Kembangkan Kasus Korupsi Jalan di Bengkalis, KPK Jerat Seorang Direktur Perusahaan

Kompas.com - 16/05/2019, 18:14 WIB
Juru Bicara KPK Febri Diansyah dan Wakil Ketua KPK Laode M Syarif Juru Bicara KPK Febri Diansyah dan Wakil Ketua KPK Laode M SyarifJuru Bicara KPK Febri Diansyah dan Wakil Ketua KPK Laode M Syarif

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Direktur PT Mitra Bungo Abadi (MBA), Makmur, sebagai tersangka.

Penetapan tersangka ini merupakan hasil pengembangan kasus dugaan korupsi proyek peningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih, Kabupaten Bengkalis tahun 2013-2015.

Dalam kasus korupsi di Bengkalis, KPK sebelumnya menjerat Sekretaris Daerah Dumai Muhammad Nasir dan Direktur Utama PT Mawatindo Road Construction (MRC), Hobby Siregar.

"KPK menetapkan MK, Direktur PT Mitra Bungo Abadi dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi proyek peningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih, Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau Tahun Anggaran 2013-2015," kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarif dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (16/5/2019).

Baca juga: Bupati Bengkalis Diduga Terima Uang Rp 5,6 Miliar Terkait Proyek Jalan

Pada tahun 2011, Satuan Kerja (Satker) Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Bengkalis merencanakan proyek peningkatan beberapa jalan poros dengan anggaran sebesar Rp 2,5 triliun.

Sehingga, dibutuhkan penganggaran di APBD dalam format tahun jamak (multiyears).

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Dalam proses penganggaran itu lah, MK dan sejumlah pihak lain berupaya mengurus anggaran dan proyek tersebut pada Bupati Bengkalis saat itu (Herliyan Saleh)," kata Laode.

Herliyan tercatat sebagai Bupati Bengkalis periode 2010-2015.

Sekitar Agustus 2012, untuk kepentingan mendapatkan proyek, Makmur dan kawan-kawan diduga memberikan uang ke Herliyan sebesar Rp 300 juta.

"Masih di tahun 2012, MK dan kawan-kawan kembali memberikan uang Rp 1 miliar pada Bupati Bengkalis saat itu," ujar dia.

Baca juga: KPK Tetapkan Bupati Bengkalis sebagai Tersangka

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE 18 Juni: Kasus Suspek Covid-19 Ada 111.635 Orang

UPDATE 18 Juni: Kasus Suspek Covid-19 Ada 111.635 Orang

Nasional
UPDATE 18 Juni: 132.215 Spesimen Diperiksa dalam Sehari

UPDATE 18 Juni: 132.215 Spesimen Diperiksa dalam Sehari

Nasional
UPDATE 18 Juni: Tambah 7.907, Pasien Sembuh Covid-19 Jadi 1.779.127 Orang

UPDATE 18 Juni: Tambah 7.907, Pasien Sembuh Covid-19 Jadi 1.779.127 Orang

Nasional
Sejumlah Eks Pimpinan Jelaskan Nilai-nilai di KPK kepada Komnas HAM

Sejumlah Eks Pimpinan Jelaskan Nilai-nilai di KPK kepada Komnas HAM

Nasional
UPDATE: Bertambah 290, Kasus Kematian akibat Covid-19 Kini 54.043

UPDATE: Bertambah 290, Kasus Kematian akibat Covid-19 Kini 54.043

Nasional
UPDATE: Tambah 12.990 Orang, Kasus Covid-19 Indonesia Kini 1.963.266

UPDATE: Tambah 12.990 Orang, Kasus Covid-19 Indonesia Kini 1.963.266

Nasional
Pembahasan RKUHP, Pemerintah Diminta Buka Ruang Pelibatan Penyandang Disabilitas

Pembahasan RKUHP, Pemerintah Diminta Buka Ruang Pelibatan Penyandang Disabilitas

Nasional
Prabowo, Ganjar, dan Anies Konsisten di 3 Besar Hasil Survei, PPP Tak Mau Buru-buru Tentukan Pilihan

Prabowo, Ganjar, dan Anies Konsisten di 3 Besar Hasil Survei, PPP Tak Mau Buru-buru Tentukan Pilihan

Nasional
Menpan RB: Tidak Ada Istilah Kantor Pemerintahan Tutup atau Lockdown

Menpan RB: Tidak Ada Istilah Kantor Pemerintahan Tutup atau Lockdown

Nasional
Kasus Covid-19 Melonjak, PP Muhammadiyah: Perlu Perhatian Super Serius

Kasus Covid-19 Melonjak, PP Muhammadiyah: Perlu Perhatian Super Serius

Nasional
Buku 'Hikayat Pohon Ganja' dalam Kasus Anji Tak Penuhi Klasifikasi untuk Disita

Buku "Hikayat Pohon Ganja" dalam Kasus Anji Tak Penuhi Klasifikasi untuk Disita

Nasional
Menpan-RB: Hak Cuti Perorangan untuk ASN Sementara Ditiadakan

Menpan-RB: Hak Cuti Perorangan untuk ASN Sementara Ditiadakan

Nasional
Perhimpunan Dokter Minta Pemerintah Transparan soal Data Varian Corona

Perhimpunan Dokter Minta Pemerintah Transparan soal Data Varian Corona

Nasional
Bantah Dukung Jabatan Presiden 3 Periode, tapi Komunitas Relawan Usung Jokowi-Prabowo 2024

Bantah Dukung Jabatan Presiden 3 Periode, tapi Komunitas Relawan Usung Jokowi-Prabowo 2024

Nasional
Periksa Saksi, KPK Dalami Aliran Uang ke Stepanus Robin dan Pengacara Maskur Husein

Periksa Saksi, KPK Dalami Aliran Uang ke Stepanus Robin dan Pengacara Maskur Husein

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X