PPP: Sadis, Masa PPP Tak Dapat Kursi Apa Pun dalam Parlemen

Kompas.com - 06/10/2014, 14:48 WIB
Ketua Umum PPP Suryadharma Ali (dua kanan) bersama Ketua Partai pendukung menghadiri acara penandatanganan Koalisi Merah Putih Permanen di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, Senin (14/7/2014). Ketua dan Sekjen Partai Politik pendukung pasangan Prabowo-Hatta yaitu Gerindra, PKS, PPP, Golkar, PBB, PAN, dan Demokrat, untuk menguatkan komitmennya menandatangani nota kesepahaman Koalisi Permanen mendukung Prabowo-Hatta. TRIBUNNEWS/DANY PERMANAKetua Umum PPP Suryadharma Ali (dua kanan) bersama Ketua Partai pendukung menghadiri acara penandatanganan Koalisi Merah Putih Permanen di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, Senin (14/7/2014). Ketua dan Sekjen Partai Politik pendukung pasangan Prabowo-Hatta yaitu Gerindra, PKS, PPP, Golkar, PBB, PAN, dan Demokrat, untuk menguatkan komitmennya menandatangani nota kesepahaman Koalisi Permanen mendukung Prabowo-Hatta.
|
EditorSandro Gatra


JAKARTA, KOMPAS.com
 — Ketua Fraksi PPP Hasrul Azwar protes terhadap Koalisi Merah Putih (KMP) terkait pemilihan pimpinan parlemen 2014-2019. Setelah tidak dapat kursi pimpinan DPR, Fraksi PPP kemungkinan tidak mendapat kursi pimpinan MPR.

Hasrul mendatangi rapat Koalisi Merah Putih yang berlangsung tanpa kehadiran PPP di ruang Fraksi Partai Golkar, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (6/10/2014).

"Semuanya belum jelas. Belum ada jaminan. Sekarang ada rapat KMP, di bawah. Saya mau ke bawah dulu untuk memperjelas," tukas Hasrul saat ditemui di ruang Fraksi PPP, Senin.

Hasrul lalu membawa serta sejumlah pengurus Fraksi PPP, seperti Wakil Ketua Fraksi Syaifullah Tamliha dan Sekretaris Fraksi Arwani Thomafi, menuju ruang Fraksi Partai Golkar. Mereka baru saja selesai melakukan rapat internal.

Saat mereka memasuki lift, Hasrul pun terus berceloteh memprotes keputusan KMP yang tak memberikan jaminan apa pun kepada PPP. Menurut dia, PPP memiliki banyak kader bagus. Dia menyebutkan, Tamliha dan juga Arwani cocok menjadi pimpinan. Nama, Hasrul pun sempat dijagokan masuk dalam bursa pimpinan MPR.

"Kami punya banyak stok. Kalau dari sembilan itu, satu pun PPP tidak diterima, ini keterlaluan. Masa, dari sembilan kursi, PPP nggak dapat apa pun. Kalau itu sampai terjadi, sadis!" kecam Hasrul.

Pemilihan pimpinan MPR akan dilakukan pada hari ini. KMP sudah bersiap menyiapkan paket sendiri, yakni dengan Partai Demokrat yang mendapat jatah kursi ketua MPR. Sejumlah nama yang diisukan akan diusung adalah Nurhayati Ali Assegaf, Syarief Hasan, dan EE Mangindaan. Sementara itu, Golkar mendapat kursi wakil ketua MPR, dengan mengusung Mahyudin.

Adapun koalisi Indonesia Hebat ingin agar pemilihan dilakukan tanpa voting. Mereka ingin ketua MPR dijabat perwakilan DPD, sementara KMP dan koalisi Indonesia Hebat masing-masing mendapat dua kursi wakil ketua MPR.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jubir Luruskan Pernyataan Luhut agar Pemeriksaan Edhy Prabowo Tak Berlebihan

Jubir Luruskan Pernyataan Luhut agar Pemeriksaan Edhy Prabowo Tak Berlebihan

Nasional
KPAI: 83,68 Persen Sekolah Belum Siap Lakukan Pertemuan Tatap Muka

KPAI: 83,68 Persen Sekolah Belum Siap Lakukan Pertemuan Tatap Muka

Nasional
Sekilas tentang Operasi Tinombala yang Bertugas Menumpas Kelompok MIT Ali Kalora

Sekilas tentang Operasi Tinombala yang Bertugas Menumpas Kelompok MIT Ali Kalora

Nasional
Gonjang-ganjing Jelang Ganti Kapolri, Geng Solo, Makassar, Pejaten, dan Independen

Gonjang-ganjing Jelang Ganti Kapolri, Geng Solo, Makassar, Pejaten, dan Independen

Nasional
Jauhkan Diri Dari Money Politics, Mahasiswa DIharapkan Lakukan Ini di Pilkada 2020

Jauhkan Diri Dari Money Politics, Mahasiswa DIharapkan Lakukan Ini di Pilkada 2020

Nasional
RS Ummi dan MER-C Diminta Penuhi Panggilan Polisi, Mahfud: Harus Datang, Harus Koperatif

RS Ummi dan MER-C Diminta Penuhi Panggilan Polisi, Mahfud: Harus Datang, Harus Koperatif

Nasional
Ketua Satgas Covid-19: Kami Minta Rizieq Shihab untuk Kooperatif dan Beri Teladan

Ketua Satgas Covid-19: Kami Minta Rizieq Shihab untuk Kooperatif dan Beri Teladan

Nasional
Soal Kerumunan, Mahfud Minta Rizieq Shihab Kooperatif Penuhi Panggilan Polisi

Soal Kerumunan, Mahfud Minta Rizieq Shihab Kooperatif Penuhi Panggilan Polisi

Nasional
Tanggapi Luhut yang Minta Edhy Prabowo Tak Diperiksa Berlebihan, Firli: Ibarat Obat, Pas Takarannya

Tanggapi Luhut yang Minta Edhy Prabowo Tak Diperiksa Berlebihan, Firli: Ibarat Obat, Pas Takarannya

Nasional
Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj Positif Covid-19

Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj Positif Covid-19

Nasional
PKS Luncurkan Lambang Baru, Kini Berwarna Oranye dan Berbentuk Bulat

PKS Luncurkan Lambang Baru, Kini Berwarna Oranye dan Berbentuk Bulat

Nasional
Pemerintah Bakal Tindak Tegas Masyarakat yang Tak Kooperatif Buka Hasil Swab Test

Pemerintah Bakal Tindak Tegas Masyarakat yang Tak Kooperatif Buka Hasil Swab Test

Nasional
Rekor Penambahan Kasus Covid-19, Kedisiplinan Warga, dan Rencana Libur Akhir Tahun

Rekor Penambahan Kasus Covid-19, Kedisiplinan Warga, dan Rencana Libur Akhir Tahun

Nasional
Jusuf Kalla Kecam Aksi Teror di Sigi, Minta Polisi Tumpas Tuntas Terorisme

Jusuf Kalla Kecam Aksi Teror di Sigi, Minta Polisi Tumpas Tuntas Terorisme

Nasional
Janji Pemerintah Tindak Tegas Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga di Sigi

Janji Pemerintah Tindak Tegas Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga di Sigi

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X