Presiden: Akhir-akhir Ini Banyak Spanduk Jokowi PKI - Kompas.com

Presiden: Akhir-akhir Ini Banyak Spanduk Jokowi PKI

Kompas.com - 07/12/2018, 13:29 WIB
Presiden Jokowi saat membuka Jambore Bela Negara Forum Komunikasi Putra Putri TNI-Polri (FKPPI) di Bumi Perkemahan Ragunan, Jalan RM Harsono, Jakarta Selatan, Jumat (7/12/2018).KOMPAS.com/Ihsanuddin Presiden Jokowi saat membuka Jambore Bela Negara Forum Komunikasi Putra Putri TNI-Polri (FKPPI) di Bumi Perkemahan Ragunan, Jalan RM Harsono, Jakarta Selatan, Jumat (7/12/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Joko Widodo kembali membantah isu yang menyebut dirinya sebagai bagian dari Partai Komunis Indonesia.

Kepala Negara kembali bicara soal hal ini karena belakangan banyak spanduk yang menyebut Jokowi adalah PKI.

"Banyak disampaikan di bawah isu Presiden Jokowi itu PKI. Dan bahkan akhir -akhir ini banyak spanduk seperti itu," kata Presiden Jokowi saat membuka Jambore Bela Negara Forum Komunikasi Putra Putri TNI-Polri (FKPPI) di Bumi Perkemahan Ragunan, Jalan RM Harsono, Jakarta Selatan, Jumat (7/12/2018).

Jokowi kembali mengingatkan bahwa PKI dibubarkan oleh pemerintah tahun 1965. Sementara Jokowi lahir pada 1961.

"Saya baru umur empat tahun, apa ada PKI balita?" kata Jokowi.

Baca juga: Curhat Jokowi Pada Yusril, Salah Satunya soal Isu PKI

Jokowi mengatakan, selama empat tahun terakhir, ia hanya diam menanggapi isu dan fitnah ini.

Namun, kali ini ia merasa harus menanggapi karena masyarakat yang mempercayai isu ini semakin banyak.

Menurut Jokowi, berdasar survei yang dilakukan, ada 9 juta masyarakat yang percaya bahwa dirinya adalah PKI.

"Ini kenapa saya jawab, karena saya dapat survei masyarakat percaya fitnah seperti ini. Jadi di mana-mana saya singgung hal seperti ini," kata dia.

Baca juga: Bawaslu Turunkan Spanduk #JKWBersamaPKI di Tanah Abang

Jokowi meminta cara-cara berpolitik seperti ini harus dihentikan. Sebab, hal itu merusak demokrasi.

Sebuah spanduk yang menyebut calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo bersama PKI terpasang di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Informasi tentang pemasangan spanduk itu menjadi viral di media sosial setelah diunggah oleh akun Twitter @gm_gm, Selasa (4/12/2018).

Baca juga: Jokowi Ingin Tabok Pihak yang Menudingnya PKI

Berdasarkan foto yang diunggah di media sosial, spanduk itu memuat lima tagar, yakni #PKIBerkedokPancasila, #JKWBersamaPKI, #JKWHoakNasional, #JKWSontoloyoNasional, dan #JKWGenderuwoNasional. Tertulis juga kalimat "2019 Tenggelamkan PKI".

Spanduk itu memuat foto calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

Komisioner Bawaslu DKI Jakarta Puadi menyebut belum menerima laporan masyarakat terkait pemasangan spanduk itu.

Kendati demikian, ia mengatakan masyarakat telah mencopot spanduk itu karena isi spanduk tersebut dinilai bisa menimbulkan keributan.


Terkini Lainnya

Bangun 7 Taman Maju Bersama, Pemprov DKI Ingin Perkuat Interaksi Warga

Bangun 7 Taman Maju Bersama, Pemprov DKI Ingin Perkuat Interaksi Warga

Megapolitan
Junta Cabut Larangan Kampanye Politik, Thailand Siap Gelar Pemilu

Junta Cabut Larangan Kampanye Politik, Thailand Siap Gelar Pemilu

Internasional
Tahun Depan, Program Binmas Noken Polri Sasar Wilayah Nduga dan Tolikara

Tahun Depan, Program Binmas Noken Polri Sasar Wilayah Nduga dan Tolikara

Nasional
Pemprov DKI Jakarta Anggarkan Triliunan Rupiah untuk Revitalisasi TIM

Pemprov DKI Jakarta Anggarkan Triliunan Rupiah untuk Revitalisasi TIM

Megapolitan
Terbukti Kampanye di Sekolah, Caleg Gerindra Divonis 4 Bulan Penjara

Terbukti Kampanye di Sekolah, Caleg Gerindra Divonis 4 Bulan Penjara

Megapolitan
Fadli Zon: Kami Ingin Yakinkan Rakyat Jawa Tengah Pentingnya Perubahan

Fadli Zon: Kami Ingin Yakinkan Rakyat Jawa Tengah Pentingnya Perubahan

Nasional
Asyiknya Mengamati Burung Kuntul Kecil saat Berbiak

Asyiknya Mengamati Burung Kuntul Kecil saat Berbiak

Regional
Mengenal Hermitage, Salah Satu Museum Terbesar dan Tertua di Dunia

Mengenal Hermitage, Salah Satu Museum Terbesar dan Tertua di Dunia

Internasional
Komnas HAM Tak Persoalkan Jokowi Absen Tiba-tiba di Peringatan HAM Sedunia

Komnas HAM Tak Persoalkan Jokowi Absen Tiba-tiba di Peringatan HAM Sedunia

Nasional
Hujan Disertai Angin Kencang, 2 Rumah di Ponorogo Roboh Tertimpa Pohon Ambruk

Hujan Disertai Angin Kencang, 2 Rumah di Ponorogo Roboh Tertimpa Pohon Ambruk

Regional
Cuaca Buruk, 2 Pesawat Tujuan Batam Tertunda Mendarat di Hang Nadim

Cuaca Buruk, 2 Pesawat Tujuan Batam Tertunda Mendarat di Hang Nadim

Regional
JK: Pemerintah Tak Selalu Tertuduh dalam Pelanggaran HAM, Terkadang Jadi Korban

JK: Pemerintah Tak Selalu Tertuduh dalam Pelanggaran HAM, Terkadang Jadi Korban

Nasional
KAI Daop 6 Yogyakarta Terjunkan Petugas Ronda Amankan Daerah Rawan

KAI Daop 6 Yogyakarta Terjunkan Petugas Ronda Amankan Daerah Rawan

Regional
Kritik Pemerintah Arab Saudi, Presenter Ini Dilarang Tampil di Acara Televisi

Kritik Pemerintah Arab Saudi, Presenter Ini Dilarang Tampil di Acara Televisi

Internasional
Tertuduh Mata-mata Rusia Akan Akui Bersalah dan Kerja Sama dengan Jaksa

Tertuduh Mata-mata Rusia Akan Akui Bersalah dan Kerja Sama dengan Jaksa

Internasional

Close Ads X