Kompas.com - 22/02/2013, 19:33 WIB
Penulis Icha Rastika
|
EditorHindra

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemberantasan Korupsi belum menahan tersangka kasus dugaan korupsi Hambalang Anas Urbaningrum. Pasalnya, KPK belum memeriksa Anas, yang menjabat sebagai Ketua Umum DPP Partai Demokrat, sebagai tersangka.

"Anas belum diperiksa," kata Juru Bicara KPK Johan Budi SP pada jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (22/2/2013).

Johan mengatakan, dirinya belum memiliki informasi kapan lembaga antikorupsi tersebut memeriksa Anas.

"Mengenai waktunya, saya belum mendapatkan informasi pasti. Tapi tentu yang bersangkutan akan diperiksa sebagai tersangka," kata Johan.

 

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Tiba di Indonesia, PM Vietnam Gelar Pertemuan Bilateral dengan Jokowi

    Tiba di Indonesia, PM Vietnam Gelar Pertemuan Bilateral dengan Jokowi

    Nasional
    Menteri PPPA: Akses dan Keterampilan Perempuan di Bidang TIK Perlu Jadi Fokus Perhatian

    Menteri PPPA: Akses dan Keterampilan Perempuan di Bidang TIK Perlu Jadi Fokus Perhatian

    Nasional
    WNI dari India Diizinkan Masuk ke Indonesia, Wajib Karantina 14 Hari di Hotel

    WNI dari India Diizinkan Masuk ke Indonesia, Wajib Karantina 14 Hari di Hotel

    Nasional
    Cari KRI Nanggala, TNI Jelajahi Semua Area Perairan Utara Bali

    Cari KRI Nanggala, TNI Jelajahi Semua Area Perairan Utara Bali

    Nasional
    Dalam Sepekan, Tercatat Ada 8 WNI Terjangkit Covid-19 di India

    Dalam Sepekan, Tercatat Ada 8 WNI Terjangkit Covid-19 di India

    Nasional
    Ada Pengetatan Pra dan Pasca-larangan Mudik, Istana: Pemerintah Belajar dari India

    Ada Pengetatan Pra dan Pasca-larangan Mudik, Istana: Pemerintah Belajar dari India

    Nasional
    Mulai 25 April, Pemerintah Tutup Sementara Pintu Masuk Perjalanan Orang dari India

    Mulai 25 April, Pemerintah Tutup Sementara Pintu Masuk Perjalanan Orang dari India

    Nasional
    KPK Soroti Kerja Sama PAM Jaya-PT Aetra Air Jakarta, Ada Potensi Kecurangan

    KPK Soroti Kerja Sama PAM Jaya-PT Aetra Air Jakarta, Ada Potensi Kecurangan

    Nasional
    Daryati Divonis Bebas Hukuman Mati Oleh Pengadilan Singapura

    Daryati Divonis Bebas Hukuman Mati Oleh Pengadilan Singapura

    Nasional
    Menteri PPPA: Pengarusutamaan Gender di Tempat Kerja Bukan untuk Kepentingan Perempuan

    Menteri PPPA: Pengarusutamaan Gender di Tempat Kerja Bukan untuk Kepentingan Perempuan

    Nasional
    Soal Rencana Kedatangan Pemimpin Junta Militer Myanmar ke Jakarta, Ini Kata Kemenlu

    Soal Rencana Kedatangan Pemimpin Junta Militer Myanmar ke Jakarta, Ini Kata Kemenlu

    Nasional
    Cegah Penyebaran Covid-19, Pemerintah Diminta Tutup Akses Keluar Masuk India

    Cegah Penyebaran Covid-19, Pemerintah Diminta Tutup Akses Keluar Masuk India

    Nasional
    TNI Harap Kapal Penyelamat Kapal Selam Singapura MV Swift Rescue Tiba Hari Ini

    TNI Harap Kapal Penyelamat Kapal Selam Singapura MV Swift Rescue Tiba Hari Ini

    Nasional
    TNI Kerahkan 21 Kapal Perang Cari KRI Nanggala-402, Termasuk Kapal Selam Alugoro

    TNI Kerahkan 21 Kapal Perang Cari KRI Nanggala-402, Termasuk Kapal Selam Alugoro

    Nasional
    Polri Kerahkan 4 Kapal Bantu Cari KRI Nanggala-402

    Polri Kerahkan 4 Kapal Bantu Cari KRI Nanggala-402

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X