itu tidak harus selalu dalam posisi berhadap-hadapan dan bermusuhan setiap saat.

Ada kalanya seseorang harus mengambil jarak dari perbedaan pandangan dan sikap dalam berpolitik untuk tetap dapat bersilaturahmi dan menjalin komunikasi dengan baik di kehidupan sehari-hari.

Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Pengusaha Didakwa Suap Bupati Talaud Tas dan Perhiasan Total Rp 595,8 Juta

Pengusaha Didakwa Suap Bupati Talaud Tas dan Perhiasan Total Rp 595,8 Juta

Nasional
Prabowo Kumpulkan Dewan Pembina di Hambalang, Bahas Hasil Pertemuan dengan Jokowi

Prabowo Kumpulkan Dewan Pembina di Hambalang, Bahas Hasil Pertemuan dengan Jokowi

Nasional
Jokowi Pastikan Blok Masela Serap Banyak Tenaga Kerja Lokal

Jokowi Pastikan Blok Masela Serap Banyak Tenaga Kerja Lokal

Nasional
Pengacaranya Serang Hakim PN Jakarta Pusat, Tomy Winata Percepat Kepulangan ke Indonesia

Pengacaranya Serang Hakim PN Jakarta Pusat, Tomy Winata Percepat Kepulangan ke Indonesia

Nasional
Menhan Ryamizard: Stop Pelonco, Nggak Ada Gunanya!

Menhan Ryamizard: Stop Pelonco, Nggak Ada Gunanya!

Nasional
Pengacaranya Serang Hakim PN Jakarta Pusat, Tomy Winata Minta Maaf

Pengacaranya Serang Hakim PN Jakarta Pusat, Tomy Winata Minta Maaf

Nasional
Janji Jokowi soal Dana Abadi Kebudayaan Diharapkan Jadi Pendukung Kegiatan Komunitas Seni

Janji Jokowi soal Dana Abadi Kebudayaan Diharapkan Jadi Pendukung Kegiatan Komunitas Seni

Nasional
Gerindra Incar Kursi Ketua MPR, Ace Hasan Sebut Golkar Lebih Pantas

Gerindra Incar Kursi Ketua MPR, Ace Hasan Sebut Golkar Lebih Pantas

Nasional
Wiranto: Akhir-akhir Ini Pemerintah Hadapi Kondisi Rawan Keamanan

Wiranto: Akhir-akhir Ini Pemerintah Hadapi Kondisi Rawan Keamanan

Nasional
Tomy Winata Menyesali Pengacaranya Serang Hakim PN Jakarta Pusat

Tomy Winata Menyesali Pengacaranya Serang Hakim PN Jakarta Pusat

Nasional
Rekonsiliasi, Fraksi Gerindra Usulkan Gerindra Ketua MPR, PDI-P Ketua DPR

Rekonsiliasi, Fraksi Gerindra Usulkan Gerindra Ketua MPR, PDI-P Ketua DPR

Nasional
Menyerang Hakim dalam Persidangan, Apa Hukumannya?

Menyerang Hakim dalam Persidangan, Apa Hukumannya?

Nasional
Pansel Dukung Masyarakat Dirikan Pos Pengaduan Capim KPK

Pansel Dukung Masyarakat Dirikan Pos Pengaduan Capim KPK

Nasional
Wiranto Gelar Rapat Terbatas Tingkat Menteri, Bahas Situasi Politik dan Keamanan

Wiranto Gelar Rapat Terbatas Tingkat Menteri, Bahas Situasi Politik dan Keamanan

Nasional
Para Ajudan yang Setia Mengawal Atasannya Tes Capim KPK...

Para Ajudan yang Setia Mengawal Atasannya Tes Capim KPK...

Nasional
Close Ads X