Kompas.com - 10/10/2017, 18:49 WIB
Staf Khusus Presiden Kelompok Kerja Papua, Lenis Kogoya saat ditemui di Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Jakarta Pusat, Senin (4/9/2017). KOMPAS.com/Kristian ErdiantoStaf Khusus Presiden Kelompok Kerja Papua, Lenis Kogoya saat ditemui di Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Jakarta Pusat, Senin (4/9/2017).
|
EditorSabrina Asril

JAKARTA, KOMPAS.com - Staf Khusus Presiden Lenis Kagoya berniat maju dalam Pilkada Papua, 2018 mendatang. Keinginan menggunakan hak politiknya itu telah dikomunikasikan kepada Presiden Joko Widodo.

"Saya sudah melapor ke Presiden. Saya sudah izin untuk mendaftarkan diri ke partai politik," ujar Lenis di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Selasa (10/10/2017).

Lenis mengaku, sudah mendaftarkan diri ke sejumlah partai politik, mulai dari PDI Perjuangan, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Partai Golongan Karya (Golkar) dan Partai Nasional Demokrat (Nasdem).

Namun, Lenis mengaku belum mendapatkan surat rekomendasi dari satu partai politik pun.

Atas keinginan Lenis itu, Presiden bukannya mengizinkan atau tidak. Presiden, kata Lenis, menyerahkan keputusan kepada Lenis sendiri. Selain itu, Presiden juga berpendapat, izinnya bergantung dari apakah partai bersedia mengusung Lenis atau tidak.

(Baca: Lenis Kogoya Benarkan Kabar Panglima OPM Yapen Timur Gabung NKRI)

"Jadi semua tergantung partai, mau kasih rekomendasi atau enggak. Ini yang saya menunggu," ujar Lenis.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Keinginan Lenis untuk bertarung di Pilkada Papua, didasarkan atas alasan pembangunan yang belum merata di sana. Ia merasa pemerintah daerah selama ini kurang aktif mendukung program pemerintah pusat terkait pembangunan bumi Papua.

"Pak Jokowi sudah melakukan banyak hal. Jalan tol, pelabuhan sampai satu harga BBM dan semen. Tapi pemerintah daerah kurang memantau itu sehingga harga itu sering masih fluktuatif. Harusnya itu kan peran pemerintah daerah di situ," ujar Lenis.

Bermodal komunikasi yang baik dengan Presiden Jokowi serta jajaran kementerian, Lenis yakin dirinya akan mengoptimalkan pembangunan di Papua ketika menjabat sebagai gubernur.

"Saya ini sebenarnya jadi staf khusus presiden sudah enak. Mobil ada, kantor disediakan, rumah disediakan, hidup enak, ke mana-mana ikut Presiden naik pesawat. Tapi saya memiliki kerinduan membangun Papua, tanah kelahiran saya," ujar Lenis.

Kompas TV Kali ini, warga Kabupaten Maybrat, Papua Barat akhirnya bisa menikmati pelayanan nyala listrik 24 jam.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menko PMK Tegaskan Keselamatan Korban Erupsi Semeru Jadi Prioritas

Menko PMK Tegaskan Keselamatan Korban Erupsi Semeru Jadi Prioritas

Nasional
Novel Baswedan dkk Datang ke Mabes, Sosialisasi Jadi ASN Polri?

Novel Baswedan dkk Datang ke Mabes, Sosialisasi Jadi ASN Polri?

Nasional
Azis Syamsuddin Jalani Sidang Perdana Kasus Suap Hari Ini

Azis Syamsuddin Jalani Sidang Perdana Kasus Suap Hari Ini

Nasional
Tegaskan Urgensi RUU TPKS, Ketua DPP Nasdem: Mau Sampai Kapan Kekerasan Seksual Berulang?

Tegaskan Urgensi RUU TPKS, Ketua DPP Nasdem: Mau Sampai Kapan Kekerasan Seksual Berulang?

Nasional
Kenapa Varian Omicron Belum Terdeteksi di Indonesia? Ini Kata Epidemiolog

Kenapa Varian Omicron Belum Terdeteksi di Indonesia? Ini Kata Epidemiolog

Nasional
UPDATE Covid-19: Tambah 196 Kasus, Sembuh 298, Meninggal 4

UPDATE Covid-19: Tambah 196 Kasus, Sembuh 298, Meninggal 4

Nasional
Ini Nama 9 dari 14 Korban Meninggal Terdampak Erupsi Semeru

Ini Nama 9 dari 14 Korban Meninggal Terdampak Erupsi Semeru

Nasional
PPKM Luar Jawa-Bali Berakhir Hari Ini, Berikut Situasi Covid-19 Terbaru

PPKM Luar Jawa-Bali Berakhir Hari Ini, Berikut Situasi Covid-19 Terbaru

Nasional
Diundang Sosialisasi Alih Status, Eks Pegawai KPK Harap Posisi dan Peran di Polri Diperjelas

Diundang Sosialisasi Alih Status, Eks Pegawai KPK Harap Posisi dan Peran di Polri Diperjelas

Nasional
Erupsi Semeru, Perintah Presiden Jokowi dan Kata Mbah Rono

Erupsi Semeru, Perintah Presiden Jokowi dan Kata Mbah Rono

Nasional
Airlangga Minta Kader Golkar Bantu Warga Terdampak Erupsi Semeru

Airlangga Minta Kader Golkar Bantu Warga Terdampak Erupsi Semeru

Nasional
Bakamla Evakuasi 2 Warga Terjebak di Longboat Mati Mesin di Perairan Maluku

Bakamla Evakuasi 2 Warga Terjebak di Longboat Mati Mesin di Perairan Maluku

Nasional
Survei Indikator: 72 Persen Responden Puas atas Kinerja Jokowi, Tertinggi Selama Pandemi

Survei Indikator: 72 Persen Responden Puas atas Kinerja Jokowi, Tertinggi Selama Pandemi

Nasional
Survei Indikator: Risma dan Sri Mulyani Menteri Berkinerja Terbaik

Survei Indikator: Risma dan Sri Mulyani Menteri Berkinerja Terbaik

Nasional
[POPULER NASIONAL] Erupsi Gunung Semeru Tak Seperti Letusan Merapi di 2010 | 13 Orang Meninggal akibat Erupsi Semeru, Baru 2 Teridentifikasi

[POPULER NASIONAL] Erupsi Gunung Semeru Tak Seperti Letusan Merapi di 2010 | 13 Orang Meninggal akibat Erupsi Semeru, Baru 2 Teridentifikasi

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.