Silaturahmi Lebaran AHY, Pesan Rekonsiliasi dan Kolaborasi Bangsa

Kompas.com - 13/06/2019, 19:37 WIB
Suasana silaturahim Agus Harimurti Yudhoyono dan Edhie Baskoro Yudhoyono bersama istri masing-masing dengan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka Jakarta, Rabu (5/6/2019). KOMPAS.com/FABIANUS JANUARIUS KUWADOSuasana silaturahim Agus Harimurti Yudhoyono dan Edhie Baskoro Yudhoyono bersama istri masing-masing dengan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka Jakarta, Rabu (5/6/2019).

Bukan sekadar pengetahuan dan pemahaman, melainkan juga sikap mental dalam mengelola berbagai permasalahan bangsa yang dapat dipelajari publik.

Jika kolaborasi antara presiden yang sedang menjabat, maupun para tokoh bangsa yang pernah menjabat dapat terjalin secara positif, tentunya siapa pun presiden yang sedang menjabat tidak perlu mengalami masa trial and error terlalu lama. Bahkan, bisa menghasilkan keputusan dengan kualitas first time right, tepat pada kesempatan pertama.

Presiden petahana tentunya yang bertanggung jawab atas setiap keputusan yang diambil, baik dan buruknya. Akan tetapi, mendapatkan masukan dari berbagai pihak yang pernah berada di posisi yang sama, membuat kualitas keputusan yang diambil bisa saja melampaui apa yang diharapkan publik kepada seorang presiden.

Inilah yang kita sebut sebagai kolaborasi substantif, berbagi peran untuk hal-hal substantif, bukan sekadar berbicara koalisi dalam konteks berbagi posisi saja.

Inisiatif untuk kolaborasi konstruktif dan substantif ini telah dimulai AHY dan keluarga Yudhoyono. Tinggal bagaimana para presiden dan keluarga presiden lain meresposnnya. Apakah hanya akan berhenti di Lebaran kali ini saja ataukah berlanjut ke depannya.

Merajut ukhuwah

Semua komunikasi politik ditujukan untuk menimbulkan pengaruh terhadap penerima pesan (Brian McNair, 2011). Begitu juga komunikasi politik yang dilakukan AHY dengan silaturahmi Lebaran.

AHY berharap dengan silaturahmi Lebaran yang dilakukannya, baik elite politik maupun masyarakat akar rumput terinspirasi untuk ikut menurunkan tensi politik yang ada. Dan, memulai komunikasi dan menjalin silaturahmi dengan pihak yang berbeda pendapat.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Elite politik yang sedang berkuasa sebaiknya memberikan teladan dengan tidak begitu mudahnya menuduh pihak berseberangan berencana makar. Seakan-akan makar ini jajanan pasar, begitu mudah didapat dan dilakukan.

Sebaliknya, elite politik yang sedang tidak berkuasa sebaiknya menahan diri untuk tidak begitu mudahnya menuduh yang berkuasa sedang menggadaikan negara ini kepada negara lain dan bakal membawa Indonesia menuju kehancuran.

Masyarakat pun sebaiknya tidak membawa konflik dalam kontestasi politik ke kehidupan sehari-hari. Ada yang merasakan aroma kecurangan yang kental, ataupun ketidakadilan perlakuan terhadap kubu-kubu tertentu. Tetapi, bukan berarti itu alasan untuk berbuat rusuh.

Ada jalur yang bisa digunakan dan ada mekanisme yang tersedia untuk menindaklanjutinya. Mari digunakan untuk menjadi contoh bagi pihak berseberangan agar dewasa dalam menyikapi perbedaan.

Begitu juga sebaliknya. Jika merasa ada elemen masyarakat yang mencoba menyampaikan aspirasi yang berbeda dari pandangan pemerintah, sangatlah tidak pantas jika mereka dianggap sebagai lawan sehingga pantas dikasari ataupun mendapatkan perlakuan tidak adil oleh aparat yang berwenang.

