Kompas.com - 08/01/2015, 09:29 WIB
This handout image released by Indonesia's National Search And Rescue Agency (BASARNAS) on January 7, 2015 shows images believed to be of wreckage of ill-fated AirAsia flight QZ8501, photographed by divers working in the Java Sea. Indonesia said on January 7, 2015 it had found the tail of AirAsia Flight QZ8501, potentially marking a major step towards locating the plane's black boxes and helping shed light on what caused it to crash into the sea ten days ago.    AFP PHOTO / BASARNAS AFP PHOTO / BASARNASThis handout image released by Indonesia's National Search And Rescue Agency (BASARNAS) on January 7, 2015 shows images believed to be of wreckage of ill-fated AirAsia flight QZ8501, photographed by divers working in the Java Sea. Indonesia said on January 7, 2015 it had found the tail of AirAsia Flight QZ8501, potentially marking a major step towards locating the plane's black boxes and helping shed light on what caused it to crash into the sea ten days ago. AFP PHOTO / BASARNAS
Penulis Ihsanuddin
|
EditorSandro Gatra


KALIMANTAN TENGAH, KOMPAS.com — Tim penyelam gabungan TNI Angkatan Laut menemukan boks, masker oksigen, dan lempengan serpihan dari bagian ekor pesawat AirAsia QZ8510. Temuan itu langsung diangkat dan diamankan ke Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Banda Aceh, Kamis (8/1/2015) pagi.

"Ini ditemukan di rongga belakang bagian belakang ekor pesawat," kata salah satu penyelam, Serma Marinir Bofen Sirait.

Boks yang ditemukan berwarna abu-abu dengan tulisan "AirAsia.com" dan "Crew Water" di bagian atasnya. Di dalamnya ada dua botol air mineral yang juga bertuliskan "AirAsia".

Adapun serpihan yang ditemukan berupa kayu berukuran 1 x 1 meter, dilapisi cat putih yang mulai terkelupas. Serpihan ini diduga merupakan bagian dari kabin pesawat yang biasa digunakan untuk meletakkan koper dan barang-barang penumpang.

Setelah ketiga barang ini ditemukan, penyelaman harus dihentikan sementara karena cuaca memburuk. Arus laut juga cukup kencang, dan jarak pandang pendek.

"Baru benda ini yang ditemukan, keburu kita tarik karena cuaca buruk," kata Komandan Gugus Keamanan Laut Armada Barat Abdul Rasyid Kacong.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kunjungan Kerja ke Jatim, Jokowi Tinjau Industri Perikanan hingga Pengelolaan Sampah

Kunjungan Kerja ke Jatim, Jokowi Tinjau Industri Perikanan hingga Pengelolaan Sampah

Nasional
Pesimistis Jokowi Terbitkan Perppu KPK, Pengamat: Kecuali Ada Keajaiban

Pesimistis Jokowi Terbitkan Perppu KPK, Pengamat: Kecuali Ada Keajaiban

Nasional
TNI Bakal Amankan Pembangunan 5.000 BTS di Papua dan Natuna

TNI Bakal Amankan Pembangunan 5.000 BTS di Papua dan Natuna

Nasional
Penyuap Edhy Prabowo Sebut Lebih Banyak Rugi Ketika Ekspor Benur

Penyuap Edhy Prabowo Sebut Lebih Banyak Rugi Ketika Ekspor Benur

Nasional
Saat 75 Pegawai KPK Dinyatakan Tak Lolos Tes Wawasan Kebangsaan...

Saat 75 Pegawai KPK Dinyatakan Tak Lolos Tes Wawasan Kebangsaan...

Nasional
KSP Sebut Tol Becakayu Bisa Beroperasi Penuh Akhir Tahun Ini

KSP Sebut Tol Becakayu Bisa Beroperasi Penuh Akhir Tahun Ini

Nasional
Antisipasi Terpapar Varian Baru Virus Corona, Doni Monardo: Prokes adalah Kunci

Antisipasi Terpapar Varian Baru Virus Corona, Doni Monardo: Prokes adalah Kunci

Nasional
Diikuti 1.351 Pegawainya, Ini Rangkaian Tes Wawasan Kebangsaan Pegawai KPK...

Diikuti 1.351 Pegawainya, Ini Rangkaian Tes Wawasan Kebangsaan Pegawai KPK...

Nasional
Ada 3 Syarat Pemecatan Pegawai KPK, Tes Wawasan Kebangsaan Disebut Tak Termasuk

Ada 3 Syarat Pemecatan Pegawai KPK, Tes Wawasan Kebangsaan Disebut Tak Termasuk

Nasional
[POPULER NASIONAL] Elektabilitas PDI-P Tertinggi di Survei Indikator | Tes Covid-19 Disarankan Pakai Rapid Antigen, Bukan GeNose

[POPULER NASIONAL] Elektabilitas PDI-P Tertinggi di Survei Indikator | Tes Covid-19 Disarankan Pakai Rapid Antigen, Bukan GeNose

Nasional
Polri Belum Tugaskan Densus 88 untuk Tindak KKB di Papua

Polri Belum Tugaskan Densus 88 untuk Tindak KKB di Papua

Nasional
Anggota Komisi III: Publik Butuh Informasi Utuh soal Tes Wawasan Kebangsaan Pegawai KPK

Anggota Komisi III: Publik Butuh Informasi Utuh soal Tes Wawasan Kebangsaan Pegawai KPK

Nasional
Arsul Sani: Semestinya Dewas KPK Tak Berwenang Berikan Izin Penyadapan

Arsul Sani: Semestinya Dewas KPK Tak Berwenang Berikan Izin Penyadapan

Nasional
Evaluasi Fungsi Pengawasan, Formappi: Beberapa Rekomendasi DPR Diabaikan Mitra Kerja

Evaluasi Fungsi Pengawasan, Formappi: Beberapa Rekomendasi DPR Diabaikan Mitra Kerja

Nasional
Menag Instruksikan Pengetatan Pengawasan Protokol Kesehatan di Rumah Ibadah

Menag Instruksikan Pengetatan Pengawasan Protokol Kesehatan di Rumah Ibadah

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X