Soal Koalisi Jokowi-Ma'ruf, Airlangga Sebut yang Penting Parlemennya Kuat

Kompas.com - 12/06/2019, 11:42 WIB
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengahadiri acara doa bersama yang digelar keluarga Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)di pendopo kediaman SBY, Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Senin (3/6/2019).KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengahadiri acara doa bersama yang digelar keluarga Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)di pendopo kediaman SBY, Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Senin (3/6/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua  Umum  Partai Golkar Airlangga Hartarto mengatakan, pada dasarnya partai politik koalisi Joko Widodo-Ma'ruf Amin terbuka atas bergabungnya partai politik lainnya. 

Airlangga menekankan, fokus utama dari unsur pendukung Jokowi-Ma'ruf adalah bagaimana menciptakan kekuatan yang mayoritas di parlemen

"Yang paling penting kalau dilihat secara politik adalah di parlemen ya. Konfigurasi (koalisi) politik harus mendorong parlemen yang kuat," ujar Airlangga saat dijumpai di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Rabu (12/6/2019).

Baca juga: Waketum Sebut Demokrat Tetap Berada di Koalisi Prabowo Sampai Putusan MK

Artinya, partai politik yang memiliki kursi signifikan di parlemen ini dapat diterima dengan baik di koalisi pendukung Jokowi-Ma'ruf demi menggolkan program-program yang direncanakan. 

Tidak menjadi soal  meskipun "teman baru" ini  belum mempunyai chemistry dengan parpol yang sudah bergabung sebelumnya. Menurut dia, mendapatkan chemistry satu sama lain hanya persoalan waktu. 

Meski demikian, Airlangga menegaskan bahwa saat ini belum ada perbincangan formal mengenai rencana masuknya partai politik yang sebelumnya berada di oposisi ke koalisi pendukung pemerintahan. 

Baca juga: Sekjen: PAN Konsisten Ada di Koalisi Pendukung 02!

Ia sekaligus menegaskan, perubahan konfigurasi koalisi di kubu Jokowi-Ma'ruf pasti akan dibincangkan dengan seluruh partai politik anggota koalisi. Berbeda dengan formasi kabinet yang merupakan wewenang Presiden sepenuhnya. 

"(Formasi kabinet) nanti tunggu Presiden. Kalau pembahasan soal koalisi, dibahas dengan anggota koalisi lainnya," lanjut Airlangga.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X