Cegah Radikalisme, Menteri Nasir Minta Akun Seluruh Mahasiswa Didata - Kompas.com

Cegah Radikalisme, Menteri Nasir Minta Akun Seluruh Mahasiswa Didata

Kompas.com - 06/06/2018, 17:23 WIB
Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir saat ditemui di Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Selasa (1/8/2017).  KOMPAS.com/Kristian Erdianto Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir saat ditemui di Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Selasa (1/8/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir mengatakan, pihaknya sudah meminta para rektor untuk mendata akun media sosial mahasiswa yang ada di perguruan tinggi tersebut.

"Iya semuanya (nomor telepon seluler dan media sosial) akan didata. Nanti pada penerimaan mahasiswa baru, saya minta rektor untuk mencatat semua nomor ponsel dan akun media sosial mahasiswa baru," ujar Menteri Nasir di Jakarta, Rabu (6/6/2018), seperti dikutip Antara.

Baca juga: Menag: Cukup Hanya di Universitas Riau Saja...

Pendataan itu untuk memantau jejak digital mahasiswa tersebut di akun media sosialnya.

Pihaknya bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan juga Badan Intelejen Negara (BIN) dalam pendataan itu.

Selain itu, pihaknya juga meminta rektor untuk mendata pegawai, dosen maupun mahasiswa yang terpapar radikalisme.

Sebelum diberikan tindakan lebih lanjut, oknum yang terpapar itu diminta untuk kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Sebenarnya di kampus tidak apa-apa, karena kami sudah melarang kegiatan yang menjurus pada radikalisme. Paparan radikalisme saat ini banyak berasal dari media sosial," ujar dia.

Baca juga: Rektor Universitas Riau: Kami Akui Kecolongan...

Menristekdikti mengatakan, paparan radikalisme tidak hanya terjadi pada tingkat perguruan tinggi, namun mulai dari sekolah dasar hingga menengah.

Bahkan, dia menjelaskan di Mako Brimob, ada siswa SMP yang memberikan kue bentuk dukungan terhadap terorisme.

Hal ini merupakan salah satu bukti bahwa anak tersebut terpapar radikalisme.

"Jadi yang berpotensi terpapar radikalisme itu bukan hanya di perguruan tinggi, bisa jadi di sekolahnya. Makanya ketika masuk perguruan tinggi harus direm," tukas dia.

Baca juga: Fadli Zon: Penangkapan Terduga Teroris di Universitas Riau Coreng Dunia Akademik

Nasir juga meminta para orangtua untuk tidak khawatir dalam mengirim anaknya belajar di perguruan tinggi.

Menurut dia, yang perlu dilakukan orangtua adalah melakukan bimbingan mana yang baik dan buruk, karena di perguruan tinggi bebas sekali.

Densus 88 Antiteror Polri sebeliumnya meringkus terduga teroris berinisial MNZ (33) di dalam area Universitas Riau, dekat Gedung Fisipol, Kampar Riau.

Diamankan barang bukti berupa dua bom pipa besi, bahan peledak jenis TATP siap pakai, bahan peledak lain, yakni pupuk KN03, sulfur, gula dan arang.

Selain itu, tim Densus 88 juga menemukan dua busur panah dan delapan anak panah. Ada pula satu pucuk senapan angin dan satu buah granat tangan rakitan.

Penangkapan MNZ merupakan pengembangan atas keterangan dua orang terduga teroris yang diringkus sebelumnya, yakni berinisial RB alias D dan OS alias K.

Keduanya juga merupakan mantan mahasiswa di univesitas yang sama dengan pelaku. MNZ memiliki kemampuan untuk merakit bom TATP. Ia juga membagi keahliannya tersebut di tautan grup media sosial Telegram


SumberAntara
Komentar

Close Ads X