Jokowi: Saya kalau Dengar yang Namanya Impor Sedih Banget

Kompas.com - 30/11/2016, 16:36 WIB
Presiden Joko Widodo berbicara pada acara peresmian Terminal Peti Kemas Kalibaru, Pelabuhan Utama Tanjung Priok atau New Priok Container Terminal 1 di Jakarta, Selasa (13/9/2016). Terminal Peti Kemas Kalibaru merupakan terminal peti kemas pertama dalam pembangunan Fase IA Terminal New Priok yang terdiri atas tiga terminal peti kemas dan dua terminal produk. TRIBUNNEWS / HERUDINPresiden Joko Widodo berbicara pada acara peresmian Terminal Peti Kemas Kalibaru, Pelabuhan Utama Tanjung Priok atau New Priok Container Terminal 1 di Jakarta, Selasa (13/9/2016). Terminal Peti Kemas Kalibaru merupakan terminal peti kemas pertama dalam pembangunan Fase IA Terminal New Priok yang terdiri atas tiga terminal peti kemas dan dua terminal produk.
Penulis Ihsanuddin
|
EditorKrisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Joko Widodo menilai Indonesia mempunyai potensi untuk menciptakan swasembada pangan.

Jika potensi itu dimaksimalkan dengan baik, seharusnya, Indonesia bisa terlepas dari impor pangan.

"Saya kalau dengar yang namanya impor sedih banget. Buah impor, beras impor," kata Jokowi saat berpidato dalam acara penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara (APN) di Istana Negara, Jakarta, Rabu (30/11/2016).

Jokowi menegaskan, pemerintah terus mengupayakan agar Indonesia bisa menciptakan swasembada pangan.


Pada tahun 2016 ini, misalnya, tak ada impor untuk beras, cabai, dan bawang. Impor jagung juga turun sebesar 60 persen dari tahun sebelumnya.

"Tahun 2018 sudah enggak impor jagung, sudah janjian ini Pak Menteri (Pertanian) dengan saya, saksinya Bapak, Ibu semuanya, tetapi harus didukung Bapak, Ibu, semuanya juga," ucap Jokowi.

Untuk menciptakan swasembada pangan, Jokowi mengaku pemerintah sudah melakukan berbagai upaya, misalnya dengan penyaluran dana desa yang terus ditingkatkan setiap tahunnya.

Dengan begitu, setiap desa bisa membangun infrastruktur, termasuk yang berkaitan dengan penguatan pangan.

"Jangan sampailah jagung impor, buah impor, kedelai masih impor, garam masih impor, aduh masa sih enggak bisa kita untuk memproduksi itu. Sumber daya alam kita, tanah kita, semuanya sangat mendukung untuk berproduksi dan bisa bersaing dengan negara yang lain," ucap Jokowi.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X