Kompas.com - 12/12/2017, 20:27 WIB
|
EditorDiamanty Meiliana

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi  Asman Abnur mengomentari soal pengangkatan Tin Zuraida sebagai staf ahli politik dan hukum di kementeriannya.

Tin merupakan istri dari mantan Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi, yang diduga pernah membuang berkas dan uang senilai Rp 1,7 miliar ke toilet saat rumahnya digeledah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Asman menyatakan, kejadian itu berawal saat tahun lalu kementeriannya mengadakan seleksi terbuka untuk mengisi tiga jabatan staf ahli, yakni staf ahli bidang budaya kerja, bidang ekonomi daerah, dan staf ahli politik dan hukum.

Kemudian terpilihlah tiga orang, salah satunya Tin.

Dua orang selain Tin, lanjut Asman, tidak ada masalah saat itu. Namun, muncul pemberitaan yang menyeret nama Tin di kasus Sekretaris MA Nurhadi.

Pihaknya saat itu kemudian menunda penetapan dan pelantikan Tin.

"Jadi dengan ada pemberitaan kami tunda," kata Asman.

Hal itu disampaikan Asman saat ditemui di sela acara Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Harkodia) dan Konferensi Nasional Pemberantasan Korupsi (KNPK) di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (12/12/2017).

Setelah satu tahun berlalu, lanjut Asman, tidak ada perkembangan mengenai fakta hukum terkait Tin sehingga pihaknya kemudian melantik Tin untuk menjadi staf ahlinya.

Dia menyebutkan, pihaknya tidak dapat melakukan tindakan apa pun terkait Tin karena tidak ada dasar hukumnya.

"Kalau enggak ada fakta hukum, kita enggak bisa bikin apa-apa. Jadi kita berharap dengan adanya pemberitaan kemudian ada fakta hukum, ya sudah," ujar Asman.

Asman menyatakan, jika ada fakta hukum terkait kasus Tin, pihaknya menyatakan siap untuk melakukan evaluasi terkait status Tin.

Tin Zuraida sebelumnya pernah bolak-balik diperiksa KPK dalam kasus terkait suaminya, yaitu dugaan suap yang melibatkan panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Ia juga pernah diperiksa KPK pada 1 Juni 2016 karena diduga membuang duit miliaran rupiah ke toilet terkait perkara yang jumlahnya mencapai Rp 1,7 miliar.

Peristiwa membuang duit itu terjadi saat KPK menggeledah rumah Nurhadi di kawasan Kebayoran Baru pada April 2016.

Saat penggeledahan, keluarga Nurhadi panik karena hampir setiap ruangan hingga kamar mandi turut digeledah.

Tin Zuraida kaget lantas merobek berkas dan membuang uang asing ke toilet dengan nilai miliaran rupiah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.