Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 02/04/2018, 16:19 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Perawat Rumah Sakit Medika Permata Hijau Indri Astuti mengaku melihat pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi, menyerahkan data rekam medis pada 16 November 2017. Data itu selanjutnya diberikan kepada Dokter Bimanesh Sutarjo.

Hal itu dikatakan Indri Astuti saat bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (2/4/2018). Dia bersaksi untuk terdakwa Bimanesh Sutarjo.

"Pak Pengacara itu (Fredrich) di depan saya memberikan data rekam medis di rumah sakit sebelumnya," ujar Indri kepada majelis hakim.

Baca juga : Perawat Pakai Jarum Infus Anak karena Setya Novanto Marah-marah

Menurut Indri, di dalam data medis itu terdapat hasil rontgen dan hasil laboratorium.

Setelah data diberikan, Fredrich masuk ke dalam ruangan pasien di kamar VIP 323.

Menurut surat dakwaan terhadap Fredrich Yunadi, foto data rekam medik Setya Novanto diperoleh dari Rumah Sakit Premier Jatinegara. Foto itu yang diambil beberapa hari sebelumnya.

Padahal, menurut jaksa, tidak ada surat rujukan dari RS Premier Jatinegara untuk dilakukan rawat Inap terhadap Setya Novanto di rumah sakit Iain.

Baca juga : Perawat RS Gemetaran Saat Lihat Berita di TV Kamar VIP Setya Novanto

Dalam kasus ini, Bimanesh Sutarjo didakwa bersama-sama dengan pengacara Novanto, Fredrich Yunadi, telah melakukan rekayasa agar Setya Novanto dirawat di Rumah Sakit Medika Permata Hijau.

Hal itu dalam rangka menghindari pemeriksaan oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Saat itu, Novanto merupakan tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP).

Kompas TV Ada kesesuain antara keterangan saksi-saksi yang dihadirkan jaksa, baik di sidang Bimanesh maupaun sidang Fredrich.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.