Sekolah Calon Kepala Daerah PDI-P, Anton dan Puti Hadir, Djarot dan Gus Ipul Tak Tampak

Kompas.com - 28/01/2018, 16:30 WIB
Sekolah Calon Kepala Daerah PDI Perjuangan di bilangan Depok, Jawa Barat, Minggu (28/1/2018). KOMPAS.com/Fabian Januarius KuwadoSekolah Calon Kepala Daerah PDI Perjuangan di bilangan Depok, Jawa Barat, Minggu (28/1/2018).
|
EditorCaroline Damanik

DEPOK, KOMPAS.com - PDI Perjuangan menggelar Sekolah Calon Kepala Daerah di Wisma Kinasih, Jalan Raya Tapos, Depok, Jawa Barat, Minggu (28/1/2018).

Sejumlah bakal calon kepala daerah yang diusung partai berlambang banteng tersebut hadir. Antara lain Bakal Calon Wakil Gubernur Jawa Barat Komjen (Pol) Anton Charliyan, bakal calon Gubernur Papua John Wempi Wetipo, bakal calon Wakil Gubernur Jawa Timur Puti Guntur Soekarnoputri dan bakal calon Wakil Gubernur Lampung Sutono.

Catatan Kepala Sekolah Calon Kepala Daerah sekaligus Ketua DPP PDI Perjuangan di Bidang Kehormatan Komarudin Watubun, calon kepala daerah yang terdaftar mengikuti sekolah calon kepala daerah berjumlah 91. Namun hanya sebanyak 48 orang yang hadir dalam pembukaan, Minggu ini.

Beberapa bakal calon yang tampak tak hadir, antara lain bakal calon gubernur Jawa Barat TB Hasanudin, bakal calon gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf, bakal calon Gubernur Sumatera Utara Djarot Saiful Hidayat dan bakal calon Wakil Gubernur Sumatera Utara Sihar Sitorus.

Baca juga : Hati-hati, PNS Bisa Dipecat jika Unggah Gambar Calon Kepala Daerah)

Kepala Sekolah Calon Kepala Daerah Komarudin Watubun mengatakan, peserta yang belum hadir saat pembukaan, akan hadir pada Minggu malam atau keesokan harinya. Sebab, saat ini mereka yang tidak hadir kebanyakan sedang mengurus proses ferivikasi faktual oleh KPU.

"Mereka beberapa waktu lagi akan bergabung bersama-sama kita di sini," ujar Komarudin di dalam sambutannya.

Komarudin berkelakar, sekolah calon kepala daerah kali ini lebih berwarna dibandingkan dengan sekolah tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya sekolah kali ini diikuti oleh tiga jenderal dari Polri dan seorang jenderal dari TNI.

"Sekarang ada jenderal begini, kalian harus lebih disiplin," ujar Komarudin.

Selama tujuh hari ke depan, peserta akan digembleng dengan sejumlah materi. Mulai dari bagaimana berproses selama Pilkada, materi soal pendalaman ideologi Pancasila, tata kelola pemerintahan yang baik hingga menjalankan visi misi partai politik saat menjadi kepala daerah.

Sejumlah tokoh yang sudah berpengalaman di bidangnya akan dihadirkan selama sekolah. Mereka diharapkan memberi pembekalan kepada para bakal calon kepala daerah agar mampu menjalankan kepemimpinan daerah dengan baik ke depannya.

Komarudin sekaligus mewanti-wanti bahwa selama sekolah berlangsung, seluruh status para peserta tidak berlaku. Tidak peduli peserta merupakan petahana, jenderal polisi, jenderal TNI, semua memiliki kewajiban dan hak yang sama sebagai peserta sekolah.

"Seluruh atribut teman-teman, bintang, incumbent, dicabut dan sekarang seluruhnya sama sebagai siswa sekolah," ujar Komarudin.

 

Kompas TV KPU menganggap tidak wajar jika calon kepala daerah hartanya terlalu sedikit. Pasalnya, modal kampanye juga bersumber dari pribadi.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.