KPK Perluas Penyidikan Kasus Emirsyah Satar hingga Proses Pemeliharaan Pesawat - Kompas.com

KPK Perluas Penyidikan Kasus Emirsyah Satar hingga Proses Pemeliharaan Pesawat

Kompas.com - 14/03/2018, 22:28 WIB
Mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar, seusai diperiksa sebagai tersangka di Gedung KPK Jakarta, Jumat (17/2/2017).KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN Mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar, seusai diperiksa sebagai tersangka di Gedung KPK Jakarta, Jumat (17/2/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemberantasan Korupsi memperluas penyidikan kasus dugaan suap yang melibatkan mantan Dirut PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Emirsyah Satar.

Penyidikan tak hanya soal pengadaan pesawat dan mesin pesawat dari Airbus S.A.S dan Rolls-Royce P.L.C pada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, tetapi juga proses pemeliharaan pesawatnya.

"Ada tambahan yang diperdalam oleh penyidik beberapa waktu belakangan ini, yaitu tentang pemeliharaan pesawatnya. Jadi, kita mulai memperluas jangkauan penyidikan ini selain tentang pengadaan mesin, pengadaan pesawat, juga proses pemeliharaannya," Juru Bicara KPK Febri Diansyah, di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Rabu (14/3/2018).

Baca juga : Kasus Emirsyah Satar, KPK Periksa Pejabat dan Mantan Pejabat Garuda Indonesia

Febri mengatakan, KPK mendalami informasi soal dugaan kaitan tiga poin tersebut dengan aliran dana pada kasus ini.

Poin mengenai pengadaan pesawat dan pemeliharaannya dikonfirmasi dalam pemeriksaan saksi pada hari ini.

Pada hari ini, KPK memeriksa VP Operation Support PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Puji Nur Handayani dan seorang saksi tambahan yakni Mantan Direktur Niaga PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Agus Priyanti

"Yang kami dalami, sekali lagi kami konfirmasi terkait proses pengadaan dan pemeliharaan tersebut," ujar Febri.

Baca juga : KPK Dalami Pembelian Rumah Iis Sugianto oleh Kelurga Emirsyah Satar

Dalam kasus suap ini, Febri mengatakan, total sudah 42 orang saksi yang diperiksa baik untuk kasus Emirsyah dan untuk seorang tersangka lain yakni Soetikno Soedarjo.

Soetikno yang merupakan beneficial owner Connaught International Pte Ltd diduga bertindak sebagai perantara suap.

Emirsyah diduga menerima suap dalam bentuk transfer uang dan aset yang nilainya diduga lebih dari 4 juta dollar AS atau setara dengan Rp 52 miliar dari perusahaan asal Inggris Rolls-Royce.

KPK menduga suap tersebut terkait pengadaan mesin Rolls-Royce untuk pesawat Airbus milik Garuda Indonesia pada periode 2005-2014.

Uang dan aset yang diberikan kepada Emir diduga diberikan Rolls-Royce agar perusahaan asal Inggris tersebut menjadi penyedia mesin bagi maskapai penerbangan nomor satu di Indonesia itu.

Kompas TV Dalam kasus ini, Emirsyah Satar dan Direktur PT MRA, Soetikno Soedarjo ditetapkan KPK sebagai tersangka.



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Close Ads X