Pilkada Jabar 2018 dan Peluang Koalisi di Pilpres 2019

Kompas.com - 29/06/2018, 16:16 WIB
Pasangan calon gubernur-wakil gubernur Jawa Barat, Sudrajat-Ahmad Syaikhu dalam debat publik Pilgub Jabar terakhir, Jumat (22/6/2018). KOMPAS.com/Dendi RamdhaniPasangan calon gubernur-wakil gubernur Jawa Barat, Sudrajat-Ahmad Syaikhu dalam debat publik Pilgub Jabar terakhir, Jumat (22/6/2018).

Modal 30an persen suara RK ini pun masih berkisar captive market Jokowi di Jabar pada 2014 lalu. Ini sejalan dengan hasil berbagai survei, ada irisan yang sangat kuat antara pendukung Jokowi dan pendukung RK.

Dengan demikian, angka 30an persen suara RK ini belum cukup tinggi untuk dikapitalisasi buat meningkatkan elektabilitas Jokowi di Jawa Barat. Jadi, hasil pilgub Jabar kali ini belum merupakan angin segar buat Jokowi.

Prestasi "Asyik" (belum) berkah bagi Prabowo

Kenaikan drastis perolehan suara Sudrajat-Syaikhu di Pilkada Jabar 2018, jika dibandingkan dengan hasil berbagai survei jelang hari pemungutan suara, memang mengejutkan banyak pihak.

Ada tiga faktor kunci dalam keberhasilan pasangan calon Sudrajat-Syaikhu atau sering disebut "Asyik".

Pertama, mesin partai PKS kembali terbukti dapat diandalkan untuk Jabar. Bersama mesin partai Gerindra yang sudah terasah ketika Pilkada Jakarta 2017 lalu, sangat terasa ada lonjakan signifikan dalam pergerakan penggalangan massa yang dilakukan tim paslon "Asyik" dalam dua tiga minggu terakhir. Baik melalui penggalangan suara secara fisik maupun penggunaan media sosial secara terarah. 


Kedua, tanpa adanya faktor isu yang tepat sesuai dengan segmen pemilih yang dituju, mesin partai yang rapi dan terstruktur laiknya armada transportasi yang besar tanpa adanya muatan atau ‘barang’ yang diinginkan oleh publik.

Di Pilkada Jabar 2018, pasangan "Asyik" memanfaatkan segmen masyarakat yang jenuh dengan situasi Indonesia saat ini. Segmen yang merasa perlu perubahan kepemimpinan di tingkat nasional.

Tagar #2019GantiPresiden yang memang diinisiasi oleh salah satu petinggi PKS, Mardani Ali Sera, benar-benar dieksploitasi pasangan "Asyik".

Narasi yang digulirkan pendukung "Asyik" adalah asosiasi kuat pergantian kepemimpinan nasional dengan terpilihnya "Asyik" sebagai gubernur-wakil gubernur Jabar. Dan, jika memilih tiga pasangan calon lain, berarti mendukung terpilihnya kembali Jokowi di 2019.

Narasi ini terbukti berhasil menggerus suara pemilih yang sebelumnya memilih pasangan calon Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi.

Mengingat Demokrat yang selalu menggaungkan kepedulian terhadap rakyat, serta menampilkan sosok AHY selaku pemimpin muda, pemimpin baru untuk Indonesia, sempat memikat warga Jabar yang menginginkan perubahan kepemimpinan nasional.

Hanya, momen ini berhasil "diambil" di tikungan terakhir oleh pasangan Sudrajat-Syaikhu karena digaungkan secara masif dan fokus.

Di sisi lain, pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi memang tidak pernah menunjukkan ketegasan dukungan terhadap aspirasi pergantian kepemimpinan nasional di 2019. Hal ini secara tidak langsung mengkonfirmasi narasi yang dikembangkan oleh pendukung "Asyik".

Ketiga, segmen pemilih muslim Jabar merupakan yang terbesar di Indonesia, dan kesadaran beragamanya relatif tinggi. Karena itu, sosok pemimpin yang dianggap relijius, bakal lebih mudah memikat sebagian warga Jabar.

Masih ingat dengan Aher yang berhasil menjadi gubernur dua periode di Jabar, dengan citra sebagai ustaz yang sederhana melekat kuat di sosok Aher?

