Hidayat Nur Wahid: Rencana Pertemuan Jokowi dan Prabowo Tidak Urgen

Kompas.com - 22/04/2019, 12:14 WIB
Pesilat putra Indonesia, Hanifan Yudani Kusuma,mendapat ucapan selamat dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo dan Presiden Persekutuan Pencak Silat Antarbangsa (Persilat), Prabowo Subianto setelah berhasil meraih medali emas pada partai final nomor kelas C putra 55 kg sampai 60 kg Asian Games 2018 di Padepokan Pencak Silat, TMII, Jakarta, Rabu (29/8/2018). Hanifan Yudani Kusuma mengalahkan atlet pencak silat asal Vietnam, Nguyen Thai Linh.KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO Pesilat putra Indonesia, Hanifan Yudani Kusuma,mendapat ucapan selamat dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo dan Presiden Persekutuan Pencak Silat Antarbangsa (Persilat), Prabowo Subianto setelah berhasil meraih medali emas pada partai final nomor kelas C putra 55 kg sampai 60 kg Asian Games 2018 di Padepokan Pencak Silat, TMII, Jakarta, Rabu (29/8/2018). Hanifan Yudani Kusuma mengalahkan atlet pencak silat asal Vietnam, Nguyen Thai Linh.

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid mengatakan, rencana pertemuan dua calon presiden, yaitu Joko Widodo dan Prabowo Subianto pascaPemilu tidak terlalu urgen.

"Kalau kondisi sekarang ini menurut saya bukan itu yang urgen," kata Hidayat saat ditemui wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (22/4/2019).

Hidayat mengatakan, saat ini yang perlu dilakukan kedua paslon adalah mendinginkan suasana dan menunggu hasil akhir pemungutan suara yang sedang berjalan.

"Itu saja dilakukan dulu, karena situasinya kan semuanya sedang mengutamakan maksimal usaha dan hasil yang sementara ini dikerjakan untuk mendapatkan hasil maksimal," ujarnya.

Baca juga: Jubir BPN Pastikan Prabowo Tak Agendakan Bertemu Luhut

Hidayat mengatakan, semua pihak tak perlu saling mencari solusi karena hanya akan menimbulkan masalah baru. Bahkan bersikap seolah-olah Pemilu sudah selesai dengan hasil hitung cepat.

"Semua pihak yang dipentingkan adalah jangan melakukan manipulasi, jangan memprovokasi, jangan melakukan tindakan-tindakan yang seolah-olah Pemilu sudah selesai dengan quick count," tuturnya.

Selanjutnya, Hidayat meminta semua pihak untuk mengimbau masyarakat atau pendukung salah satu paslon untuk menunggu hasil akhir rekapitulasi yang dilakukan KPU.

"Kalau itu semua yang mereka lakukan Insya Allah dengan sendirinya akan terjadi pendinginan," pungkasnya.

Baca juga: Alasan Jokowi Utus Luhut Bertemu Prabowo Seusai Pemungutan Suara

Sebelumnya, saat jumpa pers di Restoran Plataran, Jakarta, Kamis (18/4/2019) sore, Jokowi mengaku ingin bertemu Prabowo Subianto.

Ia mengaku sudah mengutus seseorang untuk menyampaikan pesan kepada Prabowo.

Jokowi mengaku ingin tetap menjaga persahabatan antara dirinya dengan Ma'ruf Amin dan Prabowo-Sandiaga Uno.

Jokowi juga mengaku pertemuan dirinya dengan Prabowo sangat penting bagi masyarakat. 

"Saya sudah utus orang bertemu Prabowo dan Sandi untuk mendinginkan situasi di masyarakat jangan sampai ada yang panas karena pileg dan pilpres sudah selesai," kata Jokowi.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Close Ads X