Wiranto: Kita Harus Apresiasi KPU dan Bawaslu, Bukan Malah Mencaci Maki

Kompas.com - 24/04/2019, 14:05 WIB
Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Wiranto di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu (24/3/2019).CHRISTOFORUS RISTIANTO/KOMPAS.com Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Wiranto di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu (24/3/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto mengatakan, semestinya masyarakat mengapresiasi kinerja Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dalam Pemilu 2019.

Sebab, menurut Wiranto, KPU dan Bawaslu sudah bekerja optimal dalam menyelenggarakan pemilu.

Apalagi, saat ini banyak petugas KPPS yang meninggal dunia seusai bertugas menjalankan pemilu.

"Kita seharusnya memberikan penghargaan dan apresiasi kepada KPU, Bawaslu, dan petugas keamanan yang telah melakukan pekerjaan besar dan berat ini dengan aman, lancar, dan damai serta sampai saat ini menimbulkan korban sebanyak 139 orang yang meninggal dalam tugas," ujar Wiranto seusai rapat koordinasi di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu (24/4/2019).


"Oleh sebab itu, sangatlah tidak tepat atau tidak pada tempatnya kalau melakukan fitnah, cacian, dan membuat tuduhan-tuduhan yang menyedihkan dan tidak berdasar," lanjut dia.

Baca juga: Situng KPU Data 27,16 Persen: Jokowi-Maruf 55,46 Persen, Prabowo-Sandi 44,54 Persen

Ia menjamin KPU dan Bawaslu bekerja secara profesional dan independen sehingga tak perlu diragukan.

Wiranto juga membantah pemerintah mengintervensi KPU untuk merekayasa hasil pemilu.

Ia meminta masyarakat tak terprovokasi dengan tudingan-tudingan yang menyatakan KPU berpihak dan menyerahkan rekapitulasi hasil pemilu kepada KPU.

"KPU telah melakukan penghitungan secara transparan yang perkembangan hasilnya dapat diakses oleh siapa pun setiap saat," lanjut dia.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Wapres Kalla Minta Pemda Proaktif Tangani Masalah di Nduga, Papua

Wapres Kalla Minta Pemda Proaktif Tangani Masalah di Nduga, Papua

Nasional
Penangkapan N Ungkap Perakit Bom Bekasi hingga Bom Gereja Filipina...

Penangkapan N Ungkap Perakit Bom Bekasi hingga Bom Gereja Filipina...

Nasional
Megawati Prabowo Bertemu Siang Ini, Jokowi Tidak ikut

Megawati Prabowo Bertemu Siang Ini, Jokowi Tidak ikut

Nasional
Hari Ini dalam Sejarah: Operasional Penerbangan Komersial di Bandara Polonia Dihentikan

Hari Ini dalam Sejarah: Operasional Penerbangan Komersial di Bandara Polonia Dihentikan

Nasional
7 Taman Gratis di Jakarta dan Sekitarnya buat Tempat Anak Bermain

7 Taman Gratis di Jakarta dan Sekitarnya buat Tempat Anak Bermain

Nasional
Hanya 3 Capim KPK Unsur Polri yang Sudah Lapor LHKPN Terbaru, Siapa Saja?

Hanya 3 Capim KPK Unsur Polri yang Sudah Lapor LHKPN Terbaru, Siapa Saja?

Nasional
Soal Calon Ketua MPR, Cak Imin: Sudah Saling Tahu, Tinggal Cocok-cocokan

Soal Calon Ketua MPR, Cak Imin: Sudah Saling Tahu, Tinggal Cocok-cocokan

Nasional
Wasekjen Gerindra Harap Pertemuan Prabowo, Jokowi, dan Megawati Turunkan Polarisasi di Masyarakat

Wasekjen Gerindra Harap Pertemuan Prabowo, Jokowi, dan Megawati Turunkan Polarisasi di Masyarakat

Nasional
Jokowi-Prabowo-Mega Akan Bertemu, Cak Imin: Bagus Supaya Terjadi Kebersamaan

Jokowi-Prabowo-Mega Akan Bertemu, Cak Imin: Bagus Supaya Terjadi Kebersamaan

Nasional
Godfahter of Patah Hati Didi Kempot Tampil di Harlah PKB, Diserbu Sad Boys dan Sad Girls

Godfahter of Patah Hati Didi Kempot Tampil di Harlah PKB, Diserbu Sad Boys dan Sad Girls

Nasional
Nilai Gratifikasi yang Diduga Diterima Gubernur Kepri Rp 6,1 Miliar

Nilai Gratifikasi yang Diduga Diterima Gubernur Kepri Rp 6,1 Miliar

Nasional
Hakim: Kantor MK Sekarang kayak Gudang, Isinya Berkas-berkas

Hakim: Kantor MK Sekarang kayak Gudang, Isinya Berkas-berkas

Nasional
[HOAKS] Isu Bandara Soekarno-Hatta Dijual ke Hong Kong

[HOAKS] Isu Bandara Soekarno-Hatta Dijual ke Hong Kong

Nasional
Kumpulkan Sejumlah Menteri, Kalla Bahas Lubang Bekas Tambang yang Makan Korban

Kumpulkan Sejumlah Menteri, Kalla Bahas Lubang Bekas Tambang yang Makan Korban

Nasional
Polri: Kelompok Teroris JAD dan MIT Berkomunikasi

Polri: Kelompok Teroris JAD dan MIT Berkomunikasi

Nasional
Close Ads X