Dokter Bimanesh Tanya Status Hukum Novanto Sebelum Merawat

Kompas.com - 19/04/2018, 14:40 WIB
Dokter RS Medika Permata Hijau Bimanesh Sutarjo di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (16/4/2018). KOMPAS.com/AMBARANIE NADIADokter RS Medika Permata Hijau Bimanesh Sutarjo di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (16/4/2018).
|

JAKARTA, KOMPAS.com — Dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Jakarta, Bimanesh Sutarjo, mengaku awalnya sempat menanyakan status hukum Setya Novanto kepada pengacara Fredrich Yunadi.

Bimanesh memastikan hal itu sebelum menyatakan bersedia merawat Novanto.

"Ini, kan, kami tahu bersama Setya Novanto ada masalah hukum. Dia (Fredrich) katakan, sudah bebas karena sudah praperadilan," ujar Bimanesh saat bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (19/4/2018).

(Baca juga: Dokter Bimanesh Lihat Dua Kejanggalan Saat Novanto Dibawa ke Ruang VIP)


Bimanesh saat itu mengetahui Novanto sedang berurusan hukum dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Fredrich kemudian berupaya meyakinkan Bimanesh penetapan tersangka Novanto sudah dibatalkan melalui praperadilan.

Padahal, pada 16 November 2017 itu, Novanto telah kembali ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.

(Baca juga: Dokter Bimanesh Akui Novanto Hanya Alami Luka Lecet Ringan)

Pada saat itu bahkan Novanto sudah dimasukkan dalam daftar pencarian orang (DPO).

Meski demikian, menurut Bimanesh, dia tidak mempermasalahkan jika Novanto dirawat olehnya di rumah sakit.

Menurut Bimanesh, dia menganggap merawat Novanto seperti merawat pasien pada umumnya.

"Karena saya tahu ada masalah hukum Pak Setya Novanto itu. Setelah dijawab, saya tidak tanya lebih lanjut," kata Bimanesh.

(Baca juga: 9 Poin Menarik dari Kesaksian Perawat dan Sekuriti soal Setya Novanto)

Fredrich dan Bimanesh didakwa menghalangi penyidikan yang dilakukan KPK.

Menurut jaksa, Bimanesh bersama-sama dengan pengacara Fredrich Yunadi telah melakukan rekayasa agar Setya Novanto dirawat di Rumah Sakit Medika Permata Hijau.

Hal itu dalam rangka menghindari pemeriksaan oleh penyidik KPK.

Saat itu, Novanto merupakan tersangka dalam kasus korupsi pengadaan kartu tanda penduduk berbasis elektronik (e-KTP)

Kompas TV Fredrich pun menunjukkan sebuah bakpa  kepada majelis hakim.


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X