Pilkada Jabar 2018 dan Peluang Koalisi di Pilpres 2019

Kompas.com - 29/06/2018, 16:16 WIB
Pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi saat kampanye akbar di Lapangan Kresna, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (23/6/2018). KOMPAS.com / RAMDHAN TRIYADI BEMPAHPasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi saat kampanye akbar di Lapangan Kresna, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (23/6/2018).

Tetapi, bukan berarti tidak ada celah yang perlu dicermati pemimpin PKS dan Gerindra. Ada penurunan suara yang cukup signifikan dibandingkan era Ahmad Heryawan-Dede Yusuf dan Ahmad Heryawan- Deddy Mizwar.

Dengan kata lain, kekuatan mesin partai PKS dan juga Gerindra meskipun diyakini masih disegani, tetapi belum cukup untuk memastikan kader PKS kembali sebagai gubernur/wakil gubernur Jabar.

Lalu, kapitalisasi isu perubahan kepemimpinan nasional di 2019, masih belum terasosiasi kuat dengan sosok Prabowo. Resep ‘Pilihan Prabowo’ yang digulirkan Gerindra, terasa masih kurang "nendang", sebelum isu pergantian kepemimpinan nasional digulirkan sendiri secara solid tanpa diasosiasikan dengan satu sosok.

Ini menunjukkan Prabowo beserta Gerindra dan PKS, masih punya PR besar untuk mengasosiasikan calon presidennya sebagai sosok yang tepat untuk menggantikan presiden petahana di 2019.

Perlu ada penegasan dan komunikasi ke publik secara lebih luas dan intens, untuk menyingkirkan keraguan akan kesiapan Prabowo mengikuti kontestasi Pemilu 2019.

Kerja sama strategis

Sempat menjadi unggulan, Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi yang diusung Demokrat dan Golkar mesti menerima kenyataan merosotnya perolehan suara mereka dibandingkan dengan hasil berbagai survei.

Tumbangnya jagoan mereka bukan berarti Demokrat dan Golkar tidak mendapatkan apa-apa. Ada pembelajaran penting yang bisa mereka petik.

Kebersamaan duo Demokrat dan Golkar di Jawa Barat (dan juga Jawa Timur) bisa dianggap sebagai proses sinkronisasi awal kedua belah pihak.

Kerja sama erat dan hubungan baik Demokrat dan Golkar selama sepuluh tahun pemerintahan SBY, sempat terputus ketika Golkar memutuskan merapat ke koalisi partai pendukung Jokowi. Dengan kebersamaan di dua provinsi terpenting di Pilkada 2018, ada potensi kerja sama lebih strategis ke depannya.

Seperti yang kita ketahui, saat ini Golkar sedang mendorong Ketua Umumnya, Airlangga Hartarto, sebagai cawapres Jokowi. Dan, secara khitahnya, Golkar sangatlah pragmatis dan selalu berada di dalam kekuasaan.

Jika Airlangga tidak dijadikan cawapres oleh Jokowi, ada potensi Golkar bakal merapat ke koalisi lain yang lebih menjanjikan.

Ada aspirasi dari bawah dan kalangan senior di partai yang berharap Golkar menunjukkan marwahnya sebagai partai besar dan sebagai partai pemenang kedua di pemilu 2014 lalu dengan masuk ke dalam bursa capres atau cawapres di 2019.

Selain itu, opsi koalisi strategis Demokrat-Golkar bisa sebagai solusi, untuk memecah kebuntuan politik dan penengah dalam perseteruan mendalam antara kubu Jokowi dan Prabowo.

Masyarakat yang jenuh dengan pertarungan dua kubu ini, bisa berpaling ke koalisi Demokrat-Golkar sebagai opsi jalan tengah.

Kedua-duanya merupakan partai nasionalis religius yang cenderung moderat dan bisa diterima berbagai pihak. Dan, baik Golkar maupun Demokrat, sangat berpengalaman memimpin negara ini.

