Berkas Lengkap, Kejagung Limpahkan Tersangka PLTGU Belawan ke Kejari Medan

Kompas.com - 29/04/2014, 19:27 WIB
Gedung Kejaksaan Agung RI, Jalan Hasanudin, Jakarta Selatan. DIAN MAHARANIGedung Kejaksaan Agung RI, Jalan Hasanudin, Jakarta Selatan.
Penulis Dani Prabowo
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com
- Kejaksaan Agung menyatakan berkas perkara kasus dugaan korupsi proses pengadaan flame turbin pada pekerjaan Life Time Extention (LTE) Gas Turbine 2.1 dan 2.2 Belawan, Sumatera Utara, dengan tersangka Direktur Operasional PT Mapna Indonesia M Bahalwan, lengkap. Kejagung juga telah melimpahkan tersangka ke Kejaksaan Negeri Medan.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Setia Untung Arimuladi mengatakan, Bahalwan kini ditahan di Rutan Tanjung Gusta, Medan, Sumatera Utara. Bahalwan ditahan berdasarkan Surat Perintah Penahanan Nomor: 10/N.2.10/Ft.2/4/2014.

“Setelah berkas perkara dinyatakan lengkap atau P-21 oleh jaksa penuntut umum yang melakukan penelitian berkas perkara tersebut maka didasarkan pasal 8 ayat (3) huruf b KUHAP, penyidik melaksanakan penyerahan tanggung jawab,” kata Untung melalui keterangan yang diterima wartawan, Selasa (29/4/2014).

Untung mengatakan, Bahalwan akan ditahan selama 20 hari sejak hari ini. Selain melimpahkan ersangka, Kejagung juga melimpahkan sejumlah barang bukti yang terkait kasus ini. Bahalwan ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor: 11/F.2/Fd.1/01/2014, tanggal 27 Januari 2014. Penyidik kemudian melakukan penahanan terhadap Bahalwan di Rutan Salemba Cabang Kejagung berdasarkan Surat Perintah Penahanan Nomor: Print-03/F.2/Fd.1/01/2014, tanggal 27 Januari 2014.


Penyidik menemukan adanya dugaan aliran dana yang mencurigakan dalam rekening pribadi tersangka yang berasal dari proyek pengadaan pekerjaan Life Time Extention (LTE) Gas Turbine (GT) 2.1 dan 2.2 sebesar Rp 90 miliar. Sementara itu, kerugian negara akibat kasus ini sebesar 2.095.395,08 euro atau sekitar Rp 25 miliar.

Kejagung juga telah menahan lima orang tersangka lain. Mereka adalah mantan General Manager KITSBU Chris Leo Manggala; Manajer Sektor Labuan Angin Surya Dharma Sinaga; Direktur Produksi PT Dirgantara Indonesia yang sebelumnya menjabat sebagai mantan Direktur Utama PT Nusantara Turbin dan Propolasi, Supra Dekanto; serta dua karyawan PT PLN Pembangkit Sumbangut, Rodi Cahyawan dan Muhammad Ali.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X