Jika kita merasa sebagai kaum paling toleran, apakah pantas kita bersikap intoleran dengan tidak bisa menerima perbedaan pandangan dari pihak yang berseberangan?

Saatnya kita merajut ukhuwah, untuk bangsa ini. Jika terus berkonflik, dan memasang posisi bermusuhan, kapan kita dapat melangkah maju, jauh lebih cepat, menuju Indonesia Emas 2045?

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jubir Covid-19 Wiku Adisasmito Umumkan Positif Covid-19

Jubir Covid-19 Wiku Adisasmito Umumkan Positif Covid-19

Nasional
UPDATE 19 Juni: 22.873.342 Orang Sudah Divaksinasi Covid-19 Dosis Pertama

UPDATE 19 Juni: 22.873.342 Orang Sudah Divaksinasi Covid-19 Dosis Pertama

Nasional
Muncul Dukungan Jokowi-Prabowo, PPP: Kita Tetap Taat Konstitusi

Muncul Dukungan Jokowi-Prabowo, PPP: Kita Tetap Taat Konstitusi

Nasional
UPDATE 19 Juni: 122.410 Spesimen Covid-19 Diperiksa dalam Sehari

UPDATE 19 Juni: 122.410 Spesimen Covid-19 Diperiksa dalam Sehari

Nasional
UPDATE 19 Juni: Kasus Baru Covid-19 Tercatat di 34 Provinsi, DKI Jakarta Catat 4.895 Kasus Baru

UPDATE 19 Juni: Kasus Baru Covid-19 Tercatat di 34 Provinsi, DKI Jakarta Catat 4.895 Kasus Baru

Nasional
UPDATE 19 Juni: Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia Bertambah 5.642, Total 135.738

UPDATE 19 Juni: Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia Bertambah 5.642, Total 135.738

Nasional
UPDATE: Bertambah 248, Kasus Kematian Akibat Covid-19 Kini 54.291

UPDATE: Bertambah 248, Kasus Kematian Akibat Covid-19 Kini 54.291

Nasional
UPDATE 19 Juni: Ada 118.023 Suspek Terkait Covid-19

UPDATE 19 Juni: Ada 118.023 Suspek Terkait Covid-19

Nasional
UPDATE 19 Juni: Tambah 7.016, Pasien Sembuh Covid-19 Jadi 1.786.143 Orang

UPDATE 19 Juni: Tambah 7.016, Pasien Sembuh Covid-19 Jadi 1.786.143 Orang

Nasional
UPDATE: Bertambah 12.906 Orang, Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 1.976.172

UPDATE: Bertambah 12.906 Orang, Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 1.976.172

Nasional
Ada Komunitas Ingin Usung Jokowi Tiga Periode, PBB: Sah-sah Saja Jika Tak Melanggar UU

Ada Komunitas Ingin Usung Jokowi Tiga Periode, PBB: Sah-sah Saja Jika Tak Melanggar UU

Nasional
Jelang Tenggat Waktu Penyerahan Pengelolaan TMII, Pemerintah Lakukan Sejumlah Persiapan

Jelang Tenggat Waktu Penyerahan Pengelolaan TMII, Pemerintah Lakukan Sejumlah Persiapan

Nasional
Sultan HB X Buka Opsi Lockdown, Kemendagri: PPKM Mikro Sudah Ketat

Sultan HB X Buka Opsi Lockdown, Kemendagri: PPKM Mikro Sudah Ketat

Nasional
Syukuran Kantor Seknas di Jakarta, Komunitas Jok-Pro 2024 Bakal Deklarasi Lima Bulan Lagi

Syukuran Kantor Seknas di Jakarta, Komunitas Jok-Pro 2024 Bakal Deklarasi Lima Bulan Lagi

Nasional
Tanggapi Relawan Jokowi-Prabowo, Istana: Presiden Patuh Aturan Masa Jabatan Dua Periode

Tanggapi Relawan Jokowi-Prabowo, Istana: Presiden Patuh Aturan Masa Jabatan Dua Periode

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X