Tentu saja, jika Golkar dan Demokrat bersatu di tingkat nasional, bakal memberikan opsi lebih banyak bagi masyarakat Indonesia dalam memilih pemimpin nasional di 2019. Suatu kondisi yang bakal memperkuat perkembangan iklim demokrasi Indonesia.

Dinamika koalisi untuk pilpres 2019 memang masih sangat cair. Namun, hasil hitung cepat Pilkada Jabar 2018 ini, memberikan sedikit bocoran kepada kita, bagaimana potensi koalisi ke depannya.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kejagung Akan Segera Serahkan Hasil Pemeriksaan terhadap Jaksa Pinangki ke Komisi Kejaksaan

Kejagung Akan Segera Serahkan Hasil Pemeriksaan terhadap Jaksa Pinangki ke Komisi Kejaksaan

Nasional
Ada 121.226 Kasus Covid-19 di Indonesia, Jakarta Kembali Lampaui Jatim

Ada 121.226 Kasus Covid-19 di Indonesia, Jakarta Kembali Lampaui Jatim

Nasional
KSAD Jenderal Andika Perkasa Jadi Wakil Erick Thohir di Komite Penanganan Covid-19

KSAD Jenderal Andika Perkasa Jadi Wakil Erick Thohir di Komite Penanganan Covid-19

Nasional
Milad ke-45 MUI, Wapres: Jaga Kepercayaan Masyarakat dan Negara

Milad ke-45 MUI, Wapres: Jaga Kepercayaan Masyarakat dan Negara

Nasional
Doni Monardo: Tak Semua Orang Tua di Zona Hijau Izinkan Anak Datang ke Sekolah

Doni Monardo: Tak Semua Orang Tua di Zona Hijau Izinkan Anak Datang ke Sekolah

Nasional
Presiden Jokowi dan Megawati Akan Beri Sambutan Saat Kongres Gerindra

Presiden Jokowi dan Megawati Akan Beri Sambutan Saat Kongres Gerindra

Nasional
Satgas Sarankan Kelompok Rentan Hindari Kantor yang Terpapar Covid-19

Satgas Sarankan Kelompok Rentan Hindari Kantor yang Terpapar Covid-19

Nasional
Satgas Covid-19: Protokol Kesehatan Perlu Diterapkan di Rumah

Satgas Covid-19: Protokol Kesehatan Perlu Diterapkan di Rumah

Nasional
Minggu Depan, Bareskrim Gelar Perkara Penetapan Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Red Notice Djoko Tjandra

Minggu Depan, Bareskrim Gelar Perkara Penetapan Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Red Notice Djoko Tjandra

Nasional
Wakil Ketua Umum PPP Reni Marlinawati Meninggal Dunia

Wakil Ketua Umum PPP Reni Marlinawati Meninggal Dunia

Nasional
Menag: Hampir 100 Persen Pesantren Sudah Pembelajaran Tatap Muka

Menag: Hampir 100 Persen Pesantren Sudah Pembelajaran Tatap Muka

Nasional
Komisioner KPU: Kesadaran Masyarakat Gunakan Masker Masih Rendah

Komisioner KPU: Kesadaran Masyarakat Gunakan Masker Masih Rendah

Nasional
Sekolah Tatap Muka di Zona Hijau dan Kuning, Satu Kelas Hanya Boleh Berisikan 18 Murid

Sekolah Tatap Muka di Zona Hijau dan Kuning, Satu Kelas Hanya Boleh Berisikan 18 Murid

Nasional
Djoko Tjandra Dipindah ke Lapas Salemba

Djoko Tjandra Dipindah ke Lapas Salemba

Nasional
Keraguan Masyarakat Jadi Tantangan Berat Relawan Sosialisasikan Protokol Kesehatan Covid-19

Keraguan Masyarakat Jadi Tantangan Berat Relawan Sosialisasikan Protokol Kesehatan Covid-19

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X