Mudik, "Mulih Dhisik", Kembali ke Udik...

Kompas.com - 07/06/2018, 09:31 WIB
Pemudik tujuan Jawa Tengah berebut masuk pintu KA
ekonomi Kutojaya Selatan jurusan Kutoarjo di Stasiun KA
Kiaracondong, Bandung, Jawa Barat, Kamis (25/9/2008). RONY ARIYANTO NUGROHOPemudik tujuan Jawa Tengah berebut masuk pintu KA ekonomi Kutojaya Selatan jurusan Kutoarjo di Stasiun KA Kiaracondong, Bandung, Jawa Barat, Kamis (25/9/2008).

KOMPAS.com - Mudik, jika merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), artinya ke udik (hulu sungai, pedalaman), atau pulang ke kampung halaman.

Para ahli bahasa, punya pendapat yang berbeda. Asal muasalnya, ada yang menyebut mudik merupakan akronim dari bahasa Jawa "mulih dhisik" yang artinya pulang dulu atau pulang sebentar.

Ada pula yang menyebut mudik berasal dari bahasa Betawi "udik" yang berarti kampung.

Apapun versinya, mudik punya makna yang sama yaitu pulang kampung.

Menjelang Lebaran, aktivitas mudik para perantau selalu menjadi perhatian. Mereka yang bekerja jauh dari kampung halaman akan pulang, untuk berkumpul dengan keluarga besar di daerah asalnya.

Sejarawan, JJ Rizal, mengatakan, secara bahasa, mudik memang asalnya dari kata "menuju ke udik" atau kembali ke desa.

Baca juga: Kisah Menarik di Balik Sejarah Mudik...

Namun, secara tradisi, aktivitas kembali ke kampung halaman juga terjadi di negara lain seperti Amerika Serikat dan China.

“Orang Amerika saat Thank Giving Day juga melakukan mudik. Sama halnya dengan orang China saat Tahun Baru Imlek,” kata Rizal, saat dihubungi Kompas.com, Rabu (6/6/2018).

Menurut Rizal, tidak ada catatan pasti kapan tradisi mudik ini berlangsung di Indonesia.

“Tidak ada data yang pasti kapan mulai, tetapi berkait mulanya dengan orang-orang yang menjadi jongos (pembantu laki-laki) dan babu (pembantu perempuan) yang harus pulang ke udik atau kampung,” kata Rizal.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X