TKN Yakin Kampanye Hitam soal Azan Tak Pengaruhi Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf di Jabar

Kompas.com - 26/02/2019, 19:13 WIB
Penulis Jessi Carina
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin tidak khawatir kampanye hitam soal azan akan berdampak pada elektabilitas di Jawa Barat.

Direktur Komunikasi Politik TKN Jokowi-Ma'ruf, Usman Kansong mengatakan masyarakat sudah bisa membedakan kabar bohong.

"Akar rumput kita sudah bisa memilah dan memilih informasi. Itu juga berkat upaya kita dengan gerakan menangkan fitnah dan hoaks," ujar Usman di Posko Cemara, Selasa (26/2/2019).

Apalagi, calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin juga masih gencar berkeliling Jawa Barat. Pekan ini Ma'ruf tengah bersafari ke daerah-daerah di Jawa Barat selama lima hari. Dengan upaya itu, dia yakin elektabilitas Jokowi-Ma'ruf di Jawa Barat akan tetap terjaga.

"Ditambah hasil survei paslon 01 sudah bagus sekali di Jawa Barat," kata Usman.

Baca juga: TKN: Ibu-ibu di Video Jika Jokowi Menang Tak Ada Azan adalah Korban

Namun, kata Usman, tidak khawatir bukan berarti TKN Jokowi tidak berbuat apa-apa soal kampanye hitam itu.

Pihaknya meminta polisi untuk menelusuri aktor intelektual di balik pemahaman ibu-ibu di video tersebut yang salah. Usman mengatakan pengusutan kasus ini bukan sekadar demi kemenangan dalam Pilpres saja.

"Bukan semata-mata kami ingin turun atau naik elektabilitasnya tetapi ada cita-cita yang lebih tinggi lagi yang kita perjuangkan yakni persatuan," kata dia.

Baca juga: Maruf Amin: Saya Tukang Azan, Kok Dibilang Enggak Ada Azan?

Adapun, vdeo ibu-ibu yang menyebut jika Jokowi terpilih kembali, tidak akan ada azan viral di media sosial. Video tersebut salah satunya diunggah akun Instagram indozone.id.

Dalam video tersebut tampak dua perempuan tengah berbicara kepada salah seorang penghuni rumah dalam bahasa Sunda. Diduga hal itu untuk memengaruhi warga agar tidak memilih Jokowi pada pilpres mendatang.

"Moal aya deui sora azan, moal aya deui nu make tiung. Awewe jeung awewe meunang kawin, lalaki jeung lalaki meunang kawin (Tidak ada lagi suara azan, tidak ada lagi yang memakai kerudung. Perempuan sama perempuan boleh menikah, laki-laki sama laki-laki boleh menikah)," kata perempuan dalam video tersebut.

Kompas TV Polres Karawang mengamankan tiga perempuan yang diduga melakukan penghasutan dan ujaran kebencian jelang pemilu 2019. Ketiganya diduga telah menyebarkan informasi bohong mengandung SARA dan fitnah terhadap Capres nomor urut 01, Joko Widodo.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.