Presiden: Pemilu Tak Perlu Diseram-seramkan

Kompas.com - 19/02/2014, 14:19 WIB
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
EditorSandro Gatra


MAKASSAR, KOMPAS..com —
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, pemilu merupakan keharusan demokrasi dan konstitusi. Presiden meminta Pemilu 2014 dijalankan dengan baik, tak perlu gaduh dan diseram-seramkan.

"Pemilu bukanlah sesuatu yang perlu ditakutkan, tidak perlu diseram-seramkan," kata Presiden saat meresmikan pabrik PT Semen Tonasa Unit V dan Power Plant 2 x 35 MW di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, seperti dikutip dari Situs Presiden, Rabu (19/2/2014).

Dalam pidatonya, Presiden kembali menyinggung Pemilu 2004 dan 2009 yang berjalan baik dan dipuji dunia. Oleh karena itu, Presiden berharap Pemilu 2014 juga dapat berlangsung dengan baik, aman, damai, tertib, jujur, adil, dan demokratis.

"Pemilu tidak perlu harus gaduh dengan aksi kekerasan. Suhu politik meningkat, wajar. Tapi, kompetisi ada batasnya," kata SBY.

"Ingatlah, ini keharusan demokrasi dan keharusan konstitusi. Mari jalankan dengan baik," tambah Presiden.

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemerintah Didorong Tingkatkan Kapasitas Lab Tes Covid-19

Pemerintah Didorong Tingkatkan Kapasitas Lab Tes Covid-19

Nasional
UPDATE: Pasien Covid-19 Meninggal di Indonesia 170 Orang, Bertambah 13

UPDATE: Pasien Covid-19 Meninggal di Indonesia 170 Orang, Bertambah 13

Nasional
Yasonna Usul Bebaskan Koruptor karena Covid-19, YLBHI: Ibarat Merampok Saat Bencana

Yasonna Usul Bebaskan Koruptor karena Covid-19, YLBHI: Ibarat Merampok Saat Bencana

Nasional
UPDATE: Tambah 113, Kasus Covid-19 di Indonesia Kini Ada 1.790 Pasien

UPDATE: Tambah 113, Kasus Covid-19 di Indonesia Kini Ada 1.790 Pasien

Nasional
Menkeu Serahkan Perppu Tentang Stabilitas Sistem Keuangan ke DPR

Menkeu Serahkan Perppu Tentang Stabilitas Sistem Keuangan ke DPR

Nasional
Paripurna DPR Pembacaan Surpres Omnibus Law Cipta Kerja, Hadir Anggota Fisik 31 dan Virtual 278

Paripurna DPR Pembacaan Surpres Omnibus Law Cipta Kerja, Hadir Anggota Fisik 31 dan Virtual 278

Nasional
Presiden Jokowi Diminta Tolak Usul Yasonna Bebaskan Koruptor karena Covid-19

Presiden Jokowi Diminta Tolak Usul Yasonna Bebaskan Koruptor karena Covid-19

Nasional
Jokowi Diminta Tarik Surpres Omnibus Law Cipta Kerja jika Mau Serius Atasi Covid-19

Jokowi Diminta Tarik Surpres Omnibus Law Cipta Kerja jika Mau Serius Atasi Covid-19

Nasional
Luhut: Dari Hasil Modelling, Virus Corona Tak Kuat Hidup di Cuaca Indonesia

Luhut: Dari Hasil Modelling, Virus Corona Tak Kuat Hidup di Cuaca Indonesia

Nasional
Physical Distancing Diterapkan di Angkutan Mudik, Luhut Sebut Ongkos Bisa Melonjak

Physical Distancing Diterapkan di Angkutan Mudik, Luhut Sebut Ongkos Bisa Melonjak

Nasional
Wamendes: Kalau Akses ke Desa Dibuka untuk Pemudik, Bisa Hancur

Wamendes: Kalau Akses ke Desa Dibuka untuk Pemudik, Bisa Hancur

Nasional
Kapolsek Kembangan Dinilai Juga Langgar Aturan Kapolri soal Gaya Hidup Mewah

Kapolsek Kembangan Dinilai Juga Langgar Aturan Kapolri soal Gaya Hidup Mewah

Nasional
Narapidana Kasus Korupsi Dinilai Bukan Prioritas untuk Dibebaskan

Narapidana Kasus Korupsi Dinilai Bukan Prioritas untuk Dibebaskan

Nasional
Lagi, WNI Meninggal Dunia akibat Covid-19 di Singapura

Lagi, WNI Meninggal Dunia akibat Covid-19 di Singapura

Nasional
Atasi Corona, Prabowo Subianto Aktif Bangun Komunikasi dengan Sejumlah Negara

Atasi Corona, Prabowo Subianto Aktif Bangun Komunikasi dengan Sejumlah Negara

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X