Jokowi Minta Pengadaan Alutsista Disesuaikan dengan Geografi Indonesia

Kompas.com - 26/07/2017, 19:20 WIB
Presiden Joko Widodo usai memberikan pembekalan kepada 728 calon perwira remaja TNI POLRI di Mabes TNI, Jakarta Timur, Senin (24/7/2017). Fabian Januarius KuwadoPresiden Joko Widodo usai memberikan pembekalan kepada 728 calon perwira remaja TNI POLRI di Mabes TNI, Jakarta Timur, Senin (24/7/2017).
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo tidak ingin uang negara hilang sia-sia lantaran membeli peralatan utama sistem persenjataan (alutsista) yang tidak tepat sasaran.

Jokowi ingin alutsista yang dibeli benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan pertahanan dalam negeri.

"Fokus pengadaan alutsista jangan hanya untuk memenuhi postur kekuatan pokok minimum 2024, tapi juga disesuaikan dengan kondisi geografis negara Indonesia yang khas," ujar Jokowi dalam rapat terbatas membahas alutsista di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (26/7/2017).

Salah satu kendala geografi yang dimiliki Indonesia adalah kondisi sebagai negara kepulauan. Ini menyebabkan wilayah Indonesia

"Kita juga memiliki kawasan perbatasan yang sangat panjang dan harus kita jaga, kita awasi," kata dia.

(Baca juga: Jokowi: Tidak Ada Lagi Toleransi terhadap Praktik Korupsi Alutsista)

Jokowi juga meminta TNI mengkalkulasi perubahan-perubahan situasi ke depan agar alutsista yang dibeli dapat relevan digunakan.

"Kita juga harus betul-betul menghitung dan mengantisipasi perubahan yang sangat cepat, terutama bidang teknologi persenjataan yang akan mempengaruhi corak peperangan masa yang akan datang," ujar Jokowi.

Jokowi ingin postur pertahanan tiga matra TNI semakin kuat lengkap dan modern dengan pengadaan yang sejalan dengan penguatan industri pertahanan nasional.

Kompas TV Jelang Tes Rudal, TNI AU Gelar Rapat Teknis
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menanti Calon Pemimpin Ibu Kota Negara Pesaing Ahok yang Punya Background Arsitek

Menanti Calon Pemimpin Ibu Kota Negara Pesaing Ahok yang Punya Background Arsitek

Nasional
Kepala Badan Otorita IKN Disebut Harus Punya Kemampuan Berhubungan dengan Investor

Kepala Badan Otorita IKN Disebut Harus Punya Kemampuan Berhubungan dengan Investor

Nasional
Megaproyek 'Nusantara': Ngebutnya UU IKN, Beban Berat APBN dan Rakyat yang Terancam

Megaproyek "Nusantara": Ngebutnya UU IKN, Beban Berat APBN dan Rakyat yang Terancam

Nasional
UPDATE 21 Januari: 292.405 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, 'Positivity Rate' PCR 7,92 Persen

UPDATE 21 Januari: 292.405 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, "Positivity Rate" PCR 7,92 Persen

Nasional
UPDATE 21 Januari: Sebaran Kasus Baru Covid-19, 1.484 di DKI

UPDATE 21 Januari: Sebaran Kasus Baru Covid-19, 1.484 di DKI

Nasional
UPDATE 21 Januari: 5.896 Kasus Suspek Covid-19 di Indonesia

UPDATE 21 Januari: 5.896 Kasus Suspek Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 21 Januari: Pasien Covid-19 yang Meninggal Bertambah 2, Total Jadi 144.201

UPDATE 21 Januari: Pasien Covid-19 yang Meninggal Bertambah 2, Total Jadi 144.201

Nasional
Kasus Harian Covid-19 Tembus 2.604, Tertinggi Sejak September Lalu

Kasus Harian Covid-19 Tembus 2.604, Tertinggi Sejak September Lalu

Nasional
UPDATE 21 Januari: Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua 59,24 Persen, Dosis Pertama 86,54 Persen

UPDATE 21 Januari: Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua 59,24 Persen, Dosis Pertama 86,54 Persen

Nasional
Dana PEN Akan Dipakai untuk Megaproyek IKN, Faisal Basri: Ibu Kota Baru Tak Bisa Pulihkan Dampak Covid-19

Dana PEN Akan Dipakai untuk Megaproyek IKN, Faisal Basri: Ibu Kota Baru Tak Bisa Pulihkan Dampak Covid-19

Nasional
UPDATE 21 Januari: 4.119 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 21 Januari: 4.119 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
Update 21 Januari: Bertambah 811, Kasus Sembuh Covid-19 Jadi 4.121.928

Update 21 Januari: Bertambah 811, Kasus Sembuh Covid-19 Jadi 4.121.928

Nasional
Polisi Segera Tetapkan Tersangka Dugaan Kasus Pemerkosaan Anak 10 Tahun di Manado

Polisi Segera Tetapkan Tersangka Dugaan Kasus Pemerkosaan Anak 10 Tahun di Manado

Nasional
UPDATE 21 Januari: Kasus Covid-19 di Indonesia Tambah 2.604

UPDATE 21 Januari: Kasus Covid-19 di Indonesia Tambah 2.604

Nasional
Faisal Basri Singgung Pembiayaan Proyek IKN: Dulu Bilangnya Tak Pakai APBN, Sekarang?

Faisal Basri Singgung Pembiayaan Proyek IKN: Dulu Bilangnya Tak Pakai APBN, Sekarang?

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.