Jadi Imam Shalat di Afghanistan, Jokowi Dipuji-puji PKS - Kompas.com

Jadi Imam Shalat di Afghanistan, Jokowi Dipuji-puji PKS

Kompas.com - 30/01/2018, 14:34 WIB
Presiden Joko Widodo menjadi imam shalat saat kunjungan ke Afghanistan, Senin (29/1/2018).Biro Pers Setpres Presiden Joko Widodo menjadi imam shalat saat kunjungan ke Afghanistan, Senin (29/1/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com — Keberanian Presiden Joko Widodo datang ke Afghanistan menuai pujian. Padahal, kondisi keamanan di negara itu sedang tidak stabil.

Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera Hidayat Nur Wahid menilai, kedatangan Jokowi ke Afghanistan adalah hal yang luar biasa.

"Satu hal yang luar biasa, presiden RI yang kedua kali datang ke Kabul (setelah Soekarno), Afghanistan, jadi imam, dan melakukan fungsinya dengan baik," ujarnya di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (30/1/2018).

Baca juga: Cerita Menegangkan Jokowi ke Afghanistan, Selimut Jadi Syal hingga Sujud Syukur di Pesawat

Hidayat yang saat ini juga menjabat Wakil Ketua MPR secara khusus memuji Jokowi yang menjadi iman salat Dzuhur Presiden Afghanistan Ashraf Ghani, para ulama di Afghanistan, dan ulama NU.

"Mudah-mudahan akan membekas tentang betapa seorang pemimpin tetap hamba Allah yang melakukan shalat, jadi imam, dan diikuti," ujarnya.

"Karenanya mudah-mudahan sifat semacam ini tetap terjaga dan menghadirkan kepemimpinan yang sesuai kepemimpinan seorang imam dalam shalat," sambung Hidayat.

Baca juga: Di Afghanistan, Jokowi Jadi Imam Shalat Presiden Ashraf Ghani

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menunaikan salat Dzuhur berjemaah saat melakukan kunjungan ke Kabul, Afghanistan, Senin (29/1/2018) waktu setempat.

Jokowi menjadi imam shalat, sementara Presiden Ashraf Ghani menjadi makmum. Shalat berjemaah itu dilakukan di masjid kompleks Istana Kepresidenan Agr, Kabul.

Kompas TV Presiden akan ke Asia Selatan mulai 24 hingga 29 Januari 2018.


EditorSabrina Asril
Komentar

Close Ads X