Formappi Sebut Baleg Pemerintah Harus Diisi Orang yang Berwibawa

Kompas.com - 08/12/2018, 17:28 WIB
Diskusi Perlukah Membentuk Badan Legislasi Pemerintah di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (8/12/2018).Kompas.com/Fitria Chusna Farisa Diskusi Perlukah Membentuk Badan Legislasi Pemerintah di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (8/12/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Sebastian Salang mendukung wacana pembentukan badan legislasi ( baleg) pemerintah.

Namun demikian, jika nantinya wacana tersebut betul-betul direalisasikan, ia meminta supaya baleg diisi oleh orang-orang yang berwibawa agar dalam kinerjanya mereka dihargai DPR.

"Pemerintah harus sungguh-sungguh, badan ini harus benar-benar dirancang dengan orang yang tepat, dia juga punya wibawa sehingga dia dihargai oleh DPR," kata Sebastian dalam diskusi berjudul "Perlukah Membentuk Badan Legislasi Pemerintah" di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (8/12/2018).

Baca juga: Badan Legislasi Pemerintah Dinilai Bisa Selesaikan Lemahnya Manajemen Pembentukan RUU


Menurut Salang, sudah seharusnya pemerintah dan DPR mendukung dibentuknya baleg pemerintah.

Sebab, keberadaan badan tersebut dapat membantu pemerintah berkoordinasi dalam mekanisme perencanaaan undang-undang.

Baleg pemerintah juga bisa digunakan sebagai pusat studi legislasi pemerintah sekaligus tempat aspirasi publik.

Baca juga: Keberadaan Badan Legislasi Pemerintah Dinilai Bisa Akomodasi Suara Rakyat

Tak hanya itu, baleg pemerintah juga dinilai dapat menjadi mitra pemerintah dengan DPR saat rencana penyusunan Program Legislasi Nasional (Prolegnas).

Baleg diharapkan dapat memperbaiki kinerja DPR bersama pemerintah terkait pembentukan Undang-Undang.

"Karena selama ini proses pembahasan undang-undang kita DPR dikritik karena produktivitasnya sangat jelek, kualitasnya juga dikritik," ujar Salang.

Baca juga: Kata Wakil Ketua Baleg, Legislasi Tak Bergantung pada DPR

"Mudah-mudahan dengan terbentuknya (baleg pemerintah) ini bisa diperbaiki. Paling tidak kita memulai apabila ada kekurangan punya bahan untuk evaluasi," sambungnya.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Close Ads X