Pelat Mobil yang Disegel KPK Ditutup Kardus

Kompas.com - 10/05/2013, 15:39 WIB
Penulis Dani Prabowo
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum melakukan penyitaan atas mobil-mobil mewah yang diduga terkait mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Luthfi Hasan Ishaaq, hingga Jumat (10/5/2013) ini. Mobil-mobil yang telah disegel KPK itu masih terparkir di Kantor DPP PKS, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan.

Sejak KPK menyegel mobil-mobil itu, pintu masuk Kantor DPP PKS tertutup rapat. Sejumlah penjaga gedung berpakaian safari tampak berjaga-jaga di pintu masuk. Tidak ada satu pun pengunjung yang dapat masuk secara leluasa tanpa ditanyai oleh petugas yang berjaga.

Dari pantauan Kompas.com, sejumlah wartawan yang hendak mencari tahu informasi terkait penyitaan lima mobil itu tertahan di pintu masuk. Namun, ada sesuatu yang tak lazim. Pelat nomor di dua dari lima mobil yang disegel oleh KPK ditutupi. Mobil pertama adalah Mitsubishi Grandis yang pelat nomornya ditutup menggunakan papan tripleks setinggi sekitar satu meter. Sementara itu, pelat nomor mobil Mazda CX 9 warna putih ditutupi dengan kardus.

Sebelumnya, bagian depan kedua mobil yang berada di tempat parkir yang terletak di sisi kiri gedung tersebut sempat ditutupi sebuah mobil yang diparkir. Oleh karena itu, tak ada yang bisa melihat kondisi mobil tersebut. Keempat ban mobil itu juga masih tampak kempes. 

Diberitakan sebelumnya, hingga Selasa (7/5/2013), KPK telah menyegel lima mobil yang berada di Kantor DPP Partai Keadilan Sejahtera. Selain VW Caravelle, Mazda CX9, dan Fortuner B 544; KPK menyita dua mobil lainnya, yakni Mitsubishi Pajero Sport dan Nissan Navara.

"Jadi kami segel saja, kami kasih garis-KPK, juga ada mobil Pajero dan Nissan Navara," kata Juru Bicara KPK Johan Budi di Jakarta, Selasa itu.

Penyegelan mobil ini dilakukan oleh penyidik KPK sejak Senin (6/5/2013) tengah malam. Kelima mobil masih berada di Kantor DPP PKS di TB Simatupang, Jakarta Selatan. Mobil-mobil tersebut nantinya akan dibawa ke Gedung KPK, Kuningan, Jakarta.

Menurut Johan, penyegelan dilakukan terkait penyidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi dan pencucian uang (TPPU) kuota impor daging sapi yang menjerat mantan Presiden PKS, Luthi Hasan Ishaaq. Dari lima mobil yang disita, hanya satu yang kepemilikannya atas nama Luthfi, yakni Mazda CX 9. Mobil lainnya, yakni Fortuner dan VW Caravelle, diatasnamakan orang lain yang masih memiliki kedekatan dengan Luthfi. Diduga, dua mobil itu diatasnamakan Ahmad Zaky dan Ali Imran. Adapun akta kempemilikan dua mobil lainnya, yakni Pajero Sport dan Nissan, masih ditelusuri.

"Jadi yang tiga itu, satu di antaranya atas nama LHI (Luthfi Hasan Ishaaq), Mazda CX9. Kemudian VW Caravelle, atas nama orang lain. Fortuner atas nama orang lain yang juga dekat dengan Luthfi. Nissan Navara dan Pajero Sport, ini setelah dicek ada kaitannya dengan LHI," ungkap Johan.

Mobil-mobil terkait Luthfi ini diduga berasal dari hasil tindak pidana korupsi. KPK menetapkan Luthfi sebagai tersangka kasus dugaan korupsi kepengurusan kuota impor daging sapi. Dia bersama-sama orang dekatnya, Ahmad Fathanah, diduga menerima pemberian hadiah atau janji dari PT Indoguna Utama sebagai imbalan mengurus penambahan kuota impor daging sapi untuk perusahaan itu.

Dalam pengembangannya, KPK menetapkan Luthfi dan Fathanah sebagai tersangka dugaan pencucian uang. Sebelumnya, KPK menyita Toyota FJ Cruiser bernomor polisi B 1340 TJE yang juga diduga milik Luthfi. FJ Cruiser itu kini diamankan di halaman parkir Gedung KPK, Kuningan, Jakarta. Selain itu, KPK menyita lima mobil yang diduga berkaitan dengan Fathanah, yakni Honda Jazz putih, Toyota Land Cruiser Prado dengan nomor polisi B 1739 WFN, Toyota Alphard B 53 FTI, Mercedes Benz C200 B 8749 BS, dan FJ Cruiser dengan nomor polisi B 1330 SZZ. Menurut Johan, setelah penelusuran lebih jauh, penyidik menemukan kaitan FJ Cruiser B 1330 SZZ Fathanah itu dengan Luthfi.

