Ini Alasan Jimly Asshiddiqie Daftar Jadi Caleg DPD Asal DKI

Kompas.com - 18/09/2018, 15:01 WIB
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie saat ditemui di sela-sela acara halalbihalal Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (16/6/2018). KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTOMantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie saat ditemui di sela-sela acara halalbihalal Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (16/6/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com -- Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie membenarkan bahwa dirinya mendaftarkan diri sebagai calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI alias senator pada Pemilu 2019

"Betul. Saya mendaftarkan diri sebagai calon anggota DPD, dengan daerah pemilihan DKI Jakarta," ujar Jimly kepada Kompas.com, Selasa (18/9/2018).

Ada sejumlah alasan yang melatarbelakangi dirinya mendaftarkan diri sebagai perwakilan daerah.

Baca juga: Jimly Asshiddiqie hingga Sylviana Murni Masuk Draft Caleg DPD Asal DKI


Pertama, ia melihat DPD yang seharusnya berasal dari perwakilan masyarakat daerah dan kelompok minoritas di Indonesia semakin lama semakin didominasi oleh sosok dengan latar belakang partai politik.

"Saya melihat DPD itu saat ini mengalami parpolisasi. Masyarakat Indonesia itu majemuk serta kompleks sekali sehingga kalau parlemen dikuasai partai politik, dipastikan ada kelompok yang tidak terwakili," ujar Jimly.

Alasan kedua, Jimly melihat DPD saat ini lebih fokus pada perancangan legislasi. Padahal, fungsi utama DPD, lanjut Jimly, adalah pengawasan agar program pemerintah pusat dan daerah berjalan dengan baik dan merata.

"Kalau mengutamakan legislasi, kerjanya berantem terus dengan DPR. DPD itu harusnya mengedepankan partnership dengan mendahulukan kepentingan daerah menjadi agenda nasional, juga memperkuat pengawasannya," ujar Jimly.

Ketiga, Jimly ingin membuktikan bahwa menjadi wakil rakyat tidak perlu menggunakan kekuatan finansial yang fantastis. Jimly mengaku tidak memiliki uang besar. Ia mengaku, hanya memiliki jaringan yang mumpuni untuk meraih suara.

"Jujur, saya enggak punya modal. Modal saya hanya Tuhan dan jaringan saya saja. Apabila jaringan ini mendukung secara efektif, ya mudah-mudahan terpilih. Daripada saya hanya menjadi penonton dari luar," ujar Jimly.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X