Ini Cara Presiden Buktikan Sertifikat Lahan Bukan Program Pengibulan - Kompas.com

Ini Cara Presiden Buktikan Sertifikat Lahan Bukan Program Pengibulan

Kompas.com - 26/03/2018, 15:43 WIB
Presiden Joko Widodo menyampaikan sambutan dalam pembukaan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Demokrat tahun 2018 di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (10/03/2018) .Partai Demokrat menggelar Rapimnas selama dua hari 10-11 Maret 2018 untuk membahas strategi Pemilu 2018 serta Pemilu Legislatif dan Pilpres 2019.KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELI Presiden Joko Widodo menyampaikan sambutan dalam pembukaan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Demokrat tahun 2018 di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (10/03/2018) .Partai Demokrat menggelar Rapimnas selama dua hari 10-11 Maret 2018 untuk membahas strategi Pemilu 2018 serta Pemilu Legislatif dan Pilpres 2019.

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa program sertifikasi lahan kepada masyarakat bukan program bohong atau kibul.

Hal itu diungkapkan Presiden Jokowi saat membagikan sertifikat lahan untuk masyarakat di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (26/3/2018).

Mengawali pidatonya, Presiden Jokowi meminta masyarakat penerima sertifikat lahan untuk mengangkat tinggi-tinggi lembaran sertifikat yang sudah diterimanya.

"Sertifikat yang sudah diserahkan diangkat tinggi-tinggi," kata Presiden, sebagaimana dikutip siaran pers resmi Istana Kepresidenan, Senin.

Masyarakat yang hadir pun mengangkat lembar sertifikat lahan yang baru diterima itu ke atas.

(Baca juga: PAN: Program Sertifikat Tanah Jokowi Jadi Jebakan Maut untuk Masyarakat)

Presiden Jokowi mengatakan, permintaannya itu sebagai bukti bahwa seluruh masyarakat yang hadir menerima sertifikat lahan.

"Biar kelihatan semuanya bahwa sertifikat sudah diserahkan dan betul-betul sertifikat ini sudah menjadi milik Bapak/Ibu sekalian dan bukan pengibulan," ucap Presiden Jokowi.

Sontak, masyarakat tertawa setelah mendengar pernyataan Presiden.

Dalam kesempatan itu, jumlah sertifikat yang dibagikan Presiden sebanyak 3.630. Penerimanya adalah masyarakat yang berasal dari sejumlah kota/kabupaten di Kalimantan Selatan, antara lain berasal dari Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, Kabupaten Tanah Laut, Kabupaten Banjar, dan Kabupaten Barito Kuala.

(Baca juga: Program Sertifikat Tanah Dinilai Dapat Menghindari Konflik Agraria)

Presiden sengaja menyinggung bahwa sertifikasi lahan bukan program bohong. Sebab, ada pihak yang menyatakan bahwa program tersebut adalah program pengibulan.

Akan tetapi, Presiden Jokowi tak menyebutkan siapa yang menuduh demikian.

"Karena ada yang ngomong pembagian sertifikat pengibulan. Tidak ada. Sertifikat betul-betul sudah diserahkan kepada masyarakat," ucap Jokowi.



Close Ads X