Satgas Tinombala Tangkap Kurir yang Diduga Terafiliasi Kelompok Ali Kalora

Kompas.com - 14/02/2019, 16:48 WIB
Kepala Sub Satgas Humas Tinombala 2019 AKP Wianrto menunjukkan Daftar Pencarian Orang (DPO) terduga teroris Poso di Mapolda Sulawesi Tengah di Palu, Rabu (9/1/2019). Jumlah DPO terduga teroris Poso yang kini diburu dalam operasi bersandi Tinombala bertambah dari 10 orang tahun 2018 menjadi 14 orang tahun ini. ANTARA FOTO/Basri Marzuki/ama.ANTARA/BASRI MARZUKI Kepala Sub Satgas Humas Tinombala 2019 AKP Wianrto menunjukkan Daftar Pencarian Orang (DPO) terduga teroris Poso di Mapolda Sulawesi Tengah di Palu, Rabu (9/1/2019). Jumlah DPO terduga teroris Poso yang kini diburu dalam operasi bersandi Tinombala bertambah dari 10 orang tahun 2018 menjadi 14 orang tahun ini. ANTARA FOTO/Basri Marzuki/ama.

JAKARTA, KOMPAS.com - Satuan Tugas (Satgas) Operasi Tinombala menangkap seorang kurir yang diduga terafiliasi dengan kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengungkapkan kurir tersebut ditangkap di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

"Satgas menangkap kurir simpatisan DPO, ini sudah dilakukan penangkapan kurir-kurirnya dan dalam pemeriksaan," tutur Dedi di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (14/2/2019).

Kurir diketahui bertugas membawa logistik untuk kelompok Ali Kalora dengan menggunakan karung.


Baca juga: Kelompok Ali Kalora Cs Masih dalam Pengejaran Polisi

Dedi menuturkan logistik tersebut dibawa dengan cara dipikul karena medan yang tak memungkinkan membawa kendaraan.

"Kurir membawa logistik untuk kebutuhan (Ali Kalora cs), seperti beras, mi instan, atau telur," ujar Dedi.

Pihak kepolisian pun masih melakukan pengejaran terhadap kelompok teroris itu.

Cara yang dilakukan pihak kepolisian mulai dari menguasai jalur-jalur logistik kelompok itu, memantau jalur komunikasi, hingga menggandeng keluarga anggota kelompok Ali Kalora cs agar mau menyerahkan diri.

Baca juga: Faktor Geografis Masih Jadi Kendala Polisi dalam Mengejar Ali Kalora Cs

Sebelumnya, aparat yang tengah membawa jenazah RB alias A (34), warga sipil korban mutilasi di kawasan Desa Salubanga, Sausu, Parimo, Sulteng, ditembaki sekelompok orang bersenjata yang diduga kelompok Ali Kalora, pada 31 Desember 2018.

Penembakan dilakukan saat salah seorang petugas hendak menyingkirkan kayu dan ranting pohon yang menghalangi jalan.

Kontak tembak aparat dengan kelompok teroris tak terhindarkan sehingga menyebabkan dua petugas yakni Bripka Andrew dan Bripda Baso, terluka.




Close Ads X