Baca juga:
Nissan Navara Luthfi Diatasnamakan Asisten Pribadinya?
'Jangankan Mobil, Pak Luthfi Pun Tak Kami Halangi'
Kisah KPK Memburu Mobil-mobil Mewah Terkait Luthfi Hasan
Soal Mobil yang Akan Disita KPK, Luthfi Bilang Enggak 'Nonton' TV
Ada 'Daging' untuk Pak Luthfi...
Ditanya Mobil-mobil Mewahnya, Luthfi Cuma Senyum
Sederet Mobil Mewah Terkait Luthfi Hasan Ishaaq

Ikuti berita terkait kasus ini dalam topik:
Skandal Suap Impor Daging Sapi

Baca tentang
    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Diperiksa KPK, Eks Ketua AMPG Fahd El Fouz Mengaku Senang

    Diperiksa KPK, Eks Ketua AMPG Fahd El Fouz Mengaku Senang

    Nasional
    Sempat Kecewa, Ahmad Sahroni Apresiasi Permintaan Maaf Yasonna soal Tanjung Priok

    Sempat Kecewa, Ahmad Sahroni Apresiasi Permintaan Maaf Yasonna soal Tanjung Priok

    Nasional
    Diminta jadi Komisaris, Yenny Wahid Terpanggil Benahi Garuda Indonesia

    Diminta jadi Komisaris, Yenny Wahid Terpanggil Benahi Garuda Indonesia

    Nasional
    Simpang Siur Keberadaan Harun Masiku, Yasonna Bisa Dikenakan Pasal 'Obstruction of Justice'

    Simpang Siur Keberadaan Harun Masiku, Yasonna Bisa Dikenakan Pasal "Obstruction of Justice"

    Nasional
    Indonesia Peringkat Ke-35 dari 138 Negara yang Terdampak Terorisme

    Indonesia Peringkat Ke-35 dari 138 Negara yang Terdampak Terorisme

    Nasional
    Curah Hujan Masih Tinggi, BNPB Minta Pejabat Daerah Kurangi Tidur

    Curah Hujan Masih Tinggi, BNPB Minta Pejabat Daerah Kurangi Tidur

    Nasional
    Jokowi Minta Prabowo Susun Rencana Strategis Kesejahteraan Prajurit

    Jokowi Minta Prabowo Susun Rencana Strategis Kesejahteraan Prajurit

    Nasional
    Sidang Emirsyah Satar, Saksi Sebut Penggunaan Pesawat CRJ1000 Tak Hasilkan Profit

    Sidang Emirsyah Satar, Saksi Sebut Penggunaan Pesawat CRJ1000 Tak Hasilkan Profit

    Nasional
    Alasan Erick Thohir Pilih Yenny Wahid dan Triawan Munaf Jadi Komisaris Garuda Indonesia

    Alasan Erick Thohir Pilih Yenny Wahid dan Triawan Munaf Jadi Komisaris Garuda Indonesia

    Nasional
    Indeks Demokrasi RI Peringkat Ke-64 Dunia, Pilpres Tak Langsung Jadi Ancaman

    Indeks Demokrasi RI Peringkat Ke-64 Dunia, Pilpres Tak Langsung Jadi Ancaman

    Nasional
    Bela Yasonna soal Tanjung Priok, Ketua Komisi III: Ada Salah Persepsi

    Bela Yasonna soal Tanjung Priok, Ketua Komisi III: Ada Salah Persepsi

    Nasional
    Ketua Komisi III DPR ke Yasonna: Lain Kali Hati-hati dengan Lidah

    Ketua Komisi III DPR ke Yasonna: Lain Kali Hati-hati dengan Lidah

    Nasional
    Nilai Ada Kejanggalan Proyek Revitalisasi Monas, PSI Lapor ke KPK

    Nilai Ada Kejanggalan Proyek Revitalisasi Monas, PSI Lapor ke KPK

    Nasional
    BNPT dan UNDP Gelar Pertemuan 100 Pakar Antiteror Bahas Pencegahan Ekstremisme

    BNPT dan UNDP Gelar Pertemuan 100 Pakar Antiteror Bahas Pencegahan Ekstremisme

    Nasional
    Bangun Industri Pertahanan, Jokowi Tugaskan Prabowo Gunakan Teknologi

    Bangun Industri Pertahanan, Jokowi Tugaskan Prabowo Gunakan Teknologi

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X