Kompas.com - 08/06/2013, 21:27 WIB
|
EditorA. Wisnubrata

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo mengaku sangat kehilangan sosok seperti Taufik Kiemas. Sebagai sosok yang gigih memperjuangkan empat pilar kebangsaan, Tjahjo menganggap Taufiq masih dibutuhkan oleh bangsa Indonesia.

"Beliau gigih memperjuangkan pilar negara dan pentingnya Pancasila, selalu didengungkan baik di partai maupun di MPR. Beliau masih kita harapkan," kata Tjahjo, di rumah duka, Jalan Teuku Umar Nomor 27A, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (08/6/2013).

Hal senada juga diungkapkan oleh Wakil Ketua MPR Hajriyanto Y Thohari . Menurutnya Taufiq merupakan tokoh senior yang memiliki pengaruh luar biasa. Sosok seorang Taufiq, kata Hajriyanto merupakan tempat rujukan untuk menyikapi persoalan di Indonesia, dari semua latar belakang politik dan ideologi.

"Taufiq sangat memiliki kepedulian luar biasa pada Pancasila, UUD 45, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Begitu mengesankan, beliau bukan hanya milik PDIP, tapi milik bangsa ini," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Taufiq Kiemas meninggal dunia sekitar pukul 19.01 waktu Singapura, Sabtu (8/6/2013). Politisi senior PDI Perjuangan ini menghembuskan napas terakhir setelah kondisinya sempat membaik. Taufiq Kiemas tengah menjalani perawatan di rumah sakit di Singapura untuk menjalani perawatan karena kelelahan setelah mendampingi Wakil Presiden Boediono meresmikan Monumen Bung Karno dan Situs Rumah Pengasingan Bung Karno di Ende, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (1/6/2013). Peresmian dilakukan bertepatan dengan Peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 1945.

Taufiq yang lahir di Jakarta, 31 Desember 1942, meninggalkan seorang istri Dyah Permata Megawati Setyawati atau Megawati Soekarnoputri, dan tiga anak, Mohammad Rizki Pratama, Mohamad Prananda Prabowo, dan Puan Maharani Nakshatra Kusyala.

Pihak keluarga berencana membawa jenazah Taufiq pada pukul 09.00, waktu Singapura, Minggu (9/6/2013). Jenazah rencananya akan mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma dan disemayamkan di TMP Kalibata.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sampai berita ini diturunkan, sejumlah tokoh nampak hadir di rumah duka. Di antaranya Wakil Ketua MPR Hajriyanto Thohary, dan Melani Lamina Suharli, dan Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo, Guruh Soekarnoputra, Sonny Tulung, dan lainnya.

Baca tentang


    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Pegawai Korban Pelecehan Disebut Kecewa atas Perlindungan dan Pendampingan KPI

    Pegawai Korban Pelecehan Disebut Kecewa atas Perlindungan dan Pendampingan KPI

    Nasional
    Kasus Pelecehan di KPI Masih dalam Pengumpulan Bukti dan Saksi, Korban Jalani Tes Psikis Hari Ini

    Kasus Pelecehan di KPI Masih dalam Pengumpulan Bukti dan Saksi, Korban Jalani Tes Psikis Hari Ini

    Nasional
    Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19, Pemerintah Pusat Diminta Koordinasi dengan Daerah

    Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19, Pemerintah Pusat Diminta Koordinasi dengan Daerah

    Nasional
    Tak Punya Smartphone Bisa Naik Pesawat dan Kereta Tanpa PeduliLindungi, Ini Caranya

    Tak Punya Smartphone Bisa Naik Pesawat dan Kereta Tanpa PeduliLindungi, Ini Caranya

    Nasional
    Ungkap 2 Strategi Menangi Pemilu 2024, PKB Berencana Usung Capres Sendiri

    Ungkap 2 Strategi Menangi Pemilu 2024, PKB Berencana Usung Capres Sendiri

    Nasional
    Pemerintah Diminta Hati-hati Longgarkan Aktivitas Warga di Ruang Publik

    Pemerintah Diminta Hati-hati Longgarkan Aktivitas Warga di Ruang Publik

    Nasional
    Kasus Jual Beli Jabatan di Probolinggo, KPK Periksa 5 Pejabat Kepala Desa

    Kasus Jual Beli Jabatan di Probolinggo, KPK Periksa 5 Pejabat Kepala Desa

    Nasional
    Wapres Harap Keterbukaan Informasi di Pemerintahan Desa Semakin Transparan dan Efektif

    Wapres Harap Keterbukaan Informasi di Pemerintahan Desa Semakin Transparan dan Efektif

    Nasional
    Ini 11 Aplikasi yang Bisa Akses Fitur PeduliLindungi Mulai Oktober 2021

    Ini 11 Aplikasi yang Bisa Akses Fitur PeduliLindungi Mulai Oktober 2021

    Nasional
    Pemerintah Prediksi 3 Provinsi Ini Alami Kenaikan Kasus Stunting

    Pemerintah Prediksi 3 Provinsi Ini Alami Kenaikan Kasus Stunting

    Nasional
    Satgas Diminta Monitor PTM Setiap Hari untuk Cegah Klaster Covid-19 di Sekolah

    Satgas Diminta Monitor PTM Setiap Hari untuk Cegah Klaster Covid-19 di Sekolah

    Nasional
    Polisi Gelar Perkara Kasus Irjen Napoleon Aniaya Muhammad Kece

    Polisi Gelar Perkara Kasus Irjen Napoleon Aniaya Muhammad Kece

    Nasional
    Pemerintah Harap Perpres Nomor 67 dan 72 2021 Mampu Atasi Persoalan TBC-Stunting

    Pemerintah Harap Perpres Nomor 67 dan 72 2021 Mampu Atasi Persoalan TBC-Stunting

    Nasional
    Sebelum OTT, KPK Datangi Kementerian/Lembaga untuk Kasih Peringatan

    Sebelum OTT, KPK Datangi Kementerian/Lembaga untuk Kasih Peringatan

    Nasional
    Wapres: Tak Ada lagi Alasan Badan Publik Tunda Keterbukaan Informasi

    Wapres: Tak Ada lagi Alasan Badan Publik Tunda Keterbukaan Informasi

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.