Kompas.com - 24/08/2016, 11:53 WIB
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar menjelaskan soal laporan polisi terhadap Koordinator Kontras Haris Azhar atas dugaan pencemaran nama baik melalui media sosial. Konferensi pers dilakukan di kantor Divisi Humas Polri, Jakarta, Rabu (3/8/2016). Ambaranie Nadia K.MKepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar menjelaskan soal laporan polisi terhadap Koordinator Kontras Haris Azhar atas dugaan pencemaran nama baik melalui media sosial. Konferensi pers dilakukan di kantor Divisi Humas Polri, Jakarta, Rabu (3/8/2016).
|
EditorKrisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar mengatakan, tim gabungan pencari fakta telah berkoordinasi dengan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly terkait video testimoni Freddy Budiman.

Nantinya video tersebut akan diserahkan langsung Yasonna ke Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian.

"Dari hasil pembicaraan itu dari Kemenkumham videonya akan disampaikan ke pimpinan Polri. Nanti akan disampaikan resmi oleh menteri," ujar Boy di kompleks Mabes Polri, Jakarta, Rabu (24/8/2016).

Kemarin, tim gabungan hendak mendatangi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kemenkumham yang merekam video Freddy untuk meminta salinannya.

(Baca: Kepala BNN Sebut Haris Akan Beri Informasi soal Pengakuan Freddy Budiman)

Namun, ternyata video tersebut sudah berada di tangan Yasonna, sehingga koordinasi harus dilakukan antarpimpinan lembaga.

Hingga saat ini, tim gabung belum menonton video tersebut. "Belum dapat kesempatan (nonton). Jadi setelah penyerahan itu, baru bisa dilaksanakan (menonton) sama-sama dengan tim," kata Boy.

Tim gabungan ingin mengetahui secara utuh isi video tersebut dan membuktikan apakah video itu hanya berisi testimoni Freddy mengenai program pembinaan lapas atau juga menyinggung soal masalah yang kini tengah ditangani tim gabungan.

Sebelumnya, Kepala Bagian Humas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kementerian Hukum dan HAM Akbar Hadi mengaku pihaknya sempat membuat video yang berisi testimoni Freddy.

Akbar mengatakan, pihaknya mendapatkan informasi dari kepala Lapas Nusakambangan mengenai perubahan sikap Freddy yang signifikan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X