Polisi Duga 72.000 Permohonan Fiktif Paspor "Online" Dilakukan Calo

Kompas.com - 23/01/2018, 06:16 WIB
Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto di Mapolda Metro Jaya, Jumat (19/1/2018). Kompas.com/Akhdi Martin PratamaKadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto di Mapolda Metro Jaya, Jumat (19/1/2018).
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan, polisi masih melakukan penyelidikan terhadap temuan 72.000 permohonan fiktif paspor online.

Polri menduga, permohonan paspor dilakukan secara serentak oleh calo.

"Sepanjang yang dilakukan sekarang, kayaknya motif percaloan lah. Mencari keuntungan," ujar Setyo di Kompleks Mabes Polri, Jakarta, Senin (22/1/2018).

Setyo mengatakan, pelaku melihat kesempatan karena pembuatan paspor online banyak peminatnya.

Baca juga: Polisi Dalami Laporan Ditjen Imigrasi Terkait Permohonan Fiktif Paspor Online

Diduga, pelaku juga memakai akun-akun fiktif dengan memasukkan identitas palsu ke akun tersebut. Menurut polisi, pelaku pasti memiliki kemampuan teknologi yang mumpuni.

"Jadi nanti bisa diperbaiki datanya, dimasukin data lain," kata Setyo.

Salah satu kolom yang diisi dalam.permohonan paspor online adalah Nomor Induk Kependudukan.

Jika sistem paspor online tidak secara otomatis bisa melakukan verifikasi nama dan NIK yang diinput, maka kecurangan bisa dilakukan.

"Kalau bisa langsung verifikasi kan ditolak sama imigrasinya," kata Setyo.

Baca juga: Imigrasi Sudah Lapor soal Permohonan Fiktif Paspor Online ke Polisi

Sebelumnya, Direktur Jenderal Imigrasi Ronny F Sompie meminta penegak hukum untuk menelusuri pemohon fiktif paspor online.

Diduga, pemohon fiktif tersebut adalah sindikat yang sengaja ingin mencari keuntungan dari sistem online pembuatan paspor.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X