KPK Limpahkan Kasus Bupati Cianjur ke Pengadilan

Kompas.com - 28/04/2019, 10:51 WIB
Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan (kanan) menyaksikan petugas menunjukkan barang bukti uang yang diamankan dari operasi tangkap tangan (OTT) di Cianjur saat konferensi pers di Jakarta, Rabu (12/12/2018). KPK menetapkan empat tersangka termasuk Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar, serta mengamankan uang sejumlah Rp1,556 miliar yang diduga merupakan hasil korupsi dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan Kabupaten Cianjur tahun 2018. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/kye. Akbar Nugroho GumayWakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan (kanan) menyaksikan petugas menunjukkan barang bukti uang yang diamankan dari operasi tangkap tangan (OTT) di Cianjur saat konferensi pers di Jakarta, Rabu (12/12/2018). KPK menetapkan empat tersangka termasuk Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar, serta mengamankan uang sejumlah Rp1,556 miliar yang diduga merupakan hasil korupsi dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan Kabupaten Cianjur tahun 2018. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/kye.

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melimpahkan berkas dakwaan 4 terdakwa kasus dugaan pemerasan atau pemotongan penerimaan dana alokasi khusus bidang pendidikan SMP di Cianjur ke pengadilan.

"Jaksa Penuntut Umum KPK telah melimpahkan perkara dugaan pemerasan atau pemotongan penerimaan DAK Fisik Bidang Pendidikan SMP di Cianjur dengan nilai total yang dipotong sekitar Rp 6,9 miliar," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah dalam keterangan tertulis, Minggu (28/4/2019).

Baca juga: Kasus Bupati Cianjur, KPK Panggil Empat Kepala Sekolah

Keempat terdakwa itu adalah Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar; Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Cianjur Cecep Sobandi; Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Cianjur Rosidin dan kakak ipar Irvan, Tubagus Cepy Septhiady.

"Berdasarkan jadwal yang disampaikan pengadilan, persidangan akan dilakukan pada hari Senin, 29 April 2019 di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Bandung, dengan agenda pembacaan dakwaan," kata dia.

Dalam kasus ini, pemotongan anggaran tersebut sebesar 14,5 persen dari nilai anggaran Rp 46,8 miliar.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X