Fahri Hamzah Minta Pemerintah Tetapkan Sinabung Bencana Nasional

Kompas.com - 04/08/2017, 11:32 WIB
Warga melihat Gunung Sinabung menyemburkan material vulkanik saat erupsi, di Karo, Sumatera Utara, Rabu (2/8/2017). Aktivitas Sinabung kembali meningkat sejak Rabu pagi, tercatat puluhan kali gunung itu melontarkan abu dan awan panas yang menyebabkan aktivitas warga terganggu. ANTARA FOTO/MAZ YONSWarga melihat Gunung Sinabung menyemburkan material vulkanik saat erupsi, di Karo, Sumatera Utara, Rabu (2/8/2017). Aktivitas Sinabung kembali meningkat sejak Rabu pagi, tercatat puluhan kali gunung itu melontarkan abu dan awan panas yang menyebabkan aktivitas warga terganggu.
Penulis Ihsanuddin
|
EditorSandro Gatra

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fahri Hamzah berharap status gunung sinabung mendapatkan perhatian khusus pemerintah pusat.

Ia menilai, situasi Gunung Sinabung yang berkali-kali meletus dalam beberapa waktu terakhir tidak lagi bisa ditangani secara lokal.

"Meskipun letupan terjadi bertahap dan dianggap kecil, tetapi efeknya kehidupan masyarakat sudah tidak bisa lagi dianggap kecil," kata Fahri Hamzah dalam keterangan tertulisnya, Jumat (4/8/2017).

Fahri meminta pemerintah pusat menetapkan letusan gunung sinabung sebagai bencana nasional.

 

(baca: Foto-foto Semburan Abu dan Awan Panas Gunung Sinabung)

Menurut dia, situasi sinabung yang belum ditetapkan sebagai bencana nasional menyebabkan penanganan korban tidak dilakukan secara menyeluruh dan tuntas.

"Rakyat harus segera punya rumah baru, pekerjaan baru dan penghidupan baru yang tidak lagi bisa mengandalkan kehidupan lama yang tidak pasti," kata Fahri.

"Sebab setiap saat muncul erupsi kehidupan berhenti. Dan erupsi Sinabung tidak jelas sampai kapan," tambahnya.

Gunung Sinabung melontarkan abu setinggi 4,2 kilometer dan meluncurkan awan panas sejauh 4,5 kilometer ke arah tenggara dan timur, Rabu (2/8/2017) sekitar pukul 10.00 WIB.

Hingga saat ini tercatat 7.214 jiwa atau 2.038 kepala keluarga di delapan pos pengungsian. Namun hanya ada 2.863 jiwa yang tinggal di pos pengungsian. Lainnya tinggal di luar pengungsian.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X