PSI: Pak Jokowi Masih Menjadi Calon Presiden Terbaik Saat Ini

Kompas.com - 26/08/2017, 21:05 WIB
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie saat menghadiri acara Kopi Darat Wilayah PSI DKI Jakarta, di Hotel Novotel, Jakarta, Sabtu (26/8/2017). KOMPAS.com/Kristian ErdiantoKetua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie saat menghadiri acara Kopi Darat Wilayah PSI DKI Jakarta, di Hotel Novotel, Jakarta, Sabtu (26/8/2017).
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie menyatakan dukungannya kepada Presiden Joko Widodo dalam Pemilihan Presiden 2019 mendatang.

Grace menilai sosok Jokowi merupakan calon presiden terbaik saat ini.

"Kami mendukung Pak Jokowi sebagai calon presiden terbaik saat ini," ujar Grace usai menghadiri acara Kopi Darat Wilayah PSI DKI Jakarta, di Hotel Novotel, Jakarta, Sabtu (26/8/2017).

Menurut politisi yang pernah menjadi jurnalis televisi itu, Pemerintahan Jokowi memiliki kebijakan yang berdampak nyata terhadap masyarakat. Misalnya, pembangunan infrastruktur.

Grace pun membandingkan kebijakan pemerintah saat ini dengan kebijakan era Presiden Susilo Bambamg Yudhoyono yang sama-sama memiliki kebijakan terkait utang.

"Enggak apa-apa nambah utang asal jelas penggunaannya untuk infrastruktur. Ketimbang sebelumnya, punya utang banyak tapi tidak jelas hasilnya," tutur Grace.

"Daripada bagi-bagi uang tunai setiap tiga bulan, uangnya habis enggak jelas malah mendidik masyarakat menjadi tidak cerdas," kata dia.

Sebelumnya, pimpinan PSI telah beraudiensi dengan Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (11/4/2017). PSI, menurut Grace, sedikit banyak terinspirasi oleh sosok Jokowi.

(Baca: PSI Dukung Jokowi Maju dalam Pilpres 2019)

Dalam audiensi itu, Presiden Jokowi menyampaikan pesan ke PSI. Presiden berpesan agar PSI tumbuh dan berkembang dengan perbedaan karakter dengan partai-partai yang sudah lebih dahulu ada.

"Pak Jokowi bilang, PSI sebagai partai baru harus memiliki diferensiasi. Jika sama dengan partai lama, buat apa kita mendirikan partai," ujar Grace.

Jokowi dan jajaran pengurus PSI juga berdiskusi tentang pengalaman masing-masing di dalam mengurus partai politik.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lahan Tersangka Kasus Asabri Sonny Widjaja dan Adam Damiri Diblokir Kejagung

Lahan Tersangka Kasus Asabri Sonny Widjaja dan Adam Damiri Diblokir Kejagung

Nasional
UPDATE: Bertambah 6.971, Kasus Covid-19 Indonesia Kini Capai 1.368.069

UPDATE: Bertambah 6.971, Kasus Covid-19 Indonesia Kini Capai 1.368.069

Nasional
Profil Moeldoko: Dulu Panglima TNI Pilihan SBY, Kini Pimpin Demokrat Kubu Kontra AHY

Profil Moeldoko: Dulu Panglima TNI Pilihan SBY, Kini Pimpin Demokrat Kubu Kontra AHY

Nasional
Sambutan Moeldoko Setelah Ditetapkan sebagai Ketum Partai Demokrat Versi KLB Kontra-AHY

Sambutan Moeldoko Setelah Ditetapkan sebagai Ketum Partai Demokrat Versi KLB Kontra-AHY

Nasional
Marzuki Alie Jadi Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Versi KLB Kontra AHY

Marzuki Alie Jadi Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Versi KLB Kontra AHY

Nasional
Masuknya Virus Corona B.1.1.7: Tanggapan Jokowi, Satgas Covid-19, hingga Kemenkes

Masuknya Virus Corona B.1.1.7: Tanggapan Jokowi, Satgas Covid-19, hingga Kemenkes

Nasional
Mendesak Kontekstualisasi Pancasila

Mendesak Kontekstualisasi Pancasila

Nasional
Diklaim Tekan Kasus Harian Covid-19 hingga 50 Persen, Jadi Alasan Pemerintah Perpanjang PPKM Mikro

Diklaim Tekan Kasus Harian Covid-19 hingga 50 Persen, Jadi Alasan Pemerintah Perpanjang PPKM Mikro

Nasional
Moeldoko Terima Jadi Ketum Demokrat Setelah Tanya Apa KLB Sesuai AD/ART

Moeldoko Terima Jadi Ketum Demokrat Setelah Tanya Apa KLB Sesuai AD/ART

Nasional
Terpilih Jadi Ketum Demokrat Versi KLB, Moeldoko: Saya Berterima Kasih

Terpilih Jadi Ketum Demokrat Versi KLB, Moeldoko: Saya Berterima Kasih

Nasional
Jadi Ketua Dewan Pembina, Marzuki Alie: Saya dan Pak Moeldoko Akan Bergandengan Tangan

Jadi Ketua Dewan Pembina, Marzuki Alie: Saya dan Pak Moeldoko Akan Bergandengan Tangan

Nasional
Ditetapkan Jadi Ketum Demokrat Versi KLB, Moeldoko: Oke, Kita Terima

Ditetapkan Jadi Ketum Demokrat Versi KLB, Moeldoko: Oke, Kita Terima

Nasional
Panglima TNI Lepas 199 Prajurit MTF TNI Kontingen Garuda ke Lebanon

Panglima TNI Lepas 199 Prajurit MTF TNI Kontingen Garuda ke Lebanon

Nasional
Alasan Pemerintah Tambah 3 Provinsi dalam Pelaksanaan PPKM Skala Mikro

Alasan Pemerintah Tambah 3 Provinsi dalam Pelaksanaan PPKM Skala Mikro

Nasional
Kalahkan Marzuki Alie, Moeldoko Ditetapkan KLB Kubu Kontra AHY Jadi Ketum Demokrat

Kalahkan Marzuki Alie, Moeldoko Ditetapkan KLB Kubu Kontra AHY Jadi Ketum Demokrat

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X