Kompas.com - 24/06/2013, 17:21 WIB
|
EditorCaroline Damanik

JAKARTA, KOMPAS.com — Ayah Darin Mumtazah, Ziad Baladzam, mengungkapkan alasan putrinya yang tidak pernah memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq. Menurut Ziad, Darin tak dapat hadir karena pemanggilan KPK menjelang ujian nasional tingkat SMA.

"Bukan enggak mau hadir. Jadi, ketika datang surat panggilan, kan mau ada ujian nasional. Dia enggak siap," kata Ziad seusai sidang Luthfi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (24/6/2013).

Ziad khawatir putrinya tak akan konsentrasi menjalani ujian nasional. Untuk itu, Darin tidak diperiksa KPK sebagai saksi untuk Luthfi, tersangka dugaan korupsi kuota daging impor dan tindak pidana pencucian uang. Setelah lulus UN pun Darin tetap fokus untuk dapat melanjutkan kuliah di luar kota.

"Pemeriksaan KPK, kan enggak mungkin sebentar, gimana anak saya mau belajar? Setelah itu enggak hadir, sampai akhir ujian nasional berakhir. Darin minta mau kuliah, tapi di luar kota," terang Ziad.

Sebelumnya, dalam dakwaan tim jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi, disebutkan bahwa mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu memberikan hadiah berupa satu unit Mitsubishi Grandis senilai Rp 150 juta kepada Darin. Mobil yang diberikan kepada Darin tersebut diduga berasal dari hasil tindak pidana korupsi.

Menurut jaksa KPK, Luthfi menyembunyikan harta yang patut diduga berasal dari tindak pidana korupsi melalui sejumlah cara, salah satunya dengan membelikan aset yang diatasnamakan orang lain. Jaksa juga menyebutkan bahwa Darin adalah istri ketiga Luthfi. Luthfi disebut menikahi Darin sekitar 2012. Pernikahan tersebut disebut sebagai pernikahan ketiga Luthfi.

Selain Darin, menurut jaksa, Luthfi memiliki dua istri lainnya. Istri pertama, Sutiana Astika, yang dinikahi pada Januari 1984, serta Lusi Tiarani, yang dinikahi pada September 2000. Ayah Darin, Ziad, pun membenarkan adanya pernikahan itu pada akhir Juni 2012. Menurut Ziad, keduanya saling jatuh cinta karena Luthfi beberapa kali bertandang ke rumah Ziad untuk urusan bisnis.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
     
    Pilihan Untukmu


    Video Pilihan

    Rekomendasi untuk anda
    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Profil Ir. Djuanda yang Diabadikan di Uang Kertas Baru Rp 50.000

    Profil Ir. Djuanda yang Diabadikan di Uang Kertas Baru Rp 50.000

    Nasional
    Komnas HAM Belum Tahu Isi Keppres Pembentukan Tim Penyelesaian Kasus HAM Berat Nonyuridis

    Komnas HAM Belum Tahu Isi Keppres Pembentukan Tim Penyelesaian Kasus HAM Berat Nonyuridis

    Nasional
    Per 17 Agustus 2022, Kasus Positif Covid-19 Turun 53 Persen Dibanding Tahun Lalu

    Per 17 Agustus 2022, Kasus Positif Covid-19 Turun 53 Persen Dibanding Tahun Lalu

    Nasional
    KPK Tetapkan 5 Tersangka Suap Pengurusan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Sulsel

    KPK Tetapkan 5 Tersangka Suap Pengurusan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Sulsel

    Nasional
    Profil Idham Chalid yang Diabadikan di Uang Kertas Rp 5.000

    Profil Idham Chalid yang Diabadikan di Uang Kertas Rp 5.000

    Nasional
    Wapres Ingin Asuransi Syariah RI Bisa Bersaing di Tingkat Regional

    Wapres Ingin Asuransi Syariah RI Bisa Bersaing di Tingkat Regional

    Nasional
    PPP Minta Maaf Terkait Pernyataan Suharso soal ‘Amplop’ Kiai

    PPP Minta Maaf Terkait Pernyataan Suharso soal ‘Amplop’ Kiai

    Nasional
    Soal Kemungkinan PDI-P Gabung KIB, Waketum PAN: Masih Bisa Terjadi

    Soal Kemungkinan PDI-P Gabung KIB, Waketum PAN: Masih Bisa Terjadi

    Nasional
    35 Polisi Langgar Etik Terkait Kasus Brigadir J, Mahfud: Perintang Penyidikan Harus Dipidana

    35 Polisi Langgar Etik Terkait Kasus Brigadir J, Mahfud: Perintang Penyidikan Harus Dipidana

    Nasional
    Diplomasi G20, Indonesia Lobi Negara Lain Sumbang Dana Hibah Penanganan Pandemi

    Diplomasi G20, Indonesia Lobi Negara Lain Sumbang Dana Hibah Penanganan Pandemi

    Nasional
    Belum Lindungi Saksi dan Korban Pelanggaran HAM Berat Paniai, Ini Penjelasan LPSK

    Belum Lindungi Saksi dan Korban Pelanggaran HAM Berat Paniai, Ini Penjelasan LPSK

    Nasional
    Kemenkes Pastikan Pengembangan Hub Vaksin mRNA di Indonesia Terus Berjalan

    Kemenkes Pastikan Pengembangan Hub Vaksin mRNA di Indonesia Terus Berjalan

    Nasional
    Fraksi Golkar Bantah Ketua MPR yang Sebut PPHN Sudah Disepakati

    Fraksi Golkar Bantah Ketua MPR yang Sebut PPHN Sudah Disepakati

    Nasional
    Kementerian KP Promosikan Keunggulan SFV di Forum Asia Pasifik

    Kementerian KP Promosikan Keunggulan SFV di Forum Asia Pasifik

    Nasional
    Jokowi Didesak Batalkan Keppres Tim Penyelesaian Non-Yudisial Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu

    Jokowi Didesak Batalkan Keppres Tim Penyelesaian Non-Yudisial Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.