Cerita Jokowi Jadi Imam dan Makmum Saat Shalat di Afghanistan

Kompas.com - 31/01/2018, 11:47 WIB
Presiden Joko Widodo menjadi imam shalat saat kunjungan ke Afghanistan, Senin (29/1/2018).Biro Pers Setpres Presiden Joko Widodo menjadi imam shalat saat kunjungan ke Afghanistan, Senin (29/1/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo menceritakan pengalamannya saat shalat berjemaah di Masjid di Kompleks Istana Kepresidenan Arg, di Kabul, Afghanistan, Senin (29/1/2018).

Sebelumnya, video Jokowi tengah menjadi imam saat shalat ramai diberitakan banyak media massa dan jadi bahan pembicaraan netizen.

Video itu dirilis Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden.

Namun belakangan, beredar juga foto Jokowi yang tengah menjadi makmum saat shalat di Afghanistan. Hal ini kemudian membuat banyak warganet bertanya-tanya.

(Baca juga : Di Afghanistan, Jokowi Jadi Imam Shalat Presiden Ashraf Ghani)

Jokowi mengatakan, shalat memang dilakukan dua kali.

"Yang pertama, itu kan shalat dzuhur, imamnya dari Imam Masjid di sana," kata Jokowi kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (31/1/2018).

Foto menunjukkan Presiden Joko Widodo shalat berjamaah dan menjadi makmum di Afghanistan, Rabu (31/1/2018).Istimewa Foto menunjukkan Presiden Joko Widodo shalat berjamaah dan menjadi makmum di Afghanistan, Rabu (31/1/2018).

Selanjutnya, karena menempuh perjalanan jauh dan berstatus sebagai Musafir, Jokowi dan rombongan langsung melanjutkan ke shalat ashar.

Jokowi yang semula berada di saf barisan pertama bersama Presiden Afghanistan Ashraf Ghani, lalu maju dan mengambil posisi imam.

"Kemudian, kita ingin jamak takdim melanjutkan ke ashar, saya maju, ya biasa lah. Apa sih yang diramaikan? Apa?" kata Jokowi.

(Baca juga : Viral Foto Jokowi Jadi Makmum Shalat di Afghanistan, Ini Penjelasan Istana)

Cerita Jokowi ini berbeda dengan penjelasan sebelumnya yang disampaikan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Pramono justru menyebut, awalnya Jokowi menjadi imam shalat dzuhur.

Setelah itu, menurut Pramono, dilakukan shalat sunnah dimana Jokowi sudah tidak lagi menjadi imam.

Jokowi mundur dari posisi imam dan mengisi saf pertama, berdiri tepat di samping Presiden Ghani. Sementara, pria yang semula ada di samping Ghani lalu mengambil posisi imam.

"Itu (foto yang beredar) waktu shalat Sunnah," kata Pramono kepada Kompas.com, Rabu (31/1/2018).

Menurut Pramono, shalat sunnah yang dilakukan setelah shalat dzuhur itu dilakukan sebanyak dua rakaat.

Shalat sunnah dilakukan untuk mendoakan warga Afghanistan yang tewas dalam berbagai serangan teror beberapa hari terakhir.

Kompas TV Menanggapi viralnya video Presiden Jokowi menjadi imam shalat dzuhur di Afghanistan, Wakil Ketua DPR Fadli Zon angkat bicara.



PenulisIhsanuddin
EditorSandro Gatra

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Polri Tegaskan Penangkapan 2 Ketua Ormas di Cirebon Tak Terkait Terorisme

Polri Tegaskan Penangkapan 2 Ketua Ormas di Cirebon Tak Terkait Terorisme

Nasional
Romy Mengaku Ditanya Khofifah dan Asep Saifuddin soal Perkembangan Nominasi Haris Hasanuddin

Romy Mengaku Ditanya Khofifah dan Asep Saifuddin soal Perkembangan Nominasi Haris Hasanuddin

Nasional
Tim Hukum 01 Temui Ma'ruf Amin Sampaikan Perkembangan Persidangan

Tim Hukum 01 Temui Ma'ruf Amin Sampaikan Perkembangan Persidangan

Nasional
Penangkapan 2 Orang Di Cirebon Diduga terkait Kepemilikan Senjata Tajam dan Pelanggaran ITE

Penangkapan 2 Orang Di Cirebon Diduga terkait Kepemilikan Senjata Tajam dan Pelanggaran ITE

Nasional
Kontras Pertanyakan Penangguhan Penahanan Eggi Sudjana dan Soenarko

Kontras Pertanyakan Penangguhan Penahanan Eggi Sudjana dan Soenarko

Nasional
Kontras Minta Polisi Gunakan Cara Persuasif Menangani Aksi Massa di MK

Kontras Minta Polisi Gunakan Cara Persuasif Menangani Aksi Massa di MK

Nasional
Kumpul Jelang Putusan MK, Relawan Jokowi Janji Wujudkan Suasana Kondusif

Kumpul Jelang Putusan MK, Relawan Jokowi Janji Wujudkan Suasana Kondusif

Nasional
Romahurmuziy Sempat Terima Tas Hitam Berisi Rp 250 Juta dari Haris Hasanuddin

Romahurmuziy Sempat Terima Tas Hitam Berisi Rp 250 Juta dari Haris Hasanuddin

Nasional
Ada Tugas Negara Sangat Penting, Jokowi Batal Hadiri Silaturahmi Relawan

Ada Tugas Negara Sangat Penting, Jokowi Batal Hadiri Silaturahmi Relawan

Nasional
ICJR Usul Pemerintah Tambah Opsi Terkait Bentuk Pemulihan Hak Korban Penyiksaan

ICJR Usul Pemerintah Tambah Opsi Terkait Bentuk Pemulihan Hak Korban Penyiksaan

Nasional
ICJR Desak Pemerintah Kaji Fenomena Tingginya Daftar Tunggu Eksekusi Mati

ICJR Desak Pemerintah Kaji Fenomena Tingginya Daftar Tunggu Eksekusi Mati

Nasional
Jelang Putusan MK, Tim Hukum 02 Singgung Lagi Jabatan Ma'ruf Amin di 2 Bank

Jelang Putusan MK, Tim Hukum 02 Singgung Lagi Jabatan Ma'ruf Amin di 2 Bank

Nasional
Argentina Dorong Kerjasama Perdagangan Bebas Indonesia-Mercosur

Argentina Dorong Kerjasama Perdagangan Bebas Indonesia-Mercosur

Nasional
Perludem: KPU Tak Sedang Membela Paslon 01, melainkan Mempertahankan Hasil Kerja

Perludem: KPU Tak Sedang Membela Paslon 01, melainkan Mempertahankan Hasil Kerja

Nasional
Perludem: Kita Tak Perlu Bangga Menyelenggarakan Pemilu Paling Rumit di Dunia

Perludem: Kita Tak Perlu Bangga Menyelenggarakan Pemilu Paling Rumit di Dunia

Nasional

Close Ads X