Narasi ini juga yang dikembangkan PKS dan Gerindra secara intens di minggu-minggu akhir di Jabar dengan mengedepankan sosok relijius Syaikhu melalui pesan-pesan pribadi di media sosial.

Sosok pemimpin yang juga kuat agamanya bisa dikatakan aspirasi sebagian pemilih muslim muda dan modern di Jabar, yang menjadi captive market-nya PKS.

Gabungan kedua narasi di atas, diolah oleh mesin partai PKS dan Gerindra serta PAN, terbukti berhasil melonjakkan perolehan suara "Asyik" secara signifikan.

Semangat kemenangan di Jakarta 2017, dan keberhasilan meningkatkan perolehan suara secara signifikan untuk paslon "Asyik" di Pilkada Jabar 2018, membuat moral kader PKS, Gerindra, dan juga PAN meningkat untuk menyongsong Pilpres 2019.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE 30 Mei: Pemerintah Telah Periksa 311.906 Spesimen Terkait Covid-19

UPDATE 30 Mei: Pemerintah Telah Periksa 311.906 Spesimen Terkait Covid-19

Nasional
UPDATE 30 Mei: Bertambah 53, Pasien Covid-19 Meninggal Dunia Jadi 1.573 Orang

UPDATE 30 Mei: Bertambah 53, Pasien Covid-19 Meninggal Dunia Jadi 1.573 Orang

Nasional
Bertambah 523, Kini Ada 7.015 Orang Sembuh dari Covid-19

Bertambah 523, Kini Ada 7.015 Orang Sembuh dari Covid-19

Nasional
UPDATE 30 Mei: Bertambah 557, Kasus Covid-19 Capai 25.773

UPDATE 30 Mei: Bertambah 557, Kasus Covid-19 Capai 25.773

Nasional
LAN Lakukan Penyederhanaan Birokrasi untuk Hadapi New Normal

LAN Lakukan Penyederhanaan Birokrasi untuk Hadapi New Normal

Nasional
UPDATE 30 Mei: WNI Positif Covid-19 di Luar Negeri Tambah 15 Orang, Kasus Perdana di Chile

UPDATE 30 Mei: WNI Positif Covid-19 di Luar Negeri Tambah 15 Orang, Kasus Perdana di Chile

Nasional
Dompet Dhuafa: Di Tengah Pandemi, Antusias Kemanusiaan Masyarakat Indonesia dalam Tren Positif

Dompet Dhuafa: Di Tengah Pandemi, Antusias Kemanusiaan Masyarakat Indonesia dalam Tren Positif

Nasional
Pemerintah Dinilai Terlalu Paksakan Penerapan 'New Normal'

Pemerintah Dinilai Terlalu Paksakan Penerapan "New Normal"

Nasional
Pasien Covid-19 di RSD Wisma Atlet Kemayoran Berkurang 66, Kini Jadi 619 Orang

Pasien Covid-19 di RSD Wisma Atlet Kemayoran Berkurang 66, Kini Jadi 619 Orang

Nasional
Ramadhan 2020, Dompet Dhuafa Berhasil Himpun Dana Rp 105 Miliar

Ramadhan 2020, Dompet Dhuafa Berhasil Himpun Dana Rp 105 Miliar

Nasional
Bela Risma soal Mobil PCR, PDI-P Berharap Khofifah Lebih Bijak Tentukan Prioritas

Bela Risma soal Mobil PCR, PDI-P Berharap Khofifah Lebih Bijak Tentukan Prioritas

Nasional
Kualitas SDM Jadi Kunci Sukses Program Kesejahteraan Sosial Kemensos

Kualitas SDM Jadi Kunci Sukses Program Kesejahteraan Sosial Kemensos

Nasional
KawalBansos.ID Terima 510 Aduan Terkait Bansos Covid-19, Terbanyak dari Jawa Barat

KawalBansos.ID Terima 510 Aduan Terkait Bansos Covid-19, Terbanyak dari Jawa Barat

Nasional
'New Normal' Mulai 5 Juni, ASN Diminta Tetap Patuhi Jam Kerja

"New Normal" Mulai 5 Juni, ASN Diminta Tetap Patuhi Jam Kerja

Nasional
Partai Golkar Dukung Pemberlakuan New Normal

Partai Golkar Dukung Pemberlakuan New Normal

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X