PSI: Pemilih Pemula dan Minoritas Terkejut Ma'ruf Amin Terpilih Jadi Cawapres Jokowi

Kompas.com - 21/08/2018, 20:14 WIB
Bakal capres cawapres Pilpres 2019, Joko Widodo (kanan) dan Maruf Amin tiba di RSPAD untuk menjalani tes kesehatan yang diselenggarakan KPU, Jakarta, Minggu (12/8). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/foc/18. Akbar Nugroho GumayBakal capres cawapres Pilpres 2019, Joko Widodo (kanan) dan Maruf Amin tiba di RSPAD untuk menjalani tes kesehatan yang diselenggarakan KPU, Jakarta, Minggu (12/8). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/foc/18.
Penulis Ihsanuddin
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekjen Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni menilai wajar jika elektabilitas Joko Widodo turun karena memilih Ma'ruf Amin sebagai calon wakil presiden.

Menurut Antoni, dipilihnya Ma'ruf Amin memang membuat basis pendukung Jokowi dari kalangan pemilih pemula dan minoritas terkejut.

"Saya kira pemilih Pak Jokowi di kalangan pemilih pemula dan minoritas terkejut saja dengan pilihan cawapres kemarin," kata Antoni kepada Kompas.com, Selasa (21/8/2018).

Baca juga: Tim Jokowi-Maruf Yakin Menteri yang Berkampanye Tetap Profesional

Hal ini disampaikan Antoni menanggapi hasil survei terbaru dari Lingkaran Survei Indonesia Denny JA. Survei tersebut menunjukkan, pemilihan Ma'ruf Amin sebagai cawapres berdampak pada penurunan elektabilitas Jokowi.

Sebelum berpasangan dengan Ketua Majelis Ulama Indonesia itu, elektabilitas Jokowi mencapai 53,6 persen. Namun, saat dipasangkan dengan Ma'ruf Amin, elektabilitas petahana turun menjadi 52,2 persen.

Menurut Adjie, penurunan pemilih Jokowi terjadi di beberapa segmen, yakni pemilih non-Muslim (22,8 persen), pemilih kaum terpelajar (40,4 persen), dan pemilih pemula (7,6 persen).

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Staf Khusus Presiden: Orang Papua Melihat Maruf Amin Selevel Gus Dur

Kendati demikian, Antoni yakin pada akhirnya para pemilih Jokowi yang menolak Ma'ruf Amin sebagai cawapres itu pada akhirnya akan kembali ke jalan yang benar.

"Yang namanya terkejut InsyaAllah tidak akan lama. Semua akan kembali normal. Saya yakin milenial dan minoritas akan kembali ke ke jalan yang benar setelah mereka enggak kaget," kata Antoni, yang partainya sempat menjagokan Mahfud MD sebagai cawapres Jokowi.

Meski menunjukkan tren penurunan elektabilitas Jokowi, namun Antoni menilai survei LSI ini membuat barisan pendukung koalisi Jokowi-Ma'ruf lega. Sebab, elektabilitas pasangan itu masih diatas 52,2 persen.

Baca juga: Sekjen PPP Sebut Maruf Amin Bakal Didandani Milenial meski Kenakan Sarung

Sementara itu, pesaingnya Prabowo Subianto-Sandiaga Uno hanya memperoleh elektabilitas 29,5 persen.

"Secara umum, hasil survei ini membuat kami lega. Sebuah awal yang baik," kata Antoni.

"Semua akan kembali berfikir normal bahwa ini adalah pemilihan presiden. Pilihannya Jokowi dan Prabowo," tambah wakil sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf ini.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Presiden: Pada Saatnya Saya Akan Bicara Arah Kapal Besar Relawan Jokowi di Pilpres 2024

Presiden: Pada Saatnya Saya Akan Bicara Arah Kapal Besar Relawan Jokowi di Pilpres 2024

Nasional
Rencana Pemerintah Menaikkan Tarif PPN Dinilai Akan Bebani Masyarakat

Rencana Pemerintah Menaikkan Tarif PPN Dinilai Akan Bebani Masyarakat

Nasional
Kepala BNPB Paparkan 6 Strategi Kendalikan Penyebaran Kasus Covid-19

Kepala BNPB Paparkan 6 Strategi Kendalikan Penyebaran Kasus Covid-19

Nasional
Kuasa Hukum Berharap Gugatan Warga soal Ganti Rugi terhadap Juliari Tak Dihambat

Kuasa Hukum Berharap Gugatan Warga soal Ganti Rugi terhadap Juliari Tak Dihambat

Nasional
Survei: Kepuasan Masyarakat terhadap Kinerja Jokowi Turun, Jadi 75,6 Persen

Survei: Kepuasan Masyarakat terhadap Kinerja Jokowi Turun, Jadi 75,6 Persen

Nasional
Penjelasan Menkes soal Masuknya Varian Corona Asal India ke Kudus

Penjelasan Menkes soal Masuknya Varian Corona Asal India ke Kudus

Nasional
Jokowi Sebut Relawannya Ditarik-tarik untuk Kepentingan Pilpres 2024

Jokowi Sebut Relawannya Ditarik-tarik untuk Kepentingan Pilpres 2024

Nasional
Jokowi Minta Relawan Tak Terburu-buru Tentukan Sikap Terkait Pilpres 2024

Jokowi Minta Relawan Tak Terburu-buru Tentukan Sikap Terkait Pilpres 2024

Nasional
Tower 8 Wisma Atlet Pademangan hingga Rusun Nagrak Cilincing Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Tower 8 Wisma Atlet Pademangan hingga Rusun Nagrak Cilincing Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Nasional
Kepala BNPB: Faktor Utama Lonjakan Covid-19 Mobilisasi Masyarakat, Khususnya Saat Liburan

Kepala BNPB: Faktor Utama Lonjakan Covid-19 Mobilisasi Masyarakat, Khususnya Saat Liburan

Nasional
Jokowi Minta Kepala BNPB Terus Ingatkan Masyarakat soal Disiplin Protokol Kesehatan

Jokowi Minta Kepala BNPB Terus Ingatkan Masyarakat soal Disiplin Protokol Kesehatan

Nasional
Sebaran 9.868 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di DKI Jakarta

Sebaran 9.868 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di DKI Jakarta

Nasional
UPDATE 13 Juni: 11.568.443 Orang Sudah Disuntik Vaksin Covid-19 Dosis Kedua

UPDATE 13 Juni: 11.568.443 Orang Sudah Disuntik Vaksin Covid-19 Dosis Kedua

Nasional
UPDATE 13 Juni: Kasus Suspek Covid-19 di Indonesia Mencapai 108.997

UPDATE 13 Juni: Kasus Suspek Covid-19 di Indonesia Mencapai 108.997

Nasional
UPDATE 13 Juni: Ada 113.388 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 13 Juni: Ada 113.388 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X