Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Reza Purbaya, Penjaga Terakhir Wayang Golek Betawi

Kompas.com - 23/02/2017, 07:00 WIB

Tim Redaksi

Kolektor wayang
Wayang-wayang golek betawi itu dia buat sendiri. Jika dulu ayahnya yang memelopori, kini Reza dibantu Yakub dan Maman dia membuat wayang golek dari kayu dan menjahit pakaiannya sendiri.

Karakternya beragam mulai dari tokoh lokal hingga kompeni Belanda. Di rumahnya juga terdapat ribuan wayang golek, jumlahnya tak kurang dari 5.000 buah.

Disimpan di ruang tamu, ruang makan, hingga kamar tidur. Terkesan seisi rumah dipenuhi wayang golek.

Wayang-wayang itu tidak melulu betawi. Juga ada purwaklasik, bogor, dan cirebon. “Dulu sampai 10.000 buah, sebagian dijual keluar negeri dan museum,” ujar pria yang beberapa kali mendapat penghargaan dari Gubernur Sutiyoso sebagai pelaku seni di Jakarta ini.

Beberapa di antarnya ia kirim ke berbagai tempat untuk kepentingan promosi. Dia antara lain mengirim ke sebuah museum di Mojokerto. Juga selalu mengirim ke luar negeri. Ini bagian dari cara dia mengenalkan khasanah wayang Indonesia keluar.

Di dalam negeri, Reza aktif mengajar di beberapa sekolah secara temporer. Pria kelahiran 18 Agustus 1987 itu ingin mengenalkan budaya wayang golek betawi kepada siapa saja, terutama generasi muda. Jika kini dia sebagai pejaga terakhir, semoga kelak dia menemukan penerus.

BIODATA
Nama  : Reza Purbaya
Lahir   : Jakarta 18 Agustus 1987
Ayah   : Tizar Purbaya (alm)
Ibu      : Diana Purbaya
Istri     : Cindy
Anak   : Paolo Xavier Purbaya (2,5 tahun), Milan Dimitri Purbaya (1,5 tahun)
Pendidikan : SMU Paskalis Jakarta Pusat

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Ungkit Kasus Firli dan Lili, ICW Ingatkan Jokowi Tak Salah Pilih Pansel Capim KPK,

Ungkit Kasus Firli dan Lili, ICW Ingatkan Jokowi Tak Salah Pilih Pansel Capim KPK,

Nasional
Biaya Ibadah Umrah dan Kurban SYL pun Hasil Memeras Pejabat Kementan

Biaya Ibadah Umrah dan Kurban SYL pun Hasil Memeras Pejabat Kementan

Nasional
SYL Sebut Perjalanan Dinas Atas Perintah Presiden untuk Kepentingan 280 Juta Penduduk

SYL Sebut Perjalanan Dinas Atas Perintah Presiden untuk Kepentingan 280 Juta Penduduk

Nasional
DKPP Sebut Anggarannya Turun saat Kebanjiran Kasus Pelanggaran Etik

DKPP Sebut Anggarannya Turun saat Kebanjiran Kasus Pelanggaran Etik

Nasional
Lima Direktorat di Kementan Patungan Rp 1 Miliar Bayari Umrah SYL

Lima Direktorat di Kementan Patungan Rp 1 Miliar Bayari Umrah SYL

Nasional
DKPP Terima 233 Aduan Pelanggaran Etik, Diprediksi Terus Bertambah Jelang Pilkada

DKPP Terima 233 Aduan Pelanggaran Etik, Diprediksi Terus Bertambah Jelang Pilkada

Nasional
KPK Bakal Usut Dugaan Oknum BPK Minta Rp 12 Miliar Terkait 'Food Estate' Ke Kementan

KPK Bakal Usut Dugaan Oknum BPK Minta Rp 12 Miliar Terkait "Food Estate" Ke Kementan

Nasional
Pejabat Kementan Tanggung Sewa 'Private Jet' SYL Rp 1 Miliar

Pejabat Kementan Tanggung Sewa "Private Jet" SYL Rp 1 Miliar

Nasional
Pejabat Kementan Tanggung Kebutuhan SYL di Brasil, AS, dan Arab Saudi

Pejabat Kementan Tanggung Kebutuhan SYL di Brasil, AS, dan Arab Saudi

Nasional
Gubernur Maluku Utara Akan Didakwa Terima Suap dan Gratifikasi Rp 106,2 Miliar

Gubernur Maluku Utara Akan Didakwa Terima Suap dan Gratifikasi Rp 106,2 Miliar

Nasional
MK Jadwalkan Putusan 'Dismissal' Sengketa Pileg pada 21-22 Mei 2024

MK Jadwalkan Putusan "Dismissal" Sengketa Pileg pada 21-22 Mei 2024

Nasional
Mahfud Ungkap Jumlah Kementerian Sudah Diminta Dipangkas Sejak 2019

Mahfud Ungkap Jumlah Kementerian Sudah Diminta Dipangkas Sejak 2019

Nasional
Tanggapi Ide Tambah Kementerian, Mahfud: Kolusinya Meluas, Rusak Negara

Tanggapi Ide Tambah Kementerian, Mahfud: Kolusinya Meluas, Rusak Negara

Nasional
[POPULER NASIONAL] Perbandingan Jumlah Kementerian Masa Megawati sampai Jokowi | Indonesia Kecam Serangan Israel ke Rafah

[POPULER NASIONAL] Perbandingan Jumlah Kementerian Masa Megawati sampai Jokowi | Indonesia Kecam Serangan Israel ke Rafah

Nasional
Tanggal 12 Mei 2024 Memperingati Hari Apa?

Tanggal 12 Mei 2024 Memperingati Hari Apa?

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com