Ketua DPR: Presiden Sama Sekali Tak Menolak Revisi UU KPK

Kompas.com - 22/02/2016, 16:57 WIB
Ketua Fraksi Partai Golkar Ade Komarudin. KOMPAS.com/Sabrina AsrilKetua Fraksi Partai Golkar Ade Komarudin.
Penulis Ihsanuddin
|
EditorSabrina Asril
JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Ade Komarudin menegaskan Presiden Joko Widodo tidak menolak revisi Undang-undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Presiden hanya meminta pembahasan revisi UU KPK ini ditunda untuk memberikan waktu agar DPR dan pemerintah bisa mempunyai kesempatan untuk menjelaskan kepada masyarakat.

"(Presiden) sama sekali tidak menolak, sikapnya sama dengan DPR," kata Ade di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (22/2/2016) sore.

(Baca: Presiden Jokowi Tunda Pembahasan Revisi UU KPK)

Dalam rapat konsultasi dengan Presiden yang berlangsung di Istana Negara siang tadi, lanjut Akom, juga disepakati bahwa substansi revisi tidak berubah.

Revisi akan tetap fokus pada empat poin pembahasan, yakni pembatasan kewenangan penyadapan, pembentukan dewan pengawas, kewenangan KPK menerbitkan surat perintah penghentian penyidikan (SP3), serta kewenangan rekrutmen penyelidik dan penyidik.

"Substansinya harus dijelaskan ke publik. Karena simpang siur," ucap politisi Partai Golkar ini.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

(Baca: Jokowi dan Pimpinan DPR Sepakat Tunda Revisi UU KPK)

Ade tidak tahu berapa lama waktu yang dibutuhkan bagi DPR dan pemerintah untuk melakukan sosialisasi sehingga bisa menyepakati revisi UU KPK ini.

"Ditunda sampai jelas urusannya," ucap Ade.

Sementara Jokowi dalam pernyataan pers siang ini, menyatakan penundaan hanya untuk sosialisasi kepada masyarakat. Dia tidak menyinggung secara rinci soal sikapnya atas empat substansi yang menjadi polemik dari revisi UU KPK.

Kompas TV Presiden Jokowi Tunda Pembahasan Revisi UU KPK

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Percepat Penanganan Bencana, Kemensos Gandeng Berbagai Pihak

Percepat Penanganan Bencana, Kemensos Gandeng Berbagai Pihak

Nasional
KSAU Sebut SDM Jadi Faktor Utama TNI AU Disegani di Kawasan

KSAU Sebut SDM Jadi Faktor Utama TNI AU Disegani di Kawasan

Nasional
Tinjau Vaksinasi Covid-19 di Bogor, Jokowi Targetkan Herd Immunity Tercapai Agustus

Tinjau Vaksinasi Covid-19 di Bogor, Jokowi Targetkan Herd Immunity Tercapai Agustus

Nasional
UPDATE: Rekor Kasus Baru Covid-19 Setelah Hampir 4 Bulan

UPDATE: Rekor Kasus Baru Covid-19 Setelah Hampir 4 Bulan

Nasional
Buronan Adelin Lis Ditangkap di Singapura, Jaksa Agung Minta Segera Dibawa ke Jakarta

Buronan Adelin Lis Ditangkap di Singapura, Jaksa Agung Minta Segera Dibawa ke Jakarta

Nasional
Buronan Adelin Lis Tertangkap di Singapura, Kejagung Bakal Jemput Langsung untuk Dibawa Pulang

Buronan Adelin Lis Tertangkap di Singapura, Kejagung Bakal Jemput Langsung untuk Dibawa Pulang

Nasional
Jokowi Ingin Vaksinasi Covid-19 Dipercepat di Stasiun hingga Bandara

Jokowi Ingin Vaksinasi Covid-19 Dipercepat di Stasiun hingga Bandara

Nasional
Kamis Ini, Perwakilan Presiden Akan Beri Keterangan di Sidang Uji Formil UU Cipta Kerja

Kamis Ini, Perwakilan Presiden Akan Beri Keterangan di Sidang Uji Formil UU Cipta Kerja

Nasional
Jokowi Tinjau Vaksinasi Covid-19 di Stasiun Bogor

Jokowi Tinjau Vaksinasi Covid-19 di Stasiun Bogor

Nasional
Saat Terawan Racik Vaksin Nusantara di DPR

Saat Terawan Racik Vaksin Nusantara di DPR

Nasional
[POPULER NASIONAL] Nama Fahri Hamzah dan Azis Syamsuddin di Sidang Edhy Prabowo | Polisi Temukan Profil Pelaku Penyebar 279 Juta Data Penduduk

[POPULER NASIONAL] Nama Fahri Hamzah dan Azis Syamsuddin di Sidang Edhy Prabowo | Polisi Temukan Profil Pelaku Penyebar 279 Juta Data Penduduk

Nasional
Satgas Covid-19 Ungkap Alasan Mengapa Warga Jangan Ragu Divaksinasi

Satgas Covid-19 Ungkap Alasan Mengapa Warga Jangan Ragu Divaksinasi

Nasional
Persetujuan Kapolri Bongkar Jalur Sepeda Sudirman-Thamrin yang Tuai Kritik

Persetujuan Kapolri Bongkar Jalur Sepeda Sudirman-Thamrin yang Tuai Kritik

Nasional
Perkembangan Vaksinasi Gotong Royong: 'Waiting List' dan Aturan Terbaru

Perkembangan Vaksinasi Gotong Royong: "Waiting List" dan Aturan Terbaru

Nasional
Satgas Covid-19: Jangan Khawatir, Masker Tak Pengaruhi Asupan Oksigen

Satgas Covid-19: Jangan Khawatir, Masker Tak Pengaruhi Asupan Oksigen

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X