Kompas.com - 22/03/2014, 17:30 WIB
Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto, saat menjadi juru kampanye di Lapangan Kecamatan Wuluhan, Jember, Jawa Timur, Selasa (18/3/2014) KOMPAS.com/ Ahmad WinarnoKetua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto, saat menjadi juru kampanye di Lapangan Kecamatan Wuluhan, Jember, Jawa Timur, Selasa (18/3/2014)
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com- Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto mengaku heran dengan perilaku pejabat di Indonesia yang cenderung korup. Padahal, kata dia, manusia hidup di dunia hanya sementara.

Prabowo berujar, sebanyak apapun harta yang dikumpulkan, tidak akan dibawa ke akhirat. Ia pun menyindir dua tersangka kasus korupsi, yakni mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar dan adik Gubernur Banten Tubagus Chaery Wardana.

"Kalau kita dipanggil tuhan, kita telanjang tidak bawa apa-apa. Siapa itu yang mantan hakim konstitusi? Terus yang koleksi mobil? Yang punya 33 mobil, tiap hari bisa ganti mobil. Padahal satu bulan hanya ada 30 hari," kata Prabowo dalam acara Deklarasi Indonesia Bisa Untuk Prabowo Subianto Presiden RI 2014, di Hotel Bidakara, Sabtu (21/3/2014).

"Kalau menghadap Tuhan, mobil-mobil itu tidak muat dibawa ke lubang (kubur) yang cuma 1x2 meter. Ndak ngerti saya, cuma bisa geleng-geleng kepala," katanya lagi.

Karena itu, Prabowo menegaskan jika rakyat Indonesia mempercayainya sebagai pemimpin Indonesia mendatang, ia akan berjuang menurunkan perigkat indeks korupsi Indinesia.

"Kita tidak boleh dikatakan sebagai negara terkorup sedunia. Kita tidak boleh dikatakan sebagai negara tukang minta-minta. Kita yang harusnya beri bantuan ke negara lain, karena kita negara kaya," ujar mantan Danjen Kopassus ini.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KSPI: Unjuk Rasa Buruh 12 April Digelar di Gedung MK dan Virtual

KSPI: Unjuk Rasa Buruh 12 April Digelar di Gedung MK dan Virtual

Nasional
Pengamat: Mengacu pada Definisi di UU, KKB Papua Bisa Disebut Teroris

Pengamat: Mengacu pada Definisi di UU, KKB Papua Bisa Disebut Teroris

Nasional
Jika Ibadah Haji 2021 Digelar dengan Kuota Terbatas, Ini Kriteria Jemaah yang Bisa Berangkat

Jika Ibadah Haji 2021 Digelar dengan Kuota Terbatas, Ini Kriteria Jemaah yang Bisa Berangkat

Nasional
UPDATE: 1.189 Rumah dan 150 Fasilitas Umum Rusak akibat Gempa Malang

UPDATE: 1.189 Rumah dan 150 Fasilitas Umum Rusak akibat Gempa Malang

Nasional
Saat KPK Sebut Singapura 'Surganya Para Koruptor', Respons, dan Permintaan Maaf

Saat KPK Sebut Singapura "Surganya Para Koruptor", Respons, dan Permintaan Maaf

Nasional
UPDATE Gempa Malang: 8 Orang Meninggal, 3 Luka Berat

UPDATE Gempa Malang: 8 Orang Meninggal, 3 Luka Berat

Nasional
Menko PMK Minta Pemda Beri Perhatian Pencarian Talenta Muda Sepak Bola

Menko PMK Minta Pemda Beri Perhatian Pencarian Talenta Muda Sepak Bola

Nasional
MUI: Cegah Terorisme di Kalangan Anak Muda Perlu Perhatian Semua Pihak

MUI: Cegah Terorisme di Kalangan Anak Muda Perlu Perhatian Semua Pihak

Nasional
Polri: 12 Tersangka Teroris di Jakarta Tak Terafiliasi JAD dan JI

Polri: 12 Tersangka Teroris di Jakarta Tak Terafiliasi JAD dan JI

Nasional
UPDATE: 1,56 Juta Kasus Covid-19 dan Imbauan Wapres soal Tarawih di Zona Merah

UPDATE: 1,56 Juta Kasus Covid-19 dan Imbauan Wapres soal Tarawih di Zona Merah

Nasional
BNPT Ajak Tokoh Lintas Agama Bikin Program Tangkal Radikalisme

BNPT Ajak Tokoh Lintas Agama Bikin Program Tangkal Radikalisme

Nasional
Pemerintah Kaji Pertandingan Sepak Bola dengan Penonton Saat Pandemi

Pemerintah Kaji Pertandingan Sepak Bola dengan Penonton Saat Pandemi

Nasional
Menkumham Sebut Pemerintah Akan Bangun Tiga Lapas Khusus Teroris di Nusakambangan

Menkumham Sebut Pemerintah Akan Bangun Tiga Lapas Khusus Teroris di Nusakambangan

Nasional
Berembus Isu 'Reshuffle' akibat Penggabungan Kemenristek dan Kemendikbud, Sekjen PDI-P: Serahkan ke Presiden

Berembus Isu "Reshuffle" akibat Penggabungan Kemenristek dan Kemendikbud, Sekjen PDI-P: Serahkan ke Presiden

Nasional
Sekjen PDI-P Ungkap Pertemuan Jokowi dan Megawati Pekan Lalu, Ini yang Dibahas

Sekjen PDI-P Ungkap Pertemuan Jokowi dan Megawati Pekan Lalu, Ini yang Dibahas

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X