Ikut Ditangkap, Wanita Ini Tak Tahu WNA Kenalannya Pembobol Uang Nasabah BRI

Kompas.com - 17/03/2018, 16:46 WIB
Milah Karmilah, wanita yang ditangkap polisi dalam kasus pembobolan uang nasabah bank, di Mapolda Metro Jaya, Sabtu (17/3/2018). Dia mengaku tidak mengetahui bahwa warga negara asing (WNA) yang dikenalnya adalah pembobol uang nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan bank-bank lainnya. KOMPAS.com/NURSITA SARIMilah Karmilah, wanita yang ditangkap polisi dalam kasus pembobolan uang nasabah bank, di Mapolda Metro Jaya, Sabtu (17/3/2018). Dia mengaku tidak mengetahui bahwa warga negara asing (WNA) yang dikenalnya adalah pembobol uang nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan bank-bank lainnya.
Penulis Nursita Sari
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Milah Karmilah mengaku tidak mengetahui bahwa warga negara asing (WNA) yang dikenalnya adalah pembobol uang nasabah Bank Rakyat Indonesia ( BRI) dan bank-bank lainnya.

Milah ikut ditangkap polisi karena berperan menukarkan uang rupiah yang dibobol komplotan tersebut ke mata uang euro.

Milah mengaku hanya disuruh kenalannya itu untuk mentransfer sejumlah uang.

"Saya sebenarnya enggak tahu kalau yang kayak gini. Saya cuma waktu itu disuruh transfer," ujar Milah di Mapolda Metro Jaya, Sabtu (17/3/2018).

Baca juga : Pembobol Uang Nasabah BRI Gunakan Alat dari Luar Negeri

Sambil terus menutup wajahnya dengan tangan, Milah menyebut tak mengetahui pekerjaan kenalannya itu. Saat diminta untuk menstransfer, Milah pun mengaku hanya diberi uang untuk makan sebagai imbalannya.

"Waktu pertama enggak tahu (pekerjaannya). Dikasih duit juga cuma buat makan, kayak gitu aja," kata dia.

Menurut Milah, ia mengaku berkenalan dengan para pembobol itu di sebuah tempat hiburan di Bali.

"Kenalnya di Bali. Waktu itu saya kenal di tempat hiburan," ucapnya.

Baca juga : Pembobol Uang Nasabah BRI Bobol 64 Bank Dalam dan Luar Negeri 

Selain Milah, polisi telah menangkap empat pembobol uang nasabah bank yang merupakan WNA. Mereka adalah Caitanovici Andrean Stepan, Raul Kalai, dan Ionel Robert Lupu asal Romania, serta Ferenc Hugyec asal Hongaria.

Mereka dijerat dengan Pasal 263 KUHP, 363 KUHP, Pasal 46 Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, dan Pasal 3, 4, dan 5 Undang-undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Edhy Prabowo Kena OTT, Jokowi Diminta Dukung Langkah KPK Bersih-bersih di Lingkungan KKP

Edhy Prabowo Kena OTT, Jokowi Diminta Dukung Langkah KPK Bersih-bersih di Lingkungan KKP

Nasional
UPDATE 27 November: Ada 68.604 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 27 November: Ada 68.604 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 27 November: Ada 67.836 Suspek Terkait Covid-19

UPDATE 27 November: Ada 67.836 Suspek Terkait Covid-19

Nasional
PMI: Tak Ada Penularan Covid-19 lewat Darah, Masyarakat Tetap Bisa Donor Darah

PMI: Tak Ada Penularan Covid-19 lewat Darah, Masyarakat Tetap Bisa Donor Darah

Nasional
UPDATE: 169 Pasien Covid-19 Meninggal dalam Sehari, Tertinggi Selama Pandemi

UPDATE: 169 Pasien Covid-19 Meninggal dalam Sehari, Tertinggi Selama Pandemi

Nasional
Pengamanan Natal dan Tahun baru 2021, Korlantas Polri Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

Pengamanan Natal dan Tahun baru 2021, Korlantas Polri Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

Nasional
UPDATE 27 November: Ada 437.456 Pasien Sembuh dari Covid-19

UPDATE 27 November: Ada 437.456 Pasien Sembuh dari Covid-19

Nasional
PMI: Indonesia Sempat Kekurangan Pasokan Darah 70 Persen Saat Awal Pandemi

PMI: Indonesia Sempat Kekurangan Pasokan Darah 70 Persen Saat Awal Pandemi

Nasional
UPDATE 27 November: 5.828 Kasus Baru Covid-19, Indonesia Kembali Catatkan Rekor

UPDATE 27 November: 5.828 Kasus Baru Covid-19, Indonesia Kembali Catatkan Rekor

Nasional
UPDATE: Rekor 5.828 Kasus Baru, Total Ada 522.581 Kasus Covid-19 RI

UPDATE: Rekor 5.828 Kasus Baru, Total Ada 522.581 Kasus Covid-19 RI

Nasional
Indonesia Ajak Menteri dan Pejabat ASEAN Kerja Sama Atasi Pandemi

Indonesia Ajak Menteri dan Pejabat ASEAN Kerja Sama Atasi Pandemi

Nasional
Pemerintah Upayakan Ketersediaan Bus Indonesia di Arab Saudi untuk Layani Jemaah Haji dan Umrah

Pemerintah Upayakan Ketersediaan Bus Indonesia di Arab Saudi untuk Layani Jemaah Haji dan Umrah

Nasional
Angka Kematian Covid-19 di Jateng Beda hingga 1.000 Orang, Ini Penjelasan Satgas

Angka Kematian Covid-19 di Jateng Beda hingga 1.000 Orang, Ini Penjelasan Satgas

Nasional
Rapat Pengambilan Keputusan Prolegnas Prioritas 2021 Kembali Ditunda

Rapat Pengambilan Keputusan Prolegnas Prioritas 2021 Kembali Ditunda

Nasional
Komnas Perempuan Desak DPR Masukan RUU PKS ke Prolegnas 2021

Komnas Perempuan Desak DPR Masukan RUU PKS ke Prolegnas 2